lamun tea enya mah, hade atuh kurikulum anyar teh ki...
terutama eta pelajaran SD tina 10 jadi 6 mata pelajaran


________________________________
 From: Ki Hasan <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]> 
Cc: Baraya Sunda <[email protected]>; Urang Sunda 
<[email protected]> 
Sent: Wednesday, 12 December 2012, 7:28
Subject: [kisunda] Kurikulum Anyar, 2013?
 

  


Kurikulum Baru, SMA Tidak Ada Penjurusan   
Kamis, 06 Desember 2012 | 14:39 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Kurikulum baru 2013 turut mengubah sistem pendidikan untuk 
setingkat 
sekolah menengah atas. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, 
pelajar SMA tidak lagi dibingungkan dengan adanya penjurusan eksakta, 
sosial, maupun bahasa. "Anak-anak akan dibebaskan memilih pelajaran yang 
disukai," kata Nuh ketika ditemui di kantornya, Kamis, 6 Desember 2012.

Menurut
 Nuh, pendidikan di sekolah lebih baik tidak ada spesialisasi. 
Alasannya, fakta di lapangan untuk mencari kerja atau meneruskan 
pendidikan ke jenjang berikutnya tidak ada syarat berasal dari lulusan 
IPA, IPS, maupun bahasa. "Anak IPS bisa masuk teknik, anak IPA bisa 
masuk ekonomi, asal lulus ujian masuk," kata Nuh.

Penjurusan, 
menurut Nuh, kadang menimbulkan bentuk diskriminasi. Ia menuturkan ada 
stigma khusus untuk jurusan tertentu yang menimbulkan kemudahan atau 
hambatan bagi jurusan lain. Misalnya, untuk anak lulusan IPA dianggap 
lebih pintar dan bisa masuk ke semua jurusan, sedangkan IPS dan Bahasa 
dianggap tidak mampu.

Dengan kurikulum baru ini, Nuh yakin tidak 
khawatir ada mata pelajaran yang kosong karena pelajar bisa memilih 
sesuai yang diminati. "Banyak siswa yang ambil mata pelajaran x, tapi 
sedikit yang ambil mata pelajaran y, itu terserah," kata Nuh. Namun, ia 
tetap meyakinkan ada mata pelajaran wajib yang masih harus diambil 
setiap pelajar SMA dan sederajat.

Kurikulum baru akan mulai 
diperlakukan tahun ajaran baru 2013/2014. Beberapa mata pelajaran 
dilebur dengan yang lain, dibuat lebih integrasi dan holistik. Untuk 
mata pelajaran SD yang semula 10 menjadi 6, sedangkan SMP dari 12 
menjadi 10. DI lain pihak, pelajar SMA dibebaskan memilih pelajaran yang
 disukai. Metode pengajaran dibuat untuk merangsang keaktifan siswa. 
Diharapkan kurikulum pendidikan baru ini dapat menjawab tantangan zaman. 

SUNDARI

http://www.tempo.co/read/news/2012/12/06/079446260/Kurikulum-Baru-SMA-Tidak-Ada-Penjurusan



Kirim email ke