Masing-masing senang.... aya we nu di jadikeun alesan ambeh nomerna bisa mawa 
hoki..hehehe... aya nu nyebut sesuai no urut partai, aya nu sesuai jargon, aya 
nu sesuai no urut pilkada sa acana aya nu sesuai jeung pancasila .....ngan nu 
nomer hiji mah cicing we narimakeun...bari ngadua jigana sugan engke jadi nomer 
hiji... 

AKL




________________________________
 From: Ki Hasan <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]> 
Cc: Baraya Sunda <[email protected]>; Urang Sunda 
<[email protected]> 
Sent: Wednesday, December 19, 2012 1:27 PM
Subject: [Urang Sunda] Cagub Jabar 2013
 

  
rabu, 19 desember 2012 00:47 WIB
Pengundian Nomor Urut Cagub/Cawagub Jabar
Langsung Dikawal 100 Polisi

PARA pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 memperlihatkan 
nomor urutnya masing-masing saat launching pasangan calon Gubernur dan Wakil 
Gubernur Jawa Barat 2013 di Sabuga, Jln. Tamansari Bandung, Selasa (18/12) 
malam.
SABUGA (GM) - Rapat pleno terbuka pengundian nomor urut calon gubernur dan 
wakil gubernur pada Pilgub Jabar 2013 yang berlangsung di Gedung Sasana Budaya 
Ganesha (Sabuga), Selasa (18/12) malam berlangsung meriah. Apalagi saat kelima 
pasangan mengambil nomor urutnya. Kemeriahan juga terasa dengan yel-yel dan 
teriakan para pendukung masing-masing calon lengkap dengan atributnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus Sitompul 
mengatakan, setelah ditetapkan KPUD Jawa Barat, kelima pasangan cagub dan 
cawagub akan mendapat pengawalan dari jajaran kepolisian demi keamanan.

"Setiap cagub dan cawagub akan dikawal tim yang terdiri atas 10 petugas polisi. 
Kami menerjunkan 100 personel, jadi setiap pasangan calon dikawal 20 petugas 
atau satu calon dikawal 10 orang," ujarnya.

Acara pengundian nomor urut yang berlangsung cukup spektakuler ini menempatkan 
Dikdik Maulana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib yang maju dari jalur 
independen di nomor urut 1.

Sementara pasangan Irianto M.S. Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim yang 
diusung Partai Golkar menempati urutan kedua dengan dukungan kekuatan di DPRD 
Jabar yang terdiri atas 16 kursi.

Sedangkan nomor 3 didapat Dede Yusuf-Lex Laksamana. Dede dan Lex diusung empat 
partai, yakni Demokrat, PKB, Gerindra, dan PAN dengan 43 kursi.

Selanjutnya nomor urut 4 didapat pasangan koalisi PKS, Hanura, PPP, dan PBR 
yang diwakili Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Pasangan ini memiliki kekuatan 24 
kursi di DPRD.

Terakhir nomor urut 5 menjadi milik pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki 
dari PDIP dengan kekuatan 17 kursi di DPRD.

Pada kesempatan tersebut, seluruh cagub dan cawagub melakukan deklarasi damai 
Pemilu Jabar. Selain itu, nota kesepahaman Pemilu Jabar berkualitas ikut 
ditandatangani oleh pasangan calon bersama Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), 
Panwaslu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Komisi Informasi Publik 
(KIP) Jabar, Kapolda, Pangdam, dan Kejati.

Sesuai harapan KPUD Jabar, pleno tersebut tidak hanya mengundi nomor urut 
pasangan cagub dan cawagub, tapi juga menghibur pengunjung yang hadir dengan 
suguhan musik dan stand up commedy.

Menurut Ketua KPUD Jabar, Yayat Hidayat dan Ketua Pokja Pencalonan, Teten 
Setiawan, nomor urut tersebut sudah sah dan ditandatangani seluruh komisisoner 
KPU Jabar. Nomor urut tersebut selanjutnya akan tertera dalam surat suara.

"Jadi nomor urut itu sudah sah dan akan tertera pada surat suara. Sementara 
untuk deklarasi damai dan penandatanganan pemilu berkualitas, hanya untuk 
menjadikan Pilgub Jabar berlangsung, aman, tertib, dan kondusif," ungkap Yayat.

Jujur dan adil

Sementara itu, deklarasi damai para calon berisi kesiapan pasangan untuk 
melaksanakan Pilgub Jabar secara jujur, adil, bebas, dan rahasia sesuai 
undang-undang yang berlaku. Semua pasangan juga menyatakan kesiapannya bekerja 
sama dengan penyelenggara pemilu dan kepolisian. Selain itu, mereka siap 
menerima hasil Pilgub Jabar.

Pantauan "GM", semua pasangan cagub dan cawagub tidak datang secara 
berbarengan. Pasangan yang datang paling awal adalah Dede Yusuf-Lex Laksamana. 
Sedangkan yang paling akhir Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar. Sementara Tatang datang 
terpisah dengan Yance karena terjebak macet. Untuk pakaian yang paling unik 
yaitu yang dikenakan pasangan Dikdik-Toyib. Mereka mengenakan pakaian adat 
layaknya gegeden Sunda. Sementara Rieke-Teten memakai baju kotak-kotak. 
Sedangkan pasangan lainnya menggunakan pakaian nyaris sama, baju putih dan 
celana berwarna gelap.

Dikawal

Seusai acara, semua pasangan cagub dan cawagub mendapat pengawalan ketat dari 
pihak kepolisian dan pengawal pribadinya. Soal nomor urut yang sudah 
ditetapkan, mereka menanggapinya dengan beragam. Dikdik optimistis bisa 
memenangkan pilgub dengan nomor urut 1. Namun nomor urut tersebut tidak boleh 
diberhalakan.

"Saya optimistis sejak awal proses pilgub ini. Nomor urut jangan diberhalakan. 
Yang jelas dengan nomor urut satu, kita harus siap fisik, mental, dan 
intelektual. Karena nomor satu pasti selalu yang pertama," katanya.

Sementara Yance mengaku senang bisa mendapatkan nomor urut dua, meskipun 
dirinya tidak terlalu mempermasalahkan nomor urut.

"Saya tidak terlalu mempersoalkan nomor urut tapi alhamdulillah saya dapat 
nomor urut dua. Sesuai kejayaan masa lalu, Golkar memang selalu nomor dua. 
Mudah-mudahan ini juga menjadi sebuah kejayaan bagi Golkar," harapnya.

Lalu apa komentar Dede Yusuf? Menurutnya, semua nomor baik. Namun ia bangga 
mendapatkan nomor 3 karena semua pendukungnya menganggap angka tersebut sebagai 
angka keberuntungan.

"Dulu ketika pasangan Hade (Heryawan-Dede) maju kami nomor tiga dan bisa 
memenangkan pilgub," ungkapnya.

Sementara Heryawan menegaskan, nomor berapa pun akan diterimanya. Menurutnya 
semua nomor membawa keberuntungan. Nomor 4 dinilainya cocok dengan jargon 
Kancing Beureum dengan 4 lubang sebagai simbol 4 pilar kebangsaan.

"Saya terima nomor urut ini apa adanya dan sesuai dengan yang saya ambil 
ternyata nomor empat, alhamdulillah. Semua nomor beruntung, saya enggak percaya 
dengan nomor-nomor. Yang jelas nomor empat bisa dihubungkan juga dengan jargon 
Kancing Beureum. Insya Allah nomor empat ini klop dengan jargon saya. Nomor 
empat juga nomor semangat. Mudah-mudahan dengan izin Allah kita bisa 
memenangkan Pilgub Jabar," katanya.

Sementara itu, Rieke juga mengaku senang mendapatkan angka 5. Angka tersebut 
menurutnya menyimbolkan Pancasila yang selalu dibumikan oleh partainya. "Saya 
maunya memang nomor lima. Kang Teten juga. Diharapkan nomor ini membawa 
kemenangan," jelasnya.

Pengamanan lengkap

Mengenai petugas pengawal cagub dan cawagub, Martinus Sitompul mengatakan, dari 
10 petugas itu terdiri atas tiga perwira dan tujuh bintara atau perwira, 
Brimob, intelijen, serse, dan lalu lintas.

Lebih lanjut Martinus menuturkan, setiap tim akan dibekali peralatan pengamanan 
mulai dari pemukul hingga senjata api jenis revolver. Selain itu, para petugas 
juga dibekali peralatan penunjang seperti alat komunikasi dan kendaraan.

Terkait anggaran, beredar informasi dana untuk pleno terbuka penentuan nomor 
urut calon menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar. Namun Yayat membantahnya. 
"Kami hanya menyediakan anggaran Rp 73 juta. Itu untuk sewa tempat dan 
konsumsi. Anggaran lainnya disediakan oleh pihak televisi yang menyiarkan," 
katanya. (B.96)**

http://www.klik-galamedia.com/langsung-dikawal-100-polisi


 

Kirim email ke