rabu, 19 desember 2012 00:47 WIB
Pengundian Nomor Urut Cagub/Cawagub Jabar
Langsung Dikawal 100 Polisi

PARA pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013
memperlihatkan nomor urutnya masing-masing saat launching pasangan calon
Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 di Sabuga, Jln. Tamansari
Bandung, Selasa (18/12) malam.
SABUGA (GM) - Rapat pleno terbuka pengundian nomor urut calon gubernur dan
wakil gubernur pada Pilgub Jabar 2013 yang berlangsung di Gedung Sasana
Budaya Ganesha (Sabuga), Selasa (18/12) malam berlangsung meriah. Apalagi
saat kelima pasangan mengambil nomor urutnya. Kemeriahan juga terasa dengan
yel-yel dan teriakan para pendukung masing-masing calon lengkap dengan
atributnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus Sitompul
mengatakan, setelah ditetapkan KPUD Jawa Barat, kelima pasangan cagub dan
cawagub akan mendapat pengawalan dari jajaran kepolisian demi keamanan.

"Setiap cagub dan cawagub akan dikawal tim yang terdiri atas 10 petugas
polisi. Kami menerjunkan 100 personel, jadi setiap pasangan calon dikawal
20 petugas atau satu calon dikawal 10 orang," ujarnya.

Acara pengundian nomor urut yang berlangsung cukup spektakuler ini
menempatkan Dikdik Maulana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib yang maju
dari jalur independen di nomor urut 1.

Sementara pasangan Irianto M.S. Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim
yang diusung Partai Golkar menempati urutan kedua dengan dukungan kekuatan
di DPRD Jabar yang terdiri atas 16 kursi.

Sedangkan nomor 3 didapat Dede Yusuf-Lex Laksamana. Dede dan Lex diusung
empat partai, yakni Demokrat, PKB, Gerindra, dan PAN dengan 43 kursi.

Selanjutnya nomor urut 4 didapat pasangan koalisi PKS, Hanura, PPP, dan PBR
yang diwakili Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Pasangan ini memiliki kekuatan
24 kursi di DPRD.

Terakhir nomor urut 5 menjadi milik pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten
Masduki dari PDIP dengan kekuatan 17 kursi di DPRD.

Pada kesempatan tersebut, seluruh cagub dan cawagub melakukan deklarasi
damai Pemilu Jabar. Selain itu, nota kesepahaman Pemilu Jabar berkualitas
ikut ditandatangani oleh pasangan calon bersama Komisi Pemilihan Umum
Daerah (KPUD), Panwaslu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Komisi
Informasi Publik (KIP) Jabar, Kapolda, Pangdam, dan Kejati.

Sesuai harapan KPUD Jabar, pleno tersebut tidak hanya mengundi nomor urut
pasangan cagub dan cawagub, tapi juga menghibur pengunjung yang hadir
dengan suguhan musik dan stand up commedy.

Menurut Ketua KPUD Jabar, Yayat Hidayat dan Ketua Pokja Pencalonan, Teten
Setiawan, nomor urut tersebut sudah sah dan ditandatangani seluruh
komisisoner KPU Jabar. Nomor urut tersebut selanjutnya akan tertera dalam
surat suara.

"Jadi nomor urut itu sudah sah dan akan tertera pada surat suara. Sementara
untuk deklarasi damai dan penandatanganan pemilu berkualitas, hanya untuk
menjadikan Pilgub Jabar berlangsung, aman, tertib, dan kondusif," ungkap
Yayat.

Jujur dan adil

Sementara itu, deklarasi damai para calon berisi kesiapan pasangan untuk
melaksanakan Pilgub Jabar secara jujur, adil, bebas, dan rahasia sesuai
undang-undang yang berlaku. Semua pasangan juga menyatakan kesiapannya
bekerja sama dengan penyelenggara pemilu dan kepolisian. Selain itu, mereka
siap menerima hasil Pilgub Jabar.

Pantauan "GM", semua pasangan cagub dan cawagub tidak datang secara
berbarengan. Pasangan yang datang paling awal adalah Dede Yusuf-Lex
Laksamana. Sedangkan yang paling akhir Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar.
Sementara Tatang datang terpisah dengan Yance karena terjebak macet. Untuk
pakaian yang paling unik yaitu yang dikenakan pasangan Dikdik-Toyib. Mereka
mengenakan pakaian adat layaknya gegeden Sunda. Sementara Rieke-Teten
memakai baju kotak-kotak. Sedangkan pasangan lainnya menggunakan pakaian
nyaris sama, baju putih dan celana berwarna gelap.

Dikawal

Seusai acara, semua pasangan cagub dan cawagub mendapat pengawalan ketat
dari pihak kepolisian dan pengawal pribadinya. Soal nomor urut yang sudah
ditetapkan, mereka menanggapinya dengan beragam. Dikdik optimistis bisa
memenangkan pilgub dengan nomor urut 1. Namun nomor urut tersebut tidak
boleh diberhalakan.

"Saya optimistis sejak awal proses pilgub ini. Nomor urut jangan
diberhalakan. Yang jelas dengan nomor urut satu, kita harus siap fisik,
mental, dan intelektual. Karena nomor satu pasti selalu yang pertama,"
katanya.

Sementara Yance mengaku senang bisa mendapatkan nomor urut dua, meskipun
dirinya tidak terlalu mempermasalahkan nomor urut.

"Saya tidak terlalu mempersoalkan nomor urut tapi alhamdulillah saya dapat
nomor urut dua. Sesuai kejayaan masa lalu, Golkar memang selalu nomor dua.
Mudah-mudahan ini juga menjadi sebuah kejayaan bagi Golkar," harapnya.

Lalu apa komentar Dede Yusuf? Menurutnya, semua nomor baik. Namun ia bangga
mendapatkan nomor 3 karena semua pendukungnya menganggap angka tersebut
sebagai angka keberuntungan.

"Dulu ketika pasangan Hade (Heryawan-Dede) maju kami nomor tiga dan bisa
memenangkan pilgub," ungkapnya.

Sementara Heryawan menegaskan, nomor berapa pun akan diterimanya.
Menurutnya semua nomor membawa keberuntungan. Nomor 4 dinilainya cocok
dengan jargon Kancing Beureum dengan 4 lubang sebagai simbol 4 pilar
kebangsaan.

"Saya terima nomor urut ini apa adanya dan sesuai dengan yang saya ambil
ternyata nomor empat, alhamdulillah. Semua nomor beruntung, saya enggak
percaya dengan nomor-nomor. Yang jelas nomor empat bisa dihubungkan juga
dengan jargon Kancing Beureum. Insya Allah nomor empat ini klop dengan
jargon saya. Nomor empat juga nomor semangat. Mudah-mudahan dengan izin
Allah kita bisa memenangkan Pilgub Jabar," katanya.

Sementara itu, Rieke juga mengaku senang mendapatkan angka 5. Angka
tersebut menurutnya menyimbolkan Pancasila yang selalu dibumikan oleh
partainya. "Saya maunya memang nomor lima. Kang Teten juga. Diharapkan
nomor ini membawa kemenangan," jelasnya.

Pengamanan lengkap

Mengenai petugas pengawal cagub dan cawagub, Martinus Sitompul mengatakan,
dari 10 petugas itu terdiri atas tiga perwira dan tujuh bintara atau
perwira, Brimob, intelijen, serse, dan lalu lintas.

Lebih lanjut Martinus menuturkan, setiap tim akan dibekali peralatan
pengamanan mulai dari pemukul hingga senjata api jenis revolver. Selain
itu, para petugas juga dibekali peralatan penunjang seperti alat komunikasi
dan kendaraan.

Terkait anggaran, beredar informasi dana untuk pleno terbuka penentuan
nomor urut calon menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar. Namun Yayat
membantahnya. "Kami hanya menyediakan anggaran Rp 73 juta. Itu untuk sewa
tempat dan konsumsi. Anggaran lainnya disediakan oleh pihak televisi yang
menyiarkan," katanya. (B.96)**

http://www.klik-galamedia.com/langsung-dikawal-100-polisi

Kirim email ke