Salaku jalma anu lahir d tatar sunda tur memang Salaku seler sunda supaos teu 
lieur ku ucaPAN2 hari raya2 n aya mending jaten URANG SUNDA wé pamadegan 
simkuring mah..!     ------------------------------ Pada Sel, 25 Des 2012 19:11 
ICT mang kaby menulis:  >Mang Hasan haraaaam ceunah hehehe.  > >Lain euy Natal 
~ lahir lin... Yesus/ Isa teh Nabi/ Rosul lin? Diaku ku Nabi Muhammad SAW / 
Islam jeung aya dina Al Qur'an lin salaku hiji Rosul Alloh/ messenger of God 
oge hehehe. > >Mani asa rariweuh... Keur kuring mah ngucapkeun Selamat Natal 
mah ibarat/ sarua jeung ngucapkeun Selamat Ulang Tahun ka batur, ngucapkeun 
wilujeng wengi, ngucapkeun Assalamu Alaikum hehehe.  > >nuhuuuuns, >mang 
kabayan >www.udarider.com > >-----Original Message----- >From: Kangs Hendra 
<[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Tue, 25 Dec 2012 
20:11:06  >To: <[email protected]> >Reply-To: [email protected] 
>Subject: [kisunda] tulisan di kamar sabeulah >
 >On 12/24/2012 6:09 AM, mang kaby wrote: >> [Attachment(s) <#TopText> from 
 >mang kaby included below] >> >> Dear Prens, >> Wilujeng, selamat, congrat... 
 >Merry Christmas n' Happy New Year 2013. >> >> Semoga kita semua selalu ada 
 >dalam keberkahan Alloh SWT dan tentunya  >> tahun 2013 lebih baik dari 
 >tahun-2 sebelumnya. >> >> Wilujeng berlibur bersama keluarga. Dari Kaki 
 >Gunung Salak Bogor  >> menemani keluarga teman yg lagi kemping asoy di Balong 
 >:). >> >> Alhamdulillah Muji Syukur Ka Nu Agung langit bengras caang 
 >bintang-2  >> ge muncul, belum hujan euy, barokah ya Alloh. >> >> nuhuuuuns, 
 >>> mang kabayan >> >Toleransi Islam untuk 25 Desember >Posted felixsiauw > 
 >>Natal jelas bukan perayaan kaum Muslim, dan kaum Muslim harusnya tidak  
 >>berkepentingan dengan itu. Namun jelas ada hubungannya dengan kaum  >Muslim 
 >mengingat sebagian besar daripada kita juga berhubungan dengan  >sesama kita 
 >yang merayakannya. Karena itu menjadi penting kiranya kita  >membahas
 bagaimana pandangan Islam tentang Natal dan seputarnya serta  >toleransi kita 
di dalamnya. >Sebagaimana yang kita ketahui, 25 Desember bukanlah hari 
kelahiran Yesus  >Sang Mesias (Isa Al-Masih). Walaupun gereja Katolik 
menganggapnya begitu. >Encyclopedia Britannica (1946), menjelaskan, "Natal 
bukanlah  >upacara-upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak  
>pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah  
>menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir  
>penyembah berhala." >Secara sains, dibuktikan tanggal 25 Desember adalah 
pertama kalinya  >matahari bergerak ke arah utara dan memberikan kehangatan 
setelah  >matahari berada di titik terendah di selatan pada 22-24 Desember 
(winter  >solstice) yang menyebabkan bumi berada di titik terdingin. >Karena 
itulah orang Yunani pada masa awal merayakan lahirnya Dewa Mithra  >pada 25 
Desember, dan orang Latin merayakan hari yang sama sebagai  >kelahiran
 kembali Sol Invictus (Dewa Matahari pula) >Singkatnya, Bila kelahiran Yesus 
disangka 25 Desember, maka itu adalah  >kesalahan yang nyata >Namun, bukan itu 
masalahnya. Masalahnya adalah bahwa umat Kristen telah  >menjadikan tanggal 25 
bukan hanya sebagai peringatan, tapi perayaan  >kelahiran 'Tuhan Yesus' bagi 
mereka. Sehingga permasalahannya berubah  >menjadi permasalahan aqidah. >Karena 
itulah dalam Islam, kita pun dilarang ikut-ikutan merayakan  >Natal, karena itu 
adalah perayaan aqidah. Termasuk ikut memberikan  >'selamat natal' atau sekadar 
ucapan 'selamat' saja. Karena sama saja  >kita mengakui bahwa Natal adalah hari 
lahir 'Tuhan Yesus' bagi mereka >Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang 
mengatakan: "Bahwasanya Allah  >salah seorang dari yang tiga", padahal 
sekali-kali tidak ada Tuhan  >selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak 
berhenti dari apa yang  >mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir 
diantara mereka akan  >ditimpa siksaan yang
 pedih (TQS al-Maaidah [5] : 73) >Seringkali kita beralasan, "Tapi kan nggak 
enak, dia bos saya / teman  >saya / dll, masak saya nggak ngucapin, kalo dalam 
hati mengingkari kan  >gak papa, yang penting niatnya! Toleransi dong!" >Perlu 
kita sampaikan, niat apapun yang kita punya, apabila kita  >melakukan hal itu, 
maka sama saja hukumnya. Dan toleransi bukanlah  >mengikuti perayaan aqidah 
umat lain. Oleh karena itu harusnya kita lebih  >takut kepada Allah dibanding 
kepada manusia. >Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) 
takutlah  >kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang 
 >sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan  
>Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir (TQS al-Maaidah [5]  >: 
44) >Lalu bagaimana toleransi Islam terhadap agama lain? Toleransi kita hanya  
>membiarkan mereka melakukan apa yang mereka yakini tanpa kita ganggu.  >Itulah 
toleransi kita. >Untukmu agamamu,
 dan untukkulah, agamaku (TQS al-Kaafiruun [109] : 6) >Toleransi bukannya 
ikut-ikutan dengan kebablasan dan justru terjebak  >dalam kekufuran. Sebagai 
Muslim harusnya kita menyampaikan bahwa  >perayaan semacam ini adalah salah. 
Dan kalaupun toleransi, bukan berarti  >mengorbankan aqidah kita, mari kita 
ingat pesan Rasulullah >"Sungguh kamu akan mengikuti (dan meniru) tradisi 
umat-umat sebelum kamu  >bagaikan bulu anak panah yang serupa dengan bulu anak 
panah lainnya,  >sampai kalaupun mereka masuk liang biawak niscaya kamu akan 
masuk ke  >dalamnya pula". Sebagian sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, 
orang-orang  >Yahudi dan Nasrani-kah?" Beliau menjawab: "Siapa lagi (kalau 
bukan  >mereka)?" (HR Bukhari dan Muslim) >Walhasil sekali lagi kita 
mengingatkan bahwa haram hukumnya di dalam  >Islam mengikuti perayaan Natal, 
juga termasuk mengucapkan 'Selamat  >Natal/Selamat' ataupun yang semisalnya. 
Mudah-mudahan Allah menunjuki  >kita dan mereka, > > 


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke