Luar biasa Aa, nuhuuuns ingpormasina :).

Hedeeeed niiih... Ternyata keterbatasan tidak membuatnya menyerah dengan 
keadaan dan justru berprestasi gemilang seterang bintang dilangit :).

Article-na Mamang alungkeun ka milis yg lain biar mangpaat ingpona :).


nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: GSA <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 13 Jan 2013 06:19:37 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [4wheeler] Kisah sukses pria ber kursi roda yg menjadi CEO GE INDONESIA

Kisah inspiratif yg Mgkin patut di share. ..
Handry satriago,  pria ber kursi roda yg sukses jadi CEO GENERAL ELECTRIC 
INDONESIA. 
Sejak usia 17 tahun di vonis kanker.
Pantang menyerah!  Energi nya lluar biasa! 


Kutipan dari majalah SWA

SWA.co.id

SWA Online for Mobile

 

Handry Satriago: Seorang Pemimpin Jangan Hanya Memberi Mimpi Besar

Perjalanan karier Handry Satriago, Presiden Direktur GE Indonesia bisa menjadi 
panutan bagi para profesional di Indonesia. Sejak awal kariernya di GE, dia 
memosisikan diri untuk berkarya sebaik mungkin dan bekerja keras. “Karena 
pilihannya cuma dua: grow atau diam menikmati fasilitas yang ada,” katanya. Dan 
dia lebih memilih untuk grow. Konsekuensinya, Handry harus bekerja lebih keras 
lagi, sampai akhirnya dipilih menjadi CEO GE Indonesia.Sebagai pemimpin, Handry 
menerapkan prinsip-prinsipleadership 4E dari Jack Welch (energy, energizing, 
edge, danexecute). Leader, katanya, harus punya energy dan passionuntuk 
learning dan improving. “Karena biasanya ketika perusahaan sukses, kita jadi 
lupa untuk belajar sesuatu yang baru,” ucapnya. Menurutnya, pemimpin harus bisa 
belajar lebih banyak lagi. Handry juga menggarisbawahi “penyakit baru” para 
pemimpin. Yakni nacisstic leader. Ini terjadi pada leaderyang misalnya pernah 
sukses dengan strategi bisnis di masa lalu dan diterapkan pada masa sekarang. 
Padahal, situasi dan kondisinya berbeda. Ini kemungkinan berhasilnya kecil, 
karena belum tentu kesuksesan yang dulu bisa diraih dengan cara yang sama. 
Itulah sebabnya, dia menyarankan seorang leader harus terus mau belajar. “Untuk 
bisa belajar, diperlukan ketahanan dan kesehatan,” kata dia.“Leader juga wajib 
punya kemampuan meng-energize orang,” Handry menegaskan. Sebab, tidak mungkin 
pemimpin bisa maju dengan diri sendiri. Pemimpin bisa maju kalau timnya juga 
ikut maju. Handry mengibaratkan dengan tim lari estafet. “Tidak mungkin hanya 
satu orang saja yang jago lari. Semua harus bisa lari untuk memenangkan 
perlombaan,” ungkapnya.Pemimpin juga perlu edge. Seorang leader harus punya 
itu. Kemampuan edge ini membuat leader berani mengambil keputusan pada prinsip 
yang dipegang. Seringkali demokrasi dalam bisnis terjadi ketika keputusan belum 
diambil. “Ketika keputusan diambil, itu sudah menjadi tanggung jawab leaderdan 
harus berani mempertanggung jawabkan hingga proses evaluasi berikutnya,” kata 
dia. Edge juga memungkinkan leadermengambil keputusan yang tidak 
populer.“Sebagus apa pun Anda, kalau tidak execute tidak bisa menonjol,” 
katanya menyebut E yang terakhir. Untuk bisaexecute, Handry menyarankan agar 
membuat target yang bisa dicapai dan berdasarkan perhitungan. “Create success 
storyjuga penting. Maksudnya, bikin pilot project sebelum menjalankan proyek 
besar,” ujarnya tandas. Tujuannya, agar orang percaya kemampuan seorang leader. 
“Jangan berikan mimpi besar,” dia mengingatkan.Handry menerapkan prinsip 
tersebut dalam kariernya. Menurutnya, sebagai seorang pemimpin multinational 
company, tidak cukup hanya bisa menjual produk ke Indonesia. “Tetapi, how to 
sell’Indonesia to the company,” dia menyarankan. Untuk itu, dia menuntut diri 
sendiri supaya dapat menyajikan fakta menarik tentang Indonesia agar bisa 
“dijual” ke headquarter. Sehingga, kantor pusat punya kepercayaan untuk 
berinvestasi maupun mendidik pasar Indonesia.Bagaimana bisa meraih pasar 
Indonesia dan regional, juga menjadi andalan Handry. Misalnya, pengguna kereta 
api. Fakta, menariknya, pengguna lokomotif terbanyak di ASEAN adalah Indonesia. 
Jadi sangat masuk akal kalau service center of excellence juga ada di 
Indonesia. Hal-hal semacam inilah yang harusnya dikemukakan ke head 
quarter.Bekerja di multinational company, seorang pemimpin juga harus bisa 
memberikan manfaat bagi negara dan bangsa. “Untuk Indonesia-nya dapat apa, itu 
juga penting. What can we do selain doing business?” ungkap Handry. Jadi, 
Indonesia juga harus mendapatkan keuntungan dari keberadaan multinational 
company. Misalnya, di GE yang melakukan banyak programrural (pedesaan), seperti 
menjual peralatan high tech untuk pedesaan yang disesuaikan sehingga produk 
bisa dinikmati dengan harga yang lebih murah.Ke depan, Handry bercita-cita 
ingin menjadi guru. “Kalau untuk menjadi guru, saya harus melewati tahap 
sebagai CEO regional atau global, ya harus saya jalani,” ujarnya mengungkapkan 
cita-citanya. (EVA)25th Jan 11. Posted in Listed Articles.View or Post 
Comments. Top | View Full VersionCopyright © 2012 SWA Media Inc. All rights 
reserved. | SWA for iPhone


GSA
Sent from Samsung Mobile

Kirim email ke