Nice info Om... Mamang share ya... biar mangpaat ingponya :) Nuhuuuuuns, Mang Kabayan www.udarider.com
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Thursday, February 07, 2013 7:04 AM To: [email protected]; [email protected] Subject: [4wheeler] Selamat pagi Copy paste dari status fb istri tercinta pagi ini, semoga bermanfaat: Bukan hanya anak kita yang terancam efek kecanduan gadget (hp, games, dll), kita pun sebagai orangtua juga terancam kecanduan ini. Ada anak umur 2,5 tahun yang berulang kali memanggil ibu nya dan ibu hanya merespon "Sebentar..sebentar. Mama jawab BBM dulu". Akhirnya si anak menggigit kaki ibunya dan sang ibu memarahi anaknya. Atau sang ayah yang tidak merespon karena sedang didepan gadget, dan begitu si anak rewel, sang ayah berteriak "Bu..anaknya diurus dulu dong". Penggunaan berbagai gadget oleh orangtua mulai semakin berpengaruh terhadap perkembangan anak. Sherry Turkle, direktur Massachusetts Institute of Technology Initiative on Technology and Self, telah menelitu bagaimana penggunaan tehnologi mempengaruhi anak dan remaja. Setelah 5 tahun penelitian dan 300 wawancara, ia menemukan bahwa perasaan sakit, cemburu, dan kompetisi, sudah menyebar. Dalam buku nya Alone Together, lagi dan lagi, anak tumbuh dalam tiga contoh perasaan sakit ini dan tidak ingin menunjukkannya pada saat ayah dan ibunya memilih untuk sibuk dengan gadgetnya daripada memberi perhatian pada dirinya; seperti pada saat makan, selama menunggu anak les/kegiatan, dll. Dr Turkle mengatakan bahwa ia mengenali tekanan para orang dewasa yang harus siap bekerja setiap saat dengan adanya gadget, tapi ia menambahkan bahwa ia mempercayai adanya kekuatan lain yang menarik orang dewasa untuk selalu melihat layar gadgetnya. Ada sesuatu yang sangat mengasyikkan tentang jenis interaksi yang dilakukan antara manusia dan layar, bahwa mereka memiliki dunia. Frederick J Zimmerman, professor University of California, School of Public Health, mengatakan bahwa "Semuanya kembali pada waktu berkualitas, dan waktu yang terganggu bukanlah waktu yang berkualitas tinggi, seperti pada saat orangtua selalu memeriksa BlackBerry nya,". Ia juga mencatat bahwa smartphones dan laptop memberi kesempatan lebih banyak bagi orangtua dirumah, yang sebaliknya berimbas pada lebih sedikitnya waktu berkualitas bagi anak secara keseluruhan. Orangtua yang terlibat langsung -berbicara dan menjelaskan banyak hal, menjawab pertanyaan anak-tetap menjadi landasan utama dalam pendidikan anak. Orangtua yang menyediakan lingkungan yang kaya bahasa untuk anaknya, akan membantu anak untuk mengembangkan kosakata lebih banyak dan membantu mereka untuk membaca. Semua pilihan ada di tangan, otak, dan hati kita. Membatasi anak dengan gadget dengan alasan supaya mereka belajar padahal kita sendiri dengan santainya sibuk dengan gadget, bukanlah solusi yang mencerahkan untuk perkembangan anak. Disadur dari artikel YOUR BRAIN ON COMPUTERS The Risks of Parenting While Plugged In Ichal Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ------------------------------------ Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
