Eduuuuun euy pantesan atuh putri solo daek dicandung ari maharna 15 Ember mah 
hehehe.

Duit memang boga kakawasaan nya :D 

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: rsyaifoel <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 28 Feb 2013 11:14:56 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Baraya_Sunda] Re: Perkara Nyandung deui ....

Taah... ieu buktina!:))

Mahar Djoko untuk Nikahi Dipta Layak Masuk MURI  
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta -- Mantan Kepala Korlantas, Inspektur Jenderal Djoko Susilo, 
menyimpan harta kekayaannya di banyak tempat. Komisi Pemberantasan Korupsi 
telah menyita sebagian harta Djoko yang berupa tujuh rumah di Yogyakarta, 
Semarang, dan Depok. Belum diungkap  berapa nilai harta kekayaan Djoko 
seluruhnya. 

Tak hanya berupa rumah, harta Djoko diduga juga dipegang dan dikelola oleh 
istri-istrinya. Dua dari tiga bidang tanah milik tersangka simulator SIM dan 
pencucian uang, yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi ternyata tercatat atas 
nama mantan Putri Solo, Dipta Anindita. Dipta merupakan pemenang Putra-Putri 
Solo 2008. Status putri Solo itu hanya bertahan dua bulan karena Dipta yang 
dinikahi Joko Susilo, sesuai catatan pernikahan di KUA pada tahun 2008, 
mengundurkan diri. 

Kedua bidang tanah itu ada di Jalan Sam Ratulangi, Solo, di sebelah selatan 
Stadion Manahan seluas 877 meter persegi, yang didaftarkan ke BPN pada 2008, 
dan di kawasan Jebres seluas 1.180, yang didaftarkan pada 2012 lalu. Di Solo, 
Djoko punya tiga bidang tanah dan rumah. "Komisi Pemberantasan Korupsi sudah 
memblokir sertifikat tanahnya," kata Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran 
Tanah Badan Petanahan Nasional Solo, Agus Suprapta, Kamis, 14 Februari 2013.

Sebidang tanah dan rumah kuno yang sangat antik di Jalan Perintis Kemerdekaan 
dengan luas 3.077 meter persegi merupakan tanah ketiga milik Djoko. Rumah yang 
dikelilingi pagar cukup tinggi ini didaftarkan ke BPN pada 2008 lalu. Tanah itu 
terdaftar milik Poppy Femialya. KPK menyita rumah tadi Kamis, 14 Februari 2013. 

Melimpahnya kekayaan Djoko Susilo juga bisa dilihat dari mahar yang diberikan 
kepada Dipta. Djoko menikahi Dipta pada tahun 2008. Djoko menyerahkan mahar 
uang tunai senilai Rp 15 miliar. Mahar sebesar itu dinilai layak masuk Museum 
Rekor Indonesia (MURI).

Angka yang luar biasa. Pasalnya, dalam catatan Museum Rekor Indonesia, nilai 
mahar termahal di Indonesia tak sampai angka itu. Senior Manager MURI Paulus 
Pangka mengatakan mahar yang diberikan secara tunai kepada Dipta sebesar itu 
baru kali ini ia dengar. "Luar biasa dan baru dengar ada mahar senilai itu, 
apalagi dibayar tunai," kata Paulus Pangka, saat dimintai komentarnya, Selasa, 
26 Februari 2013.

Menurut Paulus, mahar Djoko untuk Dipta itu termahal dari sejumlah catatan yang 
dicantumkan di MURI yang ia kelola. Selama ini mahar dengan nilai terbesar ada 
di daerah Nusa Tengara Timur, yang dikenal paling banyak memberikan harta saat 
melakukan adat pernikahan. "Di NTT itu ada pemberian mahar dengan emas dan 
hewan ternak, tapi nilainya tak sampai Rp 15 miliar," kata Paulus.

Namun, Paulus menyatakan perlu mempertimbangkan apakah pemberian mahar itu 
secara sah dan tidak bertentangan dengan nilai agama dan keadaan sosial. 
Pertimbangan yang ia sampaikan itu dinilai sangat penting karena MURI punya 
etika tak mencatatkan rekor yang sifatnya menghamburkan, seperti makan kue dan 
telur terbanyak saat masih ada masyarakat Indonesia yang kelaparan. "Tapi tetap 
menarik kalau ada masyarakat yang mengajukan untuk dicatat," katan

--- In [email protected], rsyaifoel <no_reply@...> wrote:
>
> Ceuk logikana anu daek nyandung mah kieu.
> 
> Mangpaat nyandung:
> 
> 1. Negakeun syiar Islam. Rosul pernah nyandung. Sagala rupa anu dipilaku ku 
> Rosul teh suna. Sing saha anu ngalakukeun sunah, meunang pahala. Jadi 
> nyandung teh meunang pahala. Nu meunag pahala asup sawarga!:))) 
> Nyandung=sawarga!;))
> 
> Nu embung nyandung teu nyaho hartina pahala, sarua jeung embung asup sawarga!
> 
> 2. Nyandung boga harti sosial nu badag. Ku nyandung urang bisa NGABANTU randa 
> (bengsrat) jeung budak yatim. Randa ngora anu perlu nafkah batin (esek2 tea 
> euy), pan bisa kasubadanan ku alatan dicandung! Budak yatimna kaurus ku 
> tukang nyandung. :))
> 
> Lian ti kitu, para mojang anu TEU boga kasempetan meunang calon salaki, pan 
> mun dicandung mah kasempetan na ngagedean! Taktikna? Mun rek ngalamar, 
> sebutkeun perjaka weh, siga taktik Joko. Ulah bebeja rek dicandung. Haram nu 
> kitu mah. 
> 
> 3. Nyandung teh hade keur kamajuan ekonomi. Nu nyandung daek babagi hartana. 
> Duit tukang nyandung teu numpuk di hiji kulawarga. Duit tukang nyandung 
> muter. Duit muter teh alus jang ekonomi.
> 
> Kasimpulan: hayoh nyarandung kadinyah!Keur kamajuan bangsa jeung kamanusaan 
> eta teh.:))) 
> 
>


Kirim email ke