Kuring kantos ngadokumentasikeun ceramah Ridwan Kamil ka para mahasiswa UI di 
Kampus UI Depok. Cara berpikirna teh "out of the box". Padahal mah mun 
dilenyepan, ide-idena sederhana, tapi membumi. Sigana wae Ridwan Kamil hoyong 
nguji "kasaktianana/kapopuleranana" dina pamilon walkot. Naha masyarakat 
Bandung ngarasa wanoh jeung "bogoh" ka calon walikotana.

Upami jadi walikota Bandung, kuring ngabayangkeun, tiasa janten "rival" 
gupernur DKI Jakarta sareng walikota Surabaya, dina perkara ngabeberes kota. 
Tapi anjeunna kedah mayunan "musuh bubuyutan" nyaeta sistem birokrasi sareng 
aparat anu bermental bobrok. Tapi sigana mah tiasa kenging dukungan ti kalangan 
intelektual sareng kelompok terdidik sanesna. 

Para politikus sareng parpol? kuring mah rada skeptis, pan maranehanana mah 
langkung mentingkeun kanggo "padaringan" di imah. Dina perkara ieu, kuring 
manghanjakalkeun ka Kang Teten anu ngiringan pilgub anu didukung ku parpol. 
Namina "jatuh" di "mata" kalangan urang terdidik.Upami kang Teten tiasa sabar 
wae, ngagabung ka Ridwan Kamil, dina pamilon walkot Bandung, pasti bakal ngukir 
sajarah.

mrachmatrawyani
(masih kararagok migunakeun basa kasar, loma sareng lemes)



________________________________
 From: Ki Hasan <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]>; Baraya Sunda 
<[email protected]> 
Sent: Wednesday, March 13, 2013 5:04 AM
Subject: [kisunda] Ridwan Kamil Raih Urban Leadership Award dari AS
 

  
Ridwan Kamil Raih Urban Leadership Award dari AS 
Rabu, 27 Februari 2013 | 18:00 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Bandung Creative City 
Forum (BCCF) yang juga dosen arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) M 
Ridwan Kamil meraih Urban Leadership Award dari University of 
Pennsylvania, Amerika Serikat.
"Alhamdulilah saya orang Indonesia 
pertama yang dapat Urban Leadership Award dari University of 
Pennsylvania," kata Ridwan Kamil di Kota Bandung, Rabu (27/2/2013). 
Penghargaan tersebut akan diterima pada 15 Maret 2013. 
Ridwan 
Kamil menuturkan penghargaan tersebut diberikan untuk pemimpin informal 
kota atau komunitas yang dinilai peduli dan berhasil memberikan sebuah 
solusi untuk wilayah tertentu dengan menyeimbangakan sektor sosial, 
ekonomi dan lingkungan.
"Jadi penghargaan ini diberikan bagi 
mereka-mereka pemimpin informal artinya bukan untuk pemimpin formal atau kita 
kenal seperti wali kota atau gubernur," kata dia.
Ridwan 
mengatakan ia diapresiasi atas usaha dalam program Indonesia Berkebun, 
Bandung Creative City Forum, dan proyek lainnya sehingga.Selain itu, 
alasan lainnya mengapa University of Pennsylvania menyematkan 
penghargaan tersebut kepada dirinya karena negara tersebut terkesan 
dengan konsep gotong royong masyarakat Indonesia.
"Mereka 
terkesima dengan budaya asli kita yang tidak ada di mereka, yakni budaya gotong 
royong. Seperti di Di Kampung Babakan Asih. Blok Tempe Kota 
Bandung ini," kata dia.
Sebelum tangan dingin Ridwan Kamil 
menyentuh kawasan Blok Tempe tersebut, warga di sana, khususnya 
anak-anak dan remaja ternyata kesulitan untuk mendapatkan akses ruang 
publik seperti tempat bermain atau taman.
"Alhamdulilah, sekarang 
warga di sini bisa memiliki tempat untuk berkumpul atau bertukar pikiran dan 
anak-anaknya bisa bermain. Dulunya Blok Tempe ini adalah tempat 
pembuangan bahan bangunan," kata dia.
Kalau selama ini ia berperan dalam komunitas, Ridwan Kamil berencana maju di 
Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2013-2018.
Dapatkan artikel ini di URL:
http://internasional.kompas.com/read/2013/02/27/18005489/Ridwan.Kamil.Raih.Urban.Leadership.Award.dari.AS
 

Kirim email ke