Karma? Barokah? Meureun kapungkurna pernah ikhlas nulungan. Rusiah nya, tapi kabayang hadena lamun aya patepa, efek domino karma/baroklah kahadean di masyarakat. Nuhun kana surelek pieunteungeuna mang. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "mang kaby" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 21 Mar 2013 00:25:52 To: Senyum-ITB<[email protected]>; Alumni IPB<[email protected]>; Kota Bogor<[email protected]>; Baraya_Sunda<[email protected]>; UrangSunda<[email protected]>; Kisunda<[email protected]>; Landy_series<[email protected]>; 4Wheeler<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [kisunda] Re: Suatu sore di Menteng Subhanalloh Pa Lurah... Sesuatu banget jaman sekarang sepertinya sudah langka ya orang yg berbuat baik seperti itu. Jaman kecil kita sering denger lagu sabilulungan ~ tolong menolong dasar gotong royong. Sepertinya masih jauh dari kiamat dunia ini kalau masih ada orang-2 yg seperti itu. Dan pastinya sesuai hukum Alam... "Apa yg ditanam itu yg dituai", kita menanam kebaikan sekecil apapun pasti akan ada balasannya :). Terima kasih Pak Lurah udah berbagi infonya, sangat mencerahkan ditengah hiruk pikuk yg makin kusyut ini :). nuhuuuuns, mang kabayan www.udarider.com -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 21 Mar 2013 00:08:37 To: m76-itb<[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: iamitb<[email protected]>; IA-ITB [email protected]<[email protected]>; Senyum ITB<[email protected]>; itbsolo<[email protected]>; <[email protected]> Subject: [Senyum-ITB] Suatu sore di Menteng Sehabis ketemu client, dalam perjalanan balik, terasa bunyi mobil yang tersendat. Karena hari ini indikator bensin ngaco, kadang ke putih kadang ke merah, mudah ditebak, ini pasti gara2 bensin habis. Karena kuningan macet, saya masuk ke daerah menteng. Setelah dapat tempat yang pas, berhenti, dan persis bensin habis, tidak bisa di gas. Sebetulnya di cikini tadi sudah mau isi bensin, tapi keluar harus motong jalan ke arah jalan surabaya, jadi males. Ntar aja di kuningan, pikirku. Saya ke warung makan, apa jualan bensin botolan or ada yang jual sekitar sini. Beberapa cerita, dan salah satunya menawarkan diri untuk membelikan. Karena naik ojek harus muter, dia milih jalan kaki. Nggak begitu lama gerimis, dan dia pulang dengan tangan kosong. Kios bensin tutup. Kasihan, cukup basah dia, untung pake jaket. Dia bilang, ntar kalo hujan reda, mau ambil motor ke rumah, dan belikan bensin di pom bensin jln tanjung. Sambil nunggu hujan, dia makan di warung. Diam2 kubayar makannya. Cuma 6 ribu. Waktu dia mau bayar, oleh penjaga warung dibilang: sudah dibayar oleh oom itu. Rupanya kami tipe yang sama, orang jawa yang irit ngomongnya. Sama2 tidak terucapkan bunyi terima kasih. Tapi dari mimik or body language, nampak jelas saling berterima kasih. Itu sudah lebih dari cukup untuk sesama orang jawa yang paham mimik or raut muka yang menggambarkan perasaan. Mungkin suku lain punya kebiasaan yang mirip. Kebetulan ada sopir taxi makan disitu, dan masih gerimis kecil. Kutawarkan naik taxi saja, pergi pulang, saya nungguin mobil. Dia bilang pake motor saja, sambil cari botol bensin. Akhirnya dia pergi dan pulang bawa bensin dua botol besar dan satu botol kecil. Saya isi tangki bensin dan start. Belum bisa di gas, karena bensin belum turun. Orangnya saya kasih uang, tidak mau. Saya paksa2, tetap tidak mau. Terima dong pak, saya khan jadi tidak enak nih. Tetap tidak mau. Saya ikhlas kok pak. Dia jawab: saya juga ikhlas nolong kok pak, soalnya saya juga pernah bawa mobil dan kehabisan bensin seperti ini. Lagian, bapak tadi sudah bayarin makan saya. Karena tetap tidak mau, setelah dia pulang (kali ini saya bilang terima kasih), uang saya berikan ke penjaga warung, dengan pesan, kalau dia makan lagi disitu, bayar pakai uang ini ya. Alamakkk, ditengah ibukota yang kejam, diantara rimba beton menjulang tinggi, ditengah kemacetan dan teriakan kasar, masih ada orang sederhana, tulus, baik hati dan suka menolong. Semoga dia diberi kemudahan, kesehatan dan hidup yang lebih baik. @/m76 Powered by Telkomsel BlackBerry® ------------------------------------ *** Senyum-ITB wow! Hatur nuhun, anggota sudah 9.000. Klik http://bit.ly/p8cD25 Mudah kok! Manajemen email di milis Senyum-ITB ada di bawah. Dicoba deh :) Anggota: 9.000 Diperbarui: 2 Maret 2013 ============================================================ *** Senyum-ITB *** - Kerjasama merajut Prestasi Dunia - Interaksi akrab Masyarakat dan Alumni ITB Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama Milis: http://groups.yahoo.com/group/Senyum-ITB Portal: http://Senyum-ITB.blogspot.com Managed by: Senyum-ITB & 99Venus International ( http://yhoo.it/fYDB7B ) Facebook: Senyum-ITB Twitter: Senyum-ITB ============================================================ Mengatur mode terima email dengan ganti-ganti 3 cara terima berikut : 1. [email protected] = email terima normal (individual emails) 2. [email protected] = email terima ringkasan (daily digest) 3. [email protected] = cuti sementara / baca di web Senyum-ITB Ganti email / Cara berlangganan : 1. [email protected] = email berlangganan milis Senyum-ITB Untuk ganti email, silahkan kirim dari alamat email baru Anda 2. [email protected] = email berhenti dari milis Senyum-ITB Untuk ganti email, silahkan kirim dari alamat email lama Anda Manajemen email di milis Senyum-ITB yang lengkap di http://bit.ly/och0xkt Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
