Jawabannya satu Pak De karena bangsa kita sudah melupakan Sejarah dan Budaya 
Bangsa kita sendiri. 

Ajaran leluhur mah sederhana n' mudah dilakukan asalkan kita mau tidak boleh 
mencuri, menipu, merusak lingkungan, menjaga nilai-2 aturan. 

Contoh Pikukuh Karuhun ya:
"Gunung Teu Meunang dilebur : Gunung tidak boleh dihancurkan"
"Lebak teu meunang diruksak : saluran air/ sungai/ selokan tidak boleh dirusak"
"Buyut teu meunang dirempak : Buyut/ Kabuyutan/ Aturan/ Nilai-nilai/ Norma-2 
tidak boleh dilanggar".

Coba deh itu Gunung sekarang babak belur ditebangin jadi aja longsor :((.

Lebak/ Saluran Air/ Sungai dlsb tidak dipelihara n' dijaga jadi aja banjiiiir.

Buyut~Aturan~ Norms n' Values ~ Rule of The Game pemerintah n' penjaga 
aturannya sendiri yg ngajarin rakyatnya melanggar. Pejabatnya maling, istilah 
korupsi kan menghaluskan makna maling/ rampok saja sebenernya. Kalo maling kan 
sudah jelas Kapolsek aja yg dituduh/ diteriaki maling rakyat otomatis langsung 
menggebukinya sampai mati. Nah koruptor itu identik dengan tajir / kaya. 
Padahal coba hilangkan istilah koruptor ganti dengan maling/ rampok mungkin 
rakyat kalo ketemu maling/ rampok pengen ngegebukin.

Aparat penegak hukum juga lihat di media issue-nya serem-2, kita sebagai rakyat 
jadi berfikir kenapa kok jadi begini, kemana rasa aman yg dulu ada :((. Dulu di 
Kampung Mamang nyimpen sendal di depan rumah aman tentram. Sekarang seeng dari 
tembaga disimpan di dapur saja dicuri :((. Buseeeeet deh. Belom lagi mobil, 
motor, penipuan secara online, elektronik, dlsb. Sudah mulai pudar rasa n' jiwa 
silih asah, silih asuh, n' silih asih yg kemudian menumbuhkan rasa Sabilulungan 
sehingga memperkuat persatuan n' kesatuan masyarakat sebage bangsa yg merdeka.

Semangat utk melakukan "DARMA" ato Bakti pun sudah pudar yg ada spirit Jangka 
Imah justru :((. Coba perhatikan dalam pembangunan infrastruktur aja bikin 
Jalan ngak beres-2 deh :((. Belum ada spirit melakukan pekerjaan yg terbaik 
sehingga selain mendapatkan gaji dari tugasnya tetapi juga mendapatkan barokah 
dari amal yg sudah ditanamkannya. Sekarang Jalan baru berapa bulan ancur 
berlobang malah mendzolimi penggunanya n' mengakibatkan kecelakaan n' kematian. 
Ngak ada rasa berdosa / bersalah, ini kesalahan sy selaku pembuat jalan yg 
menyebabkan hilangnya nyawa orang lain :((.  
 
Kemarin Mamang nonton CeuEen eeeh CNN ato BBC poho euy xixixi BBC yg media 
berita bukan Buah Batu Corps wkkkk. Nah di media itu Amerika dikritik habis-2an 
dengan mengedepankan skor-2 index-2 dari mulai Corruption Perception Index, 
Index Kemudahan Berusaha, dlsb. Pokoknya Amrik turun n' Juaranya ternyata 
Negara-2 Skandinavia seperti DENMARK, SWEDIA, ICELAND, dlsb. Nah si pembaca 
berita bilang ternyata si Skandinavia ini mengutamakan PENDIDIKAN sebagai 
tulang punggungnya :). Disana juga katanya Capitalism berjalan tetapi Tax-nya 
juga Naudzubillah xixixi. Nah si pembaca berita mempertanyakan apakah Amerika 
perlu seperti Skandinavia utk mengatasi berbagai masalah yg ada?

Kalo di Indonesia sekarang Pendidikan rasanya masih jeblok ya :((. Mamang pikir 
bukan hanya tolak ukurnya nilai akademis yg baik tetapi juga nilai etika/ 
moralnya yg diukur dan tentunya tanggung jawab semua dari mulai keluarga, 
lingkungan, sampai ke sekolah.    
PR-nya banyak memang seperti mengurai benang kusyut :((. Yg jelas tadi kalau 
masing-2 elemen bangsa ini mau kembali sesuai DARMA-nya masing-2 insya Alloh 
negara ini bisa maju kembali. Pejabat penegak hukum bekerja sesuai darmanya 
menegakan keadilan tanpa pandang bulu. Pejabat pembuat jalan membuat jalan yg 
kuat bagus n' tahan lama. Pejabat pembuat transportasi membuat n' membikin 
sistem transportasi masal yg aman, nyaman, tepat waktu, n' terjangkau. Pejabat 
penjaga Lingkungan membuat sistem n' menjaga lingkungan alam tetap lestari. 
Pejabat pertanian membuat bangsa ini merdeka secara pangan tidak tergantung 
negara lain. Pejabat Energi juga membuat bangsa ini berdaulat / merdeka secara 
energi dengan mengembangkan renewable energi tidak tergantung pasokan dari 
import,dlsb. Pejabat pendidikan bekerja sesuai darmanya mendidik siswa siswi 
mahasiswa mahasiswi menjadi generasi penerus bangsa yg punya harga diri n' jati 
diri yg kuat sebagai bangsa yg bermartabat, dlsb.

Pun sapun kaluluhuran, semoga Indonesia menjadi negara yg bisa mensejahterakan 
rakyatnya. Amiiin ya Alloh ya robbal alamin.

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: Gun Soetopo <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 3 Apr 2013 06:42:15 
To: alumni-ipb<[email protected]>; Linkers<[email protected]>; 
Genksi ni yee<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [alumni-ipb] Nenek Moyang KITA Bangsa yang Besar dan Berjaya

Kenapa keturunannya sebagai (katanya) Bangsa Indonesia ini melahirkan
Koruptor Besar dan bersembunyi di Jabatan formal buatan mereka sendiri dan
akan berujung di Bui. Kalo seperti ini namanya Bangsa Kupreet he he he


Situs Gunung Padang 10 Kali Luas Borobudur

<http://1.bp.blogspot.com/-I-sAFH3GsaI/T-ezUkQOGYI/AAAAAAAAAss/fa7CVoPQTVM/s1600/Gunung-Padang-1.jpg>Tim
Terpadu Penelitian Mandiri Situs Gunung Padang, yang beranggotakan para
ahli dari berbagai disiplin ilmu, kembali melakukan penelitian lapangan di
Situs Punden Berundak Gunung Padang, mulai mendapat titik terang dan
menambah asumsi baru.
Dari hasil penelitian lapangan yang dilakukan 22-24 Juni itu, khususnya
dari disiplin ilmu arkeologi, bisa disimpulkan bahwa Situs Gunung Padang
lebih luas daripada Candi Bororbudur.
Menurut Ketua Tim Arkeologi yang merupakan bagian dari Tim Terpadu
Penelitian Mandiri Situs Gunung Padang, Dr Ali Akbar, awalnya situs Gunung
Padang ini diperkirakan hanya memiliki luas 0,4 hektare.
Namun, setelah dilakukan pembersihan beberapa bagian dinding atau lereng
punden berundak dari ilalang yang lebat menutupinya, tepat di sisi dinding
timur ditemukan 20 lebih undakan atau terasering dengan ketinggian tiap
undakan sekitar 1 meter.
<http://4.bp.blogspot.com/-KU4ZBlqn30c/T-ezbck5pWI/AAAAAAAAAs0/J_wp5GtbR4w/s1600/63986_174233482600902_100000427554366_489172_2103106_n.jpg>Penemuan
ini menjadi asumsi kuat bahwa di sisi lain pun akan ditemukan undakan yang
sama. "Adanya undakan yang terus melebar hingga bawah itu menjadikan luas
situs Gunung Padang tidak lagi 0,4 hektare atau hanya 400 meter persegi.
Diperkirakan situs ini luasnya mencapai 15 hektare, sedangkan Candi
Borobudur kan hanya 1,5 hektare. Jadi Situs Gunung Padang ini diperkirakan
10 kali lebih luas dari Borobudur," kata Ali saat ditemui Tribun di Situs
Gunung Padang, Minggu (24/6).
Dalam proses pembersihan dinding situs itu, kata Ali, banyak juga temuan
lain yang diperkirakan menguatkan asumsi awal yang menjadi latar
dilakukannya penilitian, yakni bangunan punden berundak di atas bukit
tersebut ditunjang oleh struktur susunan batuan andesit yang sama dengan di
atas.
Mulai dari ditemukannya dua batu tegak di sisi timur yang diduga sebagai
pintu masuk atau semacam gapura. Di sisi lainnya, yakni sisi selatan dan
barat, belum bisa banyak dilakukan tim karena kondisi dinding sisi selatan,
teras-terasnya sudah tidak beraturan. Diduga terjadi bencana longsor yang
hebat pada masa lalu.
Di sisi barat teradang oleh kondisi longsoran tanah yang tebal dari sisi
bukit di sebelahnya. Sementara undakan batu yang sekarang ini menjadi jalan
menuju punden merupakan tangga masuk yang ada di sisi utara punden.
"Selain menemukan undakan di sisi timur, kami juga menemukan adanya
indikasi kuat tentang undakan atau terasering itu memutar mengelilingi
bukit. Sebab, pada setiap jarak tertentu ketika kita menaiki tangga masuk
ke situs akan terlihat adanya susunan batu yang memanjang ke kanan dan kiri
seakan membetuk terasering," kata Ali.
Dari hasil penelitian survei oleh Tim Geologi, Dr Danny Hilman Natawidjaja,
yang juga sebagai peneliti Geotek dari LIPI, mengatakan, berdasarkan
deteksi survei georadar, geolistrik, geomagnet dan pengeboran kecil untuk
mengambil sampel, diduga kuat di bawah bangunan Punden Berundak Gunung
Padang itu ada ruang kosong, bahkan dicurigai adanya pintu masuk seperti
lorong.
<http://3.bp.blogspot.com/-AdLRakxpR0I/T-ezkqcIY0I/AAAAAAAAAs8/uLcPhLriL3g/s1600/images.jpg>Namun,
semua itu harus dibuktikan dengan penelitian arkeologi. Meski belum
dibuktikan oleh penelitian arkeologi, tim Geologi untuk sementara ini tetap
berasumsi di bawah Situs Gunung Padang yang sekarang terdapat bangunan yang
usianya lebih tua dari Situs Gunung Padang.
"Kami sebelumnya juga pernah menyebutkan bahwa hasil dating carbon pada
sampel yang kami ambil dari kedalaman 8 meter dari atas teras kelima,
diperoleh usia sampel karbon itu diperkirakan 11 ribu tahun Sebelum Masehi.
Dan untuk sampel yang ada pada kedalaman 4 meter usia sekitar 4.700 tahun
Sebelum Masehi," ujar Danny.

Kirim email ke