Menarik nih info di bawah ini. Tantangan berat katanya 2030 untuk memenuhi
kebutuhan pangan 5 milyar penduduk Asia? Jadi kalo selama ini kita bisa
import pangan dari Negara lain. naaah kalo Negara lain sudah tidak bisa
export ke kita bagemana nasib pangan kita? Rule of thumb kan Pertanian
untungnya kecil artinya berlaku umum untuk semua Negara? Artinya mungkin
Negara-2 lain juga males ngembangin pertanian artinya produksi pertanian
akan gimana nasibnya? Belum lagi lahan pertanian kan segitu-2 saja mungkin
malah cenderung berkurang? Sementara Demand makin kenceng akibat populasi
yang makin meningkat. 

 

"Kudu Nepi Memeh Indit" kata karuhun, harus tiba sebelum berangkat begitulah
kata leluhur artinya well preparation harus disegera dilakukan untuk
mengantisipasi masalah tsb. 

 

Apa saja yang sudah dilakukan oleh Indonesia untuk mengantisipasi hal
tersebut?

 

Teknologi apa saja yang sudah dikembangkan?

 

Sistem & Metoda apa saja yang sudah dikembangkan?

 

Memang sekarang kita enak ya masih bisa beli pangan dari Negara lain masih
bisa menyisakan nasi di piring. mungkin juga masih banyak sisa makanan yang
kita buang ditempat sampah. padahal katanya dibawah ini masih banyak
anak-anak kelaparan disebagian belahan dunia lain. Nanti bagemana kalo
kejadian di Indonesia?

Monsanto.com dibawah ini sudah punya komitmen sustainable agriculture
ceunah. mereka sudah aware tentang demand semakin meningkat n' resources yg
terbatas. People around the world depend on agriculture and the hard work of
farmers for their most basic needs. With global population expected to grow
by 40 percent in the next few decades, agriculture will need to become more
productive and more sustainable in order to keep pace with rapidly
increasing demands. 

Monsanto mah pan perusahaan Amrik. nah Indonesia bagemana?

Memang masih jauh ya 2030 tapi kalo begini- begini saja nanti bakal riweuh
kasian anak cucu atuh. untuk makan aja susah nanti :(((.

Bagaimana Caranya Pertanian Bisa More Productive n' More Sustainable? Ada
yang berani menerima tantangan? Engineer, Researcher, dlsb.

Sumber Informasi:

Sebuah studi baru Bank Pembangunan Asia (ADB)  mengatakan kemampuan Asia
untuk mengontrol harga pangan dan menjamin ketahanan pangan jangka panjang
akan memerlukan rantai suplai pertanian ke pasar yang lebih efisien.

Bindu Lohani, wakil presiden ADB, mengatakan Senin (10/12) bahwa Asia
menghadapi tantangan berat untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan lima miliar
orang menjelang tahun 2030.

Studi itu mencatat, biaya energi, tenaga kerja dan kebutuhan pertanian
seperti pupuk dan benih masih merupakan hal penting dan dapat dengan cepat
meningkatkan harga pangan eceran.

Laporan itu lebih jauh mengatakan tidak ada cara sederhana untuk mengatasi
masalah harga pangan yang meningkat, dan tidak ada pendekatan "yang berlaku
bagi semua" yang bisa diterapkan.  Wilayah Asia yang sangat berbeda dari
satu zona lainnya memerlukan solusi yang disesuaikan dengan keadaan
setempat.

 

Sumber:
http://www.voaindonesia.com/content/adb-ketahanan-pangan-asia-bergantung-pad
a-modernisasi-rantai-pasar/1561707.html

 

Industri pertanian menyediakan pangan bagi populasi global yang berkembang.
Setiap tahun dunia menghasilkan pangan kira-kira empat miliar ton. Antara
sepertiga hingga separuh dari pangan itu berakhir menjadi limbah, menurut
laporan LSM Institution Mechanical Engineers di Inggris.
 
LSM itu mengatakan negara-negara Asia Tenggara, misalnya, kehilangan
produksi berasnya kira-kira 37-80 persen dari total produksi. Kebanyakan
beras yang hilang itu dapat ditelusuri dari bagaimana beras dipanen,
disimpan dan diangkut, kata salah seorang penulis laporan itu, Colin
Brown."Pangan selalu akan membusuk, jadi kita harus menjaganya agar tetap
kering, tetap dingin, dan harus diangkut dan digunakan sesegera mungkin.
Jadi menurut saya jika tidak memiliki infrastruktur, tidak ada kereta api,
tidak ada pengiriman, maka akan mengakibatkan kerusakan pangan setiap kali
diangkut," paparnya..
 
Di negara-negara maju, seperti di Eropa dan Amerika, menurut laporan itu,
praktek pertanian yang lebih efisien memastikan pangan yang diproduksi itu
dapat lebih banyak mencapai konsumen. Tetapi, laporan itu mengklaim jutaan
ton pangan terbuang karena melampaui masa kadaluwarsanya, atau bahkan
kadang-kadang karena tidak sampai sama sekali ke rak-rak supermarket.
 
Banyak lembaga bantuan dan yayasan amal menanggapi laporan yang menyoroti
besarnya pangan yang terbuang ketika jutaan orang menderita kekurangan gizi.
 
Lembaga bantuan Save the Children mengatakan, ada cukup pangan di dunia
untuk memberi makan setiap anak - tetapi masih ada 2,3 juta anak meninggal
akibat kelaparan setiap tahunnya.
 
Populasi global diperkirakan akan mencapai puncaknya sebesar 9,5 miliar
orang pada tahun 2075. Laporan itu menyimpulkan bahwa mengurangi pemborosan
harus menjadi bagian dari rencana untuk memenuhi permintaan kebutuhan pangan
dunia.

 

Sumber:
http://www.voaindonesia.com/content/lsm-inggris-separuh-pangan-dunia-jadi-li
mbah/1585428.html 

People around the world depend on agriculture and the hard work of farmers
for their most basic needs. With global population expected to grow by 40
percent in the next few decades, agriculture will need to become more
productive and more sustainable in order to keep pace with rapidly
increasing demands. 

Sustainable agriculture is at the core of Monsanto. We are committed to
developing the technologies that enable farmers to produce more crops while
conserving more of the natural resources that are essential to their
success.   

Producing more. Conserving more. Improving lives. That's sustainable
agriculture. And that's what Monsanto is all about. 

Sumber: http://www.monsanto.com/whoweare/Pages/our-commitments.aspx 

 

nuhuuuns,

mang asep kabayan

www.dkabayan.com

ti urang, ku urang, keur balarea

 

Kirim email ke