Anu panganyarna ti Muhamaddiyah: kaabotan, cenah:

http://nasional.kompas.com/read/2012/09/07/09330267/Din.Muhammadiyah.Keberatan.Fatwa.Sesat.Syiah

Sumberna masih ti detik.com

manar


2013/5/2 Ki Hasan <[email protected]>

> **
>
>
> Akhir Manis Polemik Fatwa MUI Jatim tentang Kesesatan Syiah di Harian
> Republika<http://www.lppimakassar.com/2012/12/akhir-manis-polemik-fatwa-mui-jatim.html>
> Senin, Desember 10, 2012  LPPI Makassar  No 
> comments<http://www.lppimakassar.com/2012/12/akhir-manis-polemik-fatwa-mui-jatim.html#comment-form>
>   <http://www.csharpaspnetarticles.com/>
>
>    Polemik penyikapan Fatwa MUI Jatim tentang kesesatan Syiah bermula
> ketika KH. Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat, Baca:
> http://www.lppimakassar.com/2012/11/mui-pusat-mengesahkan-dan-mendukung.html)
> menulis dukungan beliau terhadap Fatwa MUI Jawa Timur dan MUI Sampang
> tersebut di Harian Republika Kamis, 8 November 2012 dengan judul "Menyikapi
> Fatwa MUI Jatim" (Baca:
> http://www.lppimakassar.com/2012/11/menyikapi-fatwa-mui-jatim.html) yang
> kemudian dijawab oleh Jalaluddin Rakhmat dengan menulis artikel bantahan di
> harian yang sama dengan judul "Menyikapi Fatwa tentang Fatwa" (10/11/2012)
> yang sangat melecehkan ulama-ulama di Majelis Ulama Indonesia Pusat dan
> Daerah.(Baca:
> http://www.lppimakassar.com/2012/11/jalaluddin-rakhmat-melecehkan-majelis.html
> )
>
>  Berikutnya opini jawaban Jalaluddin Rakhmat ini ditanggapi oleh KH.
> Tengku Zulkarnain dengan judul "Akar Masalah Yang Diabaikan" (13/11/2012)
> yang pada intinya menyimpulkan bahwa salah tembak jika memakai peluru
> Risalah Amman untuk membunuh fatwa MUI Jatim dan MUI Sampang tentang
> kesesatan Syiah. (Baca:
> http://www.lppimakassar.com/2012/11/pukulan-ko-ulama-riau-kepada-jalaluddin.html
> )
>
>  Prof. Dr. Moh. Baharun, M.A, Ketua Komisi Perundang-undangan MUI Pusat
> kemudian ikut memberikan dukungan terhadap KH. Ma'ruf Amin di harian yang
> sama dengan judul, "Meneguhkan Fatwa-fatwa MUI" (23/11/2012).
>
>  Dua artikel terkahir akhirnya ditanggapi oleh Haidar Bagir (Direktur
> Penerbit Mizan/ Dosen di ICAS-Paramadina) dengan judul "Proporsional
> Menyikapi Fatwa" (27/11/2012) yang pada intinya berusaha mengaburkan
> masalah dan berusaha keluar dari sasaran fatwa MUI Jatim tersebut dengan
> menyebut bahwa Fatwa tersebut hanya untuk ajaran yang dibawa Tajul Muluk,
> dan juga bertaqiyah dengan menyebut bahwa *mainstream *Syiah mengharuskan
> bersikap hormat terhadap sahabat Nabi.
>
>  Namun alhamdulillah, artikel jawaban ini akhirnya ditanggapi balik oleh
> Henri Shalahuddin, MIRKH, Peneliti MIUMI dan INSIST, beliau menulis
> tanggapannya dengan judul "Amanah atau Kompromi Politis" pada Jumat, 30
> November 2012. Dalam artikel tersebut Henri mengungkap akidah asli kaum
> Syiah yang diambil langsung dari kitab-kitab induk Syiah yang diantaranya
> menjadikan laknat terhadap sahabat sebagai *taqarub ilallah, *sebagai
> bentuk ibadah kepada Allah. (Baca:
> http://www.lppimakassar.com/2012/12/fatwa-amanah-diniyah-atau-kompromi.html
> )
>
>  Artikel ini juga menjadi penutup dari polemik tentang Fatwa MUI Jatim
> dan MUI Sampang tentang kesesatan Syiah, "Dengan dimuatnya artikel ini maka
> polemik fatwa MUI Jatim soal Sampang kami akhiri" tutup Redaksi Harian
> Republika (30/11/2012).
>
>  *(*Muh. Istiqamah/*lppimakassar.com)*
>
>  
>

Kirim email ke