Ahhh biasa biasa we bah, mun aya urusan pakait freeport sok ateul wae tah si 
eta mah. Saruana jeung bule kidul lamun pakait jeung newmont.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Abbas Amien <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 25 May 2013 07:19:28 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: urangsunda<[email protected]>; kisunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] Re: [Baraya_Sunda] Re: agama sumber pacengkadan?

Ngan ukur foreward wungkul ? Manaa komentar ti kang rssyaefulna ?
Lamun diantep beuki dieu beuki tambah meuweuh meureun nu ngaahina Nabi ! Oge ka 
Allah. Mun diantep; maayoritas Muslim sarua jeung SATUJU ngalecehkeun NABI !
Jadi di na hal ieu sigana USA keur nyieun lengkaah2; nu engkena bisa wae 
naangtukeeun yeng ISLAM kudu dimusuhan ku jelema sadunya !

Mimitina ku gerakan atawa omongan ataawa samodel protes nu ngakibatkeun 
mayoritaas Islaam sarwaa salah; rek nindak salah; rek ciccing wae oge salah ! 
Jadi naon nu diajukeun ku USA sapertina ngaborogod kabebasan beragama si 
mayoritas ! Mayoritas kudu taluk ka MINORITAS !
siganaa kitu tah ....

--- On Fri, 24/5/13, rsyaifoel <[email protected]> wrote:

From: rsyaifoel <[email protected]>
Subject: [Baraya_Sunda] Re: agama sumber pacengkadan?
To: [email protected]
Received: Friday, 24 May, 2013, 2:26 PM
















 



  


    
      
      
      AS sorot kekerasan atas minoritas di Indonesia

Terbaru  24 Mei 2013 - 18:27 WIB



Jemaah Ahmadiyah dan Syiah beberapa kali menghadapi serangan dan pengusiran.



Amerika Serikat menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap kelompok 
minoritas agama di Indonesia.



Keprihatinan AS atas kekerasan pada minoritas di Indonesia disampaikan oleh 
pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, Dan Baer.



"Hal itu mengancam reputasi Indonesia dalam toleransi beragama," kata Baer 
Kamis (23/05).



Organisasi pegiat HAM Human Rights Watch mengatakan pernyataan itu adalah 
sebuah eufisme dan bahwa AS menolak mengatakan secara gamblang bahwa kekerasan 
atas nama agama semakin buruk.



"Kelompok-kelompok Islam militan semakin sering memobilisir massa untuk 
menyerang kelompok minoritas dan mereka nyaris tidak akan mendapat hukuman apa 
pun," kata HRW.



Penodaan agama

Sementara itu dalam laporan tahunan yang baru dipublikasikan, Amnesty 
Internasional mengatakan pasal penghasutan dan penodaan agama yang digunakan 
Indonesia "telah mengkriminalkan kebebasan beragama, berekspresi, berpikir dan 
berkeyakinan."



Amnesty menyebutkan masih ada enam orang yang mendekam di penjara karena 
tuntutan penghasutan dan penodaan agama.



Salah satunya adalah Klik Alexander Aan, seorang atheis yang pada Juni 2012 
dijatuhi hukuman dua setengah tahun penjara dan denda 100 juta rupiah untuk 
penghasutan setelah ia memasang pernyataan dan gambar yang oleh sebagian orang 
dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad.



Selain itu, Tajul Muluk, pemimpin komunitas Muslim Syiah dari Jawa Timur, 
dijatuhi hukuman dua tahun penjara untuk penodaan agama Pengadilan Negeri 
Sampang.Pada bulan September, hukumannya ditingkatkan hingga empat tahun pada 
pengadilan banding."Agama dan kelompok agama minoritas- termasuk Klik 
Ahmadiyah, Syiah dan Kristen- menghadapi diskriminasi, intimidasi dan serangan 
secara terus menerus. Dalam banyak kasus, pihak berwenang gagal menyediakan 
perlindungan memadai bagi mereka atau membawa pelaku ke hadapan hukum," kata 
Amnesty.Organisasi itu juga mengingatkan pemerintah Indonesia untuk menjalankan 
keputusan Mahkamah Agung pada tahun 2010 dan 2011 untuk membuka Gereja Kristen 
Taman Yasmin di Bogor dan Gereja Kristen Batak Protestan Filadelfia di Bekasi.





    
     

    
    






  









Kirim email ke