Bwahahaha aya-2 wae sigana eta Mang Mc Carthy terinspirasi carita legenda 
Lutung Kasarung feat Sangkuriang Bah Willy :D.

Dayang Sumbi pan anaknya Raja sama Babi Hutan xixixi. Raja Guruminda pan juga 
seorang Lutung Kasarung alias monyet wkkkk. 

Legenda Lutung Kasarung pan Guruminda Raja kasep "dikutuk" turun ke Bumi sama 
Sunan Ambu jadi Lutung Kasarung, si Lutung jatuh cinta sama Purbasari tea 
hehehe.

Nah kalo Legenda Sangkuriang, Dayang Sumbi lahir ketika Raja lagi berburu di 
hutan kebelet pipis ditengah hutan, pipisnya di batok kelapa, air pipisnya 
diminum sama Babi Hutan nah si Babi langsung hamil melahirkan Dayang Sumbi :D. 
Ngomon-2 itu pipis ato "pipis" xixixi. Dayang Sumbi yg keturunan Babi dan 
"Lutung" kawin sama Anjing melahirkan Sangkuriang ~ Manusia? Manusia ~ Gunung 
Tangkuban Parahu ~ Danau dalam semalam, dlsb. Fenomena alam yg unik... Bencana 
Nabi Nuh? 

Makanya Babi, Monyet, n' Anjing haram dimakan soalna eta karuhun xixixi. Banyak 
sifat-2 manusia yang alah batan/ lebih parah dari babi, monyet, jeung anjing 
hehehe.

Ngomon-2 kok Carita Lutung Kasarung n' Sangkuriang kok mirip-2 sama pendapat 
para Scientist ya? Monyet sama Babi hehehe. Coba di cek lagi jangan-2 mirip 
sama Anjing juga pan manusia suka menirukan Anjing tea... Makanan dikasi nama 
Hot Dog, jurus intercourse juga pan Doggie Style hehehe. 
 
nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: "Waluya" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 08 Jul 2013 12:00:33 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Urang Sunda] Fw: Manusa, Hibrida Simpanse jeung Babi?

Manusa cenah hibrida simpanse jeung babi ...hehehe, nyanggakeun wartosna:

Manusia Berasal dari Hibrida Simpanse dan Babi?
Penulis : Yunanto Wiji Utomo Senin, 8 Juli 2013 | 10:45 WIB

KOMPAS.com — Ini mungkin terdengar gila dan tidak masuk akal. Namun, seorang 
pakar genetik bernama Eugene McCarthy mengatakan bahwa asal usul manusia adalah 
hibridisasi simpanse dengan babi. 

McCarthy mengungkapkan, pandangannya didasarkan pada karakteristik anatomi 
manusia, bukan genetik. Menurutnya, ada banyak ciri anatomi manusia yang tidak 
ditemukan pada primata lain, termasuk simpanse yang dikatakan paling dekat 
kekerabatannya dengan manusia.

Dalam makalah berjudul "Are We Hybrid" yang diunggah di situs 
macroevolution.net, McCarthy mengatakan bahwa salah satu ciri itu adalah warna 
mata. Warna mata hijau, biru, dan coklat tidak ditemukan pada simpanse dan 
orangutan. Cuma ada satu kasus bahwa gorila punya mata biru. 

Ciri lain adalah hidung. Hidung manusia punya daging dan terlihat mancung. Ciri 
ini juga tak ditemukan pada simpanse yang memiliki hidung rata dan tanpa 
kartilago lateral ataupun pada kera lainnya. 

Ada juga cekungan di atas bibir disebut philtrum serta beberapa ciri organ lain 
yang lebih rumit seperti struktur multipiramida ginjal, absennya tulang penis, 
dan adanya melanoma.

McCarthy mengatakan, munculnya ciri-ciri manusia yang tak ditemukan pada kera 
lain adalah tanda bahwa manusia punya "orangtua" lain selain primata. 
Menurutnya, "orangtua" lain itu adalah babi.

Warna mata biru, hijau, dan lainnya, misalnya, mudah ditemukan pada babi. 
Sementara itu, babi juga punya hidung yang berdaging. Proses perkembangan bibir 
babi juga mirip, disertai dengan adanya celah pada bibir atas, yang pada 
manusia kemudian menutup membentuk philtrum.

McCarthy mengakui, memang sulit menerima hal tersebut dengan pengetahuan saat 
ini, misalnya dengan wawasan genetik bahwa jumlah kromosom simpanse dan babi 
berbeda sehingga tak mungkin melakukan hibridisasi.

Namun, menurut McCarthy, ada banyak hal yang belum diketahui saat ini. Pendapat 
bahwa hewan dengan kromosom yang berbeda tak bisa melakukan hibridisasi dan 
menghasilkan keturunan yang subur hanyalah generalisasi. 

Sejauh ini, belum ada bukti pula bahwa persilangan antar-mamalia adalah 
mungkin. Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa persilangan itu tak mungkin, itu 
cuma prasangka. Pada ikan, ada banyak bukti bahwa persilangan antarspesies 
mungkin.

Satu bukti penguat lagi yang mendukung bahwa manusia adalah hibrida kera dan 
mamalia non-kera adalah karakteristik manusia yang secara umum infertil. 
Menurut ilmuwan, hibrida antar-spesies menghasilkan keturunan infertil.

Bukti infertilitas adalah pada sperma manusia. Menurut McCarthy, sperma manusia 
sebenarnya "abnomal" bila dibandingkan dengan kera lainnya. Lalu, meskipun 
manusia bisa menghasilkan banyak sperma, banyak di antaranya sebenarnya tak 
berfungsi. 

Spesies manusia, kata McCarthy, bisa berkembang karena tidak semua hasil 
persilangan antar-spesies infertil. Ada beberapa yang subur dan mampu 
berkembang biak, baik dengan yang sama-sama hibrida, maupun yang sejenis dengan 
orangtuanya.

Hasil hibridisasi lewat proses evolusi terus berkembang, demikian juga dengan 
kesuburannya. McCarthy mengatakan, mungkin pada awalnya hibrida babi dan 
simpanse memang rendah punya kesuburan rendah. Namun, dengan jutaan tahun 
evolusi, kesuburan ditingkatkan.

Proses persilangan antara simpanse dan babi sendiri hingga menghasilkan spesies 
manusia, jika benar, maka berlangsung jauh lebih rumit dari yang dibayangkan. 
Ini bukan berarti sekali persilangan kemudian menghasilkan hibrida yang bisa 
berkembang menjadi manusia.

Proses persilangan tentu pernah mengalami kegagalan yang dalam hal ini 
menghasilkan keturunan infertil. Proses ini juga disertai dengan backcrossing, 
dalam hal ini hibrida kawin dengan hewan yang sejenis dengan orangtuanya. 

McCarthy terus mencari bukti-bukti yang mendukung asal usul manusia seperti 
dalam pandangannya. Ia mengatakan, ilmuwan saat ini terlalu tergantung pada 
genetika. Padahal, analisis genetik punya keterbatasan karena tak mampu 
menggambarkan adanya persilangan kera dan spesies lain di masa lalu.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

http://sains.kompas.com/read/2013/07/08/1045066/Manusia.Berasal.dari.Hibrida.Simpanse.dan.Babi.



Kirim email ke