Teeeeerhaaaaaaaruuuuuu :). nuhuuuuns Bang. peri peri inspiring :).

 

nuhuuuns,

mang kabayan

www.udarider.com

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of myzelf
Sent: Monday, July 01, 2013 4:57 PM
To: [email protected]
Subject: [alumni-ipb] True Love

Suatu hari seorang pria tua berpakaian sederhana memasuki sebuah
showroom otomotif. Salah seorang tenaga penjual bernama John berdiri dan
menghampirinya, "Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?"

Laki-laki tua itu menjawab bahwa dia membutuhkan mobil seken yang kecil,
sebuah mobil yang sederhana karena dia hanya memiliki anggaran yang
terbatas.

John membawa orang tua tersebut ke garasi yang terletak di belakang
showroom, di sana semua mobil seken dan berukuran kecil dipajang.
Mobil-mobil tersebut mungkin sesuai dengan budget pria tua tadi. 

Pada saat berkeliling untuk memilih mobil yang cocok, orang tua tadi
menjelaskan kepada John mengapa dia ingin membeli mobil.

"Sebenarnya mobil yang akan saya beli adalah untuk istri saya. Selama 30
tahun
lebih istri saya ingin punya mobil kecil. Mobil yang bisa dikendarai ke
supermarket dan ke rumah teman-temannya. Tapi, saat itu adalah masa-masa
sulit
dan saya tidak mampu beli mobil. Seiring waktu berlalu, istri saya berhenti
meminta mobil," cerita pria tua itu.
"Minggu lalu ia jatuh sakit. Dokter mengatakan istri saya menderita kanker
dan
umurnya tinggal beberapa bulan lagi. Jadi, saya memutuskan untuk menggunakan
tabungan saya untuk membelikannya mobil, supaya ia setidaknya bisa menikmati
beberapa bulan sisa hidupnya mengendarai mobilnya sendiri, sebelum dipanggil
menghadap Tuhan," imbuhnya lagi.

Hati John tersentuh mendengar kisah tersebut. Ia berjanji pada dirinya
sendiri
bahwa suatu hari, ia juga akan menjadi suami yang baik sampai akhir hayat
hidupnya.

Setelah beberapa lama berkeliling, pria tua itu akhirnya menjatuhkan
pilihannya pada sebuah mobil kecil berwarna hijau gelap. "Istri saya bakal
menyukai mobil ini. Kecil, mudah dikendalikan, memiliki semua fitur yang ia
inginkan dan ini
adalah warna favoritnya!"

Lalu dia berkata pada John bahwa dia akan memberikan kejutan pada istrinya.
"Saya akan mengajak istri saya ke sini besok dan berpura-pura melihat-lihat
mobil. Kalau Anda melihat saya besok, berpura-puralah seakan kita belum
pernah
bertemu sebelumnya, dan layani saya persis seperti Anda pertama kali
melayani
saya. Lalu, saya akan memberikan kejutan pada istri saya dengan mengatakan
bahwa saya sudah membelikan mobil untuknya, oke?
John berkata, "Oke, akan saya ikuti rencana Anda. Terima kasih, Pak Brown,
saya nantikan kunjungan Anda beserta istri besok." 

Setelah orang tua itu
pergi, John menceritakan kejadian ini pada rekan-rekan kerja yang lain.
Mereka
juga tersentuh.

Pada hari berikutnya, seperti yang sudah direncanakan, pria tua itu datang
bersama istrinya. Sesudah mereka masuk bergandengan tangan ke dalam
showroom, John memberi salam dengan gembira kepada mereka dan berpura-pura
belum mengenal
laki-laki tua itu. Tetapi, sewaktu istrinya sedang tidak melihat, John
mengedipkan matanya padanya seakan berkata, "Semuanya beres."

Laki-laki tua itu berpura-pura menjelaskan kepada John bahwa mereka ke
showroom
ini untuk melihat-lihat dan ia menjelaskan tipe mobil yang mereka inginkan.
Sang
istri berkata pada John, "Saya tidak mengerti mengapa suami saya tiba-tiba
mengajak saya ke sini. Kami tidak punya rencana untuk beli mobil. Kami
bahkan
tidak mampu membayarnya!"

John mengantar pasangan tersebut ke garasi di belakang showroom. Sewaktu
mereka
melihat-lihat, pria tua itu mencari mobil hijau gelap yang sudah ia pesan
dan
bayar kemarin. Tapi, mobil itu sudah tidak ada di sana! Ia bertanya pada
John, "Apakah hanya ini mobil-mobil yang Anda miliki? Apakah tidak ada yang
lain
lagi?"

"Tidak ada lagi, Pak. Ini semua yang kami miliki, mobil-mobil inilah yang
sesuai dengan budget bapak."

"Apakah BENAR-BENAR hanya ini semua mobil yang Anda miliki? Tidak ada lagi?"

ulangnya lagi.

"Tidak ada pak. Hanya ini semua yang kami miliki. Tidak ada lagi," jawab
John.

Orang tua itu mulai panik. Ia berkata pada dirinya sendiri, "Saya telah
membayar penuh untuk mobil itu. Tapi, sudah tidak di sini dan John
mengatakan hanya ini yang ia miliki! Jadi, di mana mobil saya dan apa yang
terjadi dengan uang yang sudah saya bayarkan padanya?" Lebih parah lagi, ia
tidak bisa
bertanya langsung pada John, "Dimana mobil saya?" Orang tua itu benar-benar
khawatir.

Setelah beberapa lama berjalan ke sana ke mari, John menyarankan mereka
kembali
ke dalam showroom untuk berteduh dan minum karena udara di garasi mulai
panas dan tampaknya tidak ada mobil yang cocok dengan keinginan mereka. Pria
tua itu
menjawab, "Tidak, saya ingin berkeliling lagi."

Istrinya berkata, "Tidak apa-apa sayang, mereka tampaknya tidak memiliki
mobil yang kita cari. Mari kita ke dalam, saya lelah."

Dengan lesu, si orang tua mengikuti John dan istrinya kembali ke showroom.
Ia
khawatir, bingung, dan marah dalam waktu yang bersamaan, tetapi tidak bisa
menunjukkannya!

Sewaktu mereka duduk sambil menikmati minuman di showroom, sang istri
bercakap-cakap dengan gembira pada John, tapi si orang tua itu sedang tidak
ingin untuk bercakap-cakap. Ia terlalu bingung dan tengah berpikir tentang
apa
yang harus ia lakukan selanjutnya.

Tiba-tiba istrinya berseru, "Itu mobil yang sangat bagus!" Si orang tua
menoleh ke arah istrinya menunjuk. Di sana ada sebuah mobil kecil berwarna
hijau gelap seperti yang sudah ia pilih sehari sebelumnya, bedanya mobil ini
masih baru. Bahkan, mobil tersebut diletakkan di podium berputar dan
diberikan pita
besar. "Ini tidak mungkin mobil yang sudah saya beli! Mobil yang saya beli
itu
mobil bekas, berdebu, dan ada di garasi belakang. Sedangkan ini mobil baru,"
katanya dalam hati.

"Ini terlalu mahal sayang, ini mobil baru," dia mengingatkan istrinya.
"Tidak apa-apa. Masuk saja ke dalamnya, duduk dan rasakan," kata John.

Sang istri tampak ragu-ragu. "Mari silakan." John menuntun tangan istri pria
tua itu menuju podium, lalu membukakan pintu mobil untuknya.
Sang istri masuk ke dalam mobil, duduk dengan nyaman dan mengangkat
tangannya
untuk memegang kemudi. 

Kemudian ia berteriak, melompat keluar dari mobil, dan berlari ke arah
suaminya untuk memberinya pelukan hangat. "Terima kasih,
terima kasih banyak, sayang! Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan!"

Pria tua itu kaget dan bingung. Apa yang sedang terjadi?

Lalu, istrinya mengambil kartu besar dari kemudi mobil. Di kartu itu
tertulis:

"SELAMAT, Nyonya Brown,
Anda adalah pemilik khusus mobil cantik ini!

SELAMAT

Terutama karena Anda memiliki seorang suami yang
SUNGGUH-SUNGGUH SANGAT MENCINTAI ANDA!"

John dan seluruh tim penjual amat tersentuh oleh kisah pria tua itu sehingga
mereka sepakat melakukan pekerjaan ekstra untuk memberikan kejutan kepada
pasangan yang saling mencintai ini. Mereka semua kerja lembur malam itu
untuk
mencuci mobil tersebut, memoles catnya, mengikatkan pita besar, dan membuat
kartu ucapan "SELAMAT" yang besar.

Istri pria tua itu melompat-lompat gembira. Pria tersebut tersenyum lebar.
Tidak hanya itu, sewaktu pasangan tersebut mengendarai mobil kecil yang
sudah mengilap tadi keluar dari showroom, setiap staf berbaris di pintu
depan showroom untuk memberikan tepuk tangan meriah dan hangat. Tepuk tangan
yang berasal dari hati. Pasangan bahagia itu dengan bangga melambaikan
tangan kepada para staf sambil mengemudikan mobil keluar meninggalkan
showroom.
Ada beberapa wajah yang berlinang air mata di antara para staf yang berbaris
pada pagi itu, tetapi di bibir mereka tersungging senyuman.

(James Gwee T.H., MBA.)
* Kisah ini terinspirasi dari buku Fish! Tales karangan Stephen C. Lundin.

"True love doesn't come to you, it has to be inside you." Julia Roberts


Myzelf



<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke