Sedih yg ditulis Bang Cules...Unocal mau bangun Geothermal malah ngak boleh... 
Potensi Geothermal berlimpah ngak dimanfaatin, harusnya kita yang jualan 
listrik eeeeh malah kebalik... Kabuyutan simbol Karesian/ Guru/ Pendidikan 
Moral n' Spiritual malah mau ditenggelamin... Rusaaaaak ini negara :((. Kwalat 
nih para penentu kebijakannya :((.

Prof E. Gumbira Sa'id segitiga kehidupan yang critical itu ada tiga Mamang 
inget banget pas beliau menulis di papan tulis, "PANGAN, ENERGY, dan MORAL". 
Pangan dan Energy harusnya kita berlimpah tapi karena Moral-nya jeblok hal itu 
tercermin dari Corruption Perception Index yang jeblok score 3 (buruk) dari 10 
berarti yg terbersih. Maka ya rusak sudah semuanya. 

Pikukuh Karuhun/ Leluhur sederhana saja, "Gunung teu meunang dilebur, lebak teu 
meunang diruksak, dan buyut teu meunang dirempak". Gunung tidak boleh 
dihancurkan (Gunung sumber energi/ Geothermal dan sumber mata air dari hutan yg 
lestari tidak boleh dihancurkan, Lebak/ Daerah Aliran Sungai sumber air untuk 
pangan/ saluran irigasi pengairan tidak boleh dirusak, dan Buyut/ Kabuyutan/ 
Aturan Moral n' Spiritual tidak boleh dilanggar.

Ini Negara melalui Presidennya SBY dan Menteri PU mengumumkan tgl 1 Oktober 
2013 bertepatan dengan Kesaktian Pancasila malah mau menenggelamkan lebih dari 
25 Kabuyutan Simbol Penjaga Moral n' Spiritual. Kita tidak bicara mistis 
kabuyutan Sakti aaah tidak sakti biasa saja malah Sederhana namun Bermakna 
yaitu penjaga Moral n' Spiritual yg sangat menentukan kemajuan suatu negara. 
Itumah Common Sense/ Akal Sehat saja.

When Common Sense Doesn't Work There Must Be Some Thing Hidden! Itulah yg 
terjadi sekarang Kabuyutan ditenggelamkan Akal sehat ikut terkubur n' 
tenggelam, ancur sudah negara karena terlalu banyak hidden agenda, Jang ka 
Imah... Ceu Kokom a.k.a Komisyoooong :((.

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: Soeprijanto Susilo Atmodjo <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 29 Aug 2013 05:24:11 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: <[email protected]>
Subject: HAL: Re: [Senyum-ITB] Re: [IA-ITB] Indonesia beli Listrik???

Itu sungai mata air dari wilayah Indonesia,mengalir ke Serawak jadi Plta 
....dijual balik ke wil Kal bar dalam bentuk energi listrik,dijual USD 18Sen 
USD/kwh atau rp 1800/kwh
Pola ini sama dengan pola bisnis migas,batubara,pasir besi,pasir 
timah....bahkan garmen......harga bahan mentah dg added value nol,dijual murah 
jangkapanjang ke LN...kembali ke Indon dg add value barang jadi/setengah jadi 
yg dibeli dg USDolar yg menguras devisa...kalau dollar menguat....menkeu puyeng 
bikin paket obat pengurang rasa puyeng,tapi sumber puyengnya tidak pernah 
disentuh.




Terkirim dari tablet SamsungGatot Aristo <[email protected]> 
menulis:Memang kualik2 mikirnya. Beli dari LN lbh mahal dari DN (mental
penjajah?). Gak mau bangun Pembangkit sendiri tp lbh senang dapat
subsidi 100T/tahun dari Pemerintah (bgm nih?). Ada apa dg PLN dan
ESDM?
Salam bingung.

Pada tanggal 28/08/13, Sugeng Setyadi <[email protected]> menulis:
> Numpang tanya kalau biaya produksi listrik dng pembangkit diesel brp ya?
>
> Sent from my iPad
>
> On 28 Agu 2013, at 13:36, [email protected] wrote:
>
> Mengingat lokasi permukiman warga Kalimantan utara yg msh terisolasi dari
> jangkauan pLN maka pembelian listrik dari Serawak ini dpt diterima. Namun yg
> membuat frustasi adalah mengapa pLN membeli listrik swasta asing dari PLTA
> ini dgn harga 18 cent USD / kWh? Sementara kalo beli dari swasta nasional
> maksimum dgn harga 9 cent USD / kWh. Apa tarif tsb sdh disetujui olh ESDM ?
>
> Salam frustasi,
> DjPur
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 28 Aug 2013 05:54:53 +0000
> To: [email protected]<[email protected]>; Senyum
> ITB<[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: [Senyum-ITB] Re: [IA-ITB] Indonesia beli Listrik???
>
>
>
> Mas Kar, Bang Berlin dan para sesepuh alumni ysh,
>
> Waduh, ini temen2 di PLN gimana ya?? Kok listrik aja beli??? Sumber listrik
> di negara kita berlimpah-limpah.
> Apakah sebaiknya semua listrik ke rumah2 pakai solarsell?
> Mestinya dirut PLN Nur Pamudji sosialisasi, suply listrik ke rumah2 PLN
> sudah Hands up.
>
> Salam,
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: ES <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Tue, 27 Aug 2013 22:26:39
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [IA-ITB] Indonesia beli Listrik???
>
> MENGHARUKAN...SUDAHLAH SMUA IMPOR SAJAH KLO BGITUH...
>
>
>
> ________________________________
> From: "Sitanggang, Hercules" <[email protected]>
> To: "[email protected]" <[email protected]>; Senyum ITB
> <[email protected]>
> Sent: Wednesday, August 28, 2013 12:11 PM
> Subject: [IA-ITB] Indonesia beli Listrik???
>
>
>
>
> http://finance.detik.com/read/2013/08/28/115226/2342855/1034/indonesia-dibantu-adb-beli-listrik-dari-malaysia?f9911013
>
>
>
> Melihat berita ini, apakah DI, maupun Pamuji tidak malu?
>
> Kenapa tidak bangun Pembangkit tenaga batubara saja ? dan minta kuota batu
> bara?
> Dari pada, batubara nya di jual ke China/ Malaysia, lalu di import dalam
> bentuk listrik. Apakah nilai tambah nya jadi ke luar, dan ada selisi devisa?
>
>
> Hercules SI84
>
> Indonesia Dibantu ADB Beli Listrik dari Malaysia
> Angga Aliya- detikfinance
> Rabu, 28/08/2013 11:57 WIB
> Jakarta- Pemerintah menggandeng Bank Pembangunan Asia (Asian Development
> Bank/ADB) membangun saluran transmisi listrik lintas negara yang
> menghubungkan Kalimantan Barat dengan Sarawak, Malaysia. Saluran ini akan
> menyediakan listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) ke 8.000 rumah
> tangga.
>
> "Kesepakatan ini merupakan wujud kerjasama jangka panjang dengan negara
> tetangga, dan sebuah langkah maju bagi terciptanya interkonektivitas
> ASEAN,Z" ujar Kepala Perencanaan Sistem Perusahaan Listrik Negara (PLN), I
> Made Ro Sakya, dalam keterangan tertulis,
> Senin (28/6/2013).
>
> Saat ini PLN menggunakan bahan bakar minyak untuk mengoperasikan pembangkit
> listrik di Kalimantan Barat. Hal ini menyebabkan harga listrik di kawasan
> tersebut menjadi mahal, mencapai 25 sen USD per kilowatt-jam (kWh).
>
> Dalam perjanjian kerjasama listrik yang disepakati dengan Sarawak, harga
> listrik di Kalimantan Barat dapat ditekan menjadi 18 sen US$/per kWh,
> sedangkan emisi karbon dioksida dari penggunaan pembangkit listrik tenaga
> minyak dapat dikurangi menjadi 400.000 ton
> per tahunnya sampai dengan 2020.
>
> Proyek ini akan membangun jaringan transmisi sepanjang 145 kilometer,
> pengembangan gardu distribusi dan satu gardu induk untuk menjamin pasokan
> listrik yang memadai di Kalimantan Barat.
>
> Selain itu, jaringan transmisi bertegangan tinggi and gardu induk lintas
> batas sepanjang 83 kilometer akan menghubungkan jaringan listrik Kalimantan
> Barat dengan Sarawak. Diperkirakan listrik sebesar 230 megawatt per jam
> dapat mengaliri jaringan tersebut.
>
> "Ini adalah kerjasama yang saling menguntungkan. Kalimantan Barat
> mendapatkan pasokan energi ramah lingkungan dan memiliki pilihan sumberdaya.
> Sarawak dapat mengekspor listrik tenaga airnya yang pertama," ujar Spesialis
> Energi ADB, Sohail Hasnie.
>
> Melalui proyek interkoneksi ini, PLN diperkirakan akan dapat menghemat $100
> juta per tahun melalui pengurangan penggunaan bahan bakar minyak untuk
> pembangkit listriknya.
>
> Selain pinjaman sebesar $49,5 juta, ADB juga akan mengelola pinjaman sebesar
> $49,5 dari badan pembangunan Perancis Agence Française de Dévelopment (AFP),
> serta hibah sebesar $2 juta dari Dana Multidonor untuk Energi Bersih
> (Multi-Donor Clean Energy Fund) yang
> merupakan bagian dari Fasilitas Kerjasama Pembiayaan untuk Energi Bersih
> (Clean Energy Financing Partnership Facility).
>
> Saat ini pula, ADB sedang menyiapkan pinjaman proyek yang kedua, untuk
> membiayai saluran transmisi yang berada di Malaysia. Kedua negara sepakat
> untuk menuntaskan pembangunan ini pada bulan Desember 2014, agar dapat
> beroperasi pada 1 Januari 2015.
>
> ADB, yang berkedudukan di Manila, bertekad untuk mengentaskan kemiskinan di
> kawasan Asia dan Pasifik melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif,
> berkelanjutan bagi lingkungan, dan terintegrasi secara regional.
>
> Berdiri pada 1966, ADB dimiliki oleh 67 negara, 48 di antaranya berada di
> kawasan Asia-Pasifik. Pada 2012, bantuan ADB di kawasan ini mencapai US$
> 21,6 miliar, termasuk pembiayaan bersama sebesar US$ 8,3 miliar.
>
>
>
>
>
>
>
>
> Santos Ltd A.B.N. 80 007 550 923
> Disclaimer: The information contained in this email is intended only for the
> use of the person(s) to whom it is addressed and may be confidential or
> contain privileged information.
> If you are not the intended recipient you are hereby notified that any
> perusal, use, distribution, copying or disclosure is strictly prohibited.
> If you have received this email in error please immediately advise us by
> return email and delete the email without making a copy. Please consider the
> environment before printing this email
>
>
> Reply via web post Reply to sender
> Reply to group Start a New Topic
> Messages in this topic (2)
> RECENT ACTIVITY: New Members 3
> Visit Your Group
> ***
>
> Senyum-ITB wow! Ajak teman-teman bergabung :-)
> Klik
>

Kirim email ke