ISLAM POLITIK

Dalam kamus umat islam, kata kekhalilafahan merupakan meteor kekuasaan yang 
telah mencatat eksistensinya dalam sejarah dunia, yang sangat disanjung-sanjung 
dan menjadi kebanggaan tersendiri terhadap umat agama itu, terutama sekali para 
politikus sekarang ini yang mengusung jargon agama dalam percaturan politik 
yang berambisi untuk mengembalikan agama sebagai ruh kekuasaan dan 
mengembalikan esensi yang dicapai dinasti-dinasti islam (baca; kekhalifahan) ke 
ranah politik masa kini. Secara historis, hal apapun yang disangkut-pautkan 
dengan agama memang sangat ampuh, tak terkecuali dalam hal perpolitikan dan 
kekuasaan. Ideologi islam politik mendapatkan label suci dalam kariernya, 
sehingga simpati massa islam yang selama ini terjerembab dalam keputus-asaan 
dan kejudesan akibat dari semakin kompleksnya kehidupan dan terpojoknya posisi 
agama, begitu deras mengalir menampakkan kebangkitannya kemudian mereka claim 
sebagai misi religi atau tuntutan dari kewajiban umat dengan mengangkat
 panji-panji agama. Sehingga fenomena-fenomena yang timbul sekarang ini, 
seperti demonstrasi anti barat, anti amerika, anti Israel, dan gerakan unjuk 
rasa solidaritas terhadap masyarakat irak dan kaum islam terjajah, dengan 
menampilkan trend agama sebagai isu politik, dianggap sebagian dari ajaran 
agama, membela agama, tuntutan agama terhadap penganutnya, jihad, dan mendapat 
pahala. 



Ironisnya, pemahaman agama yang -menurut saya- sudah tidak relevan lagi bagi 
masyarakat muslim saat ini, menjadi harga mati terhadap solusi kehidupan, 
disaat semakin termarginalnya dunia islam, semakin meng-kronisnya 
kendala-kendala hidup yang menimpa umatnya, dan lemahnya dunia islam dihadapan 
amerika dengan standar gandanya. Praktis, fase-fase itu begitu menjengkelkan 
dan memposisikan masyarakat muslim semakin putus asa, dan terkalahkan. 
Akhirnya, label agamapun di-replay dan direkonstruksi sebagai the one of 
solution untuk diketengahkan dalam percaturan perpolitikan, social budaya, 
ekonomi dan sekte riil kehidupan manusia.



Perselingkuhan agama dengan politik, yang diemplementasikan sebagai azas 
politik praktis oleh sebagian partai islam sekarang ini, patut kita diskusikan 
lagi. Lebih lanjutnya, kita pertanyakan kembali kepada hukum islam (syariat 
islam), apakah agama sendiri dalam kapasitasnya menuntut umatnya untuk 
menjadikan agama sebagai tameng politik, apakah hukum islam mewajibkan untuk 
menegakkan sistem pemerintahan yang berbasis perpolitikan seperti ini, adakah 
tuntutan-tuntutan macam itu, atau dalam gaya klasik bisa dikatakan, bahwasanya 
kekuasaan harus menampilkan agama sebagai pirantinya, seperti halnya dinasti 
kekuasan islam klasik (khilafah islamiyah)?

Penulis merasa tertarik untuk mengkaji kembali opini tentang fenomena 
berpolitik secara islami, atau politik yang mengusung bendera agama, mentaati 
pemerintahan yang berazaskan islam, adakah taklif mendirikan negara islam 
secara umum?



Politik islam yang berideologi menerapkan hukum islam dalam ketata-negaraan, 
singkat kata, adalah negara islam yang dulu terwakili dalam format 
kekhilafahan. Sebenarnya, adakah tuntutan atau ajaran yang mewajibkan tegaknya 
negara islam ?



Sebuah perdebatan panjang tentang kekuasaan, yang akhirnya menampakan agama 
sebagai alat untuk merebut kekuasaan itu sendiri. Apakah hal itu terjadi dengan 
mengeksploitasi ajaran-ajaran agama, atau hanya akal-akalan belaka. Apakah 
keberadaan perpolitikan Islam sendiri termotivasi oleh wahyu tuhan yang turun 
ke bumi atau akal budi dan pekerti manusia. Lebih jauh lagi, apakah legalitas 
agama terhadap sistem pemerintahan itu bersifat secara ideologi atau hanya 
praktikal saja secara syariat Islam. Bagaimana kedudukan wahyu dan akal manusia 
dalam koridor perpolitikan.



 

Apakah sampai pada tataran seperti ini agama akan terus ikut campur dalam hidup 
manusia, lalu dimana letak kreatifitas manusia dan otoritas akal, akankah ia 
selalu dibayang-bayangi geliat dogma agama, yang kemudian ia seakan-akan terus 
memasung nalar, mendikte kenyataan, memanipulasi ideologi, dimanakah letak 
kebebasan manusia??



Secara teoritis, kebebasan adalah sebuah klimaks atau ujung dari proses 
bernalar dan beranalogi. Kebebasan yang unlimited (al-hurriyah al-la 
mutanahiyyah) sebagai `ashr tanwir untuk menafsirkan problematika manusia 
semisal perihal-perihal realita hidup, politik, ekonomi, dan sebagainya. 
Kebebasan merupakan naluri dan natural, yang merupakan puncak dari proses 
berfilsafat, tapi akankah ia akan menjadi terpasung oleh agama, sehingga ia 
harus terus diatur sampai hal-hal kecil. Apakah benar ada pertentangan 
�al-tanaqudh- antara agama dengan filsafat yang dalam hal ini tentang akal dan 
kebebasan.



Ruang filsafat sendiri telah banyak membahas tentang perihal ini. Kita ketahui 
bahwasanya paradigma perpolitikan kian lama kian larut dalam kontrol agama 
sekarang ini. Isu-isu religi menjadi spirit dalam tarik ulur kekuasaan. Sebuah 
fakta, dan sebuah usaha setelah desentralisasi politik Islam yang ditandai 
dengan runtuhnya kekuasaan islam (khilafah) untuk menampakkan isu agama kembali 
hadir kembali di kancah politik.



Berbicara tentang politik, tidak bisa terlepas dengan filsafat. Karena hal 
tersebut sangat erat kaitanya. Walaupun ia sendiri tidak berkecimpung dalam 
proses perpolitikan �al-fi`lu as-siyasi- bahkan sangat menjauhinya, tetapi 
keberadaan filsafat itu sendiri mencoba untuk menjelaskan tentang dzat siyasi 
dan keberadaannya. Politik adalah salah satu tema besar dalam filsafat, ia 
merupakan musykilah falsafiyah. Karena politik -as-siyasah- berbasis pada akal 
budi manusia dan berpijak pada nalar tersebut bukan pada wahyu atau agama. Oleh 
karena itu medan filsafat berbeda dengan agama, walaupun secara hakikat 
kedua-duanya bertujuan kepada focus tunggal. filsafat sendiri bergerak dalam 
bidang akal sedang agama wilayahnya adalah iman. Jadi bagaimana mungkin 
persoalan filsafat dikategorikan sebagai urusan agama, bagaimana mungkin urusan 
politik dicampur-tangani oleh kehadiran agama.



Saya kira segala sesuatu yang bisa dikategorikan masuk akal atau bisa 
dinalarkan �syai`in `aqli- bisa dikatakan politik atau siasat. jadi merupakan 
sebuah permasalahan, jikalau akal dan nalar ini bisa dikalahkan oleh 
kepercayaan atau ideologi agama, atau tunduk kepadanya. Menurut saya sekte ini 
bukanlah wilayah wahyu dan ajaran agama, ia adalah wilayah interaksi akal dan 
nalar untuk menciptakan sebuah kebebasan tanpa didikte, karena sebenarnya tata 
negara itu terbangun dari pondasi kebebasan dan persamaan (al-hurriyah 
wal-musawah) sebagai wujud dari sebuah demokrasi, bukan sebagai oleh-oleh dari 
dogma, agama, ataupun wahyu tuhan. Permasalahan ini sepatutnya menjadi garapan 
akal dan nalar manusia, bukan agama lagi. Apalagi perkembangan dunia global 
(ashr al-aulamah) yang datang dengan bermacam-macam corak problematika 
kekinian, semestinya kita berusaha untuk menjauhkan agama dari keterlibatannya 
dengan hal kecil seperti ini sejauh-jauhnya.



Sebagai penutup, kita sadari bahwa ada banyak kesan tentang pertentangan 
filsafat dan agama, seperti yang saya uraikan diatas tentang wilayah-wilayah 
antara filsafat dan agama. Sebenarnya ini masih bersifat debatable atau qobil 
lin-niqasy. Para ahli filsafat sendiri belum bisa mencapai kata sepakat dalam 
hal ini. Saya sependapat dengan sikap "saya beriman agar saya dapat berfikir, 
dan saya berfikir supaya dapat beriman", atau seperti kata Nashr Hamid "aku 
berfikir maka aku muslim". Karena beragama bukanlah sebuah halangan untuk 
berfikir, dan berfikir bukanlah halangan untuk mencari kebenaran. Filsafat 
bukanlah musuh agama, karena secara hakiki keduanya bertujuan sama yaitu 
ma`rifatullah, mencari kebenaran yang tidak bersifat relatif dan sementara, 
yang tidak terbatas dengan dimensi, yaitu kebenaran mutlak.



Wallahu yahdina ila sawa`i as-sabil, wallahu a`lam.













 

 

 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Meet the all-new My Yahoo! � Try it today! 

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke