Salam,
Aang yang manizz :P
Serius sekali tanggapan emailmu, apa buku pedoman jurnalistik itu 
masih di kamu? yang katanya untuk pelatihan afkar. Dipraktekkan 
saja, jangan dijadikan sekadar teori saja.

Aku sih terganggu dengan kata-kata kamu, pakai istilah "investigasi" 
di awal email kamu. Kapan kamu melakukan itu? dan bagaimana 
prosesnya? investigasi sambil meluk guling, nyoret2 muqarror dan 
ngirim2 sms, apakah itu yang disebut investigasi? investigasi dari 
atas kasur.

Ang, aku hanya membeberkan data-data yang aku miliki. Bagi dunia 
jurnalistik, sumber berita adalah segala-galanya. Tidak bisa 
dibeberkan sedemikian rupa. Ini bisa dibeberkan jika ada masalah, 
misalnya pemeriksaan polisi atau proses pengadilan. Apakah NU Mesir 
akan membawa ini ke pengadilan? aku tidak percaya, tidak usah 
pengadilan perdata atau pidana, pengadilan pemikiran saja yang 
pernah digagas, malah yang muncul orang kayak limra, bukhori, abid, 
fadolan dan didukung oleh kamu, soheh, haris dll.

Kamu memaksa saya untuk membeberkan berita itu, lantas, mengapa 
tidak kamu check ke pengurus yang menjadi utusan. Aku jelas-jelas 
sudah nulis kalau faiz membantah lewat sms. Tapi kamu sebagai 
pengurus sebenarnya harus memiliki kepedulian terhadap berita ini. 
Apa data yang kamu miliki? aku punya sumber berita, dan kalau kamu 
ingin membantahnya, silahkan wawancara ama hasyim, said, orang2 PBNU 
dll. Aku dari pihak PBNU juga ada kok...

Sayang sekali, pengurus NU seperti kamu tidak pernah memiliki sikap 
kritis, dan cenderung "bermuka dua". di hadapanku ngomongin abid, 
dan mungkin dihadapan mereka kamu ngomongin aku. Oh aang yang selama 
ini aku kenal, tidak sepeti yang aku pahami... :ppP

Aku hanya menyayangkan kualitas dan komitmen kamu sebagai pengurus, 
yang mati hidup bela bukhori, fadolan dan abid. Ketika aku 
mengkritisi nu mesir ya bukan lembaganya. berkali-kali aku bilang, 
nu mesir terkoptasi oleh oknum2 pengurus yang tidak memiliki moral.

Selama ini aku percaya, kamu memiliki nurani dan sering mengeluh 
sikap2 abid, tapi ternyata, setali tiga uang :))

selamat belajar ang, jangan mikirin pacar eh anak orang 
hahahaha.. :))

-GuN-


 
--- In [EMAIL PROTECTED], "Aang Asy'ari" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sahkah Menggunakan Nara Sumber Anonim Dalam Sebuah Tuduhan
> 
> Untuk menanggapi postingan saudara Guntur yang 
berjudul "Penjelasan Isu Suap
> PBNU&NU Mesir" saya mencoba mendekatinya dari sisi jurnalistik 
(terkait
> dengan investigasinya) baru kemudian dihubungkan dengan sejauh mana
> data-data itu bisa dijadikan bukti hukum akan adanya 
praktek 'suap'. Saya
> tentu tak perlu berjanji, untuk tidak meledak-ledak, seperti 
janjinya
> saudara Guntur (selanjutnya Gun/dia/ia), karena itu adalah hal 
yang inheren,
> keharusan dalam sebuah diskusi. Sehingga hasilnya jadi jernih, 
NIH, NIIIH
> (HERANG CAINA, BENAG LAUKNA)
> 
> Saya tak akan terlalu mempermasalahkan poin pengakuan adanya suap 
menyuap di
> beberapa PC dan PWNU, tapi lebih konsen MENYOROTI pola yang 
dibangun Gun
> untuk memperkuat argumennya adanya TUDUHan suap yang dilamatkan ke 
NU Mesir.
> Dalam posisi ini saya tak perlu melakukan investigasi sebetulnya. 
Sahabat
> Gun lah, sebagai orang yang "menuduh" yang harus melakukannya. 
Saya hanya
> prihatin, dan merasa bahwa milist KMNU NU tiba-tiba, akhir-akhir 
ini jadi
> "sarang fitnah" (maaf pak moderator dan anggota milist KMNU 
lainya, saya gak
> punya bahasa lain yang lebih haluuuus). Tapi saya tak menegasikan 
masih
> adanya diskusi progresif di milist ini, yang dikembangkan temen2 
lainya,
> seperti Mbah Nadzir, Mas Estanato, al-Mukarram Mbah Rizqan, dll.
> 
> Dan "angin itu" sekarang ini sedang menerpa lembaga (NU Mesir), 
dimana saya
> di dlamnya. Tdk ada kata mencari menang2an dalam hal ini. Hanya 
penasaran
> saja. Apakah benar NU Mesir dapet duit 25, juta atas nama balas 
jasa Hasyim
> , seperti yang dilontarkan Sahabat Gun?????? Hanya itu, baraya!
> 
> Komentar singkat saya tentang investigasi yang dilaporkan Guntur 
di milist
> ini adalah. 1) Sebagai seorang jurnalis dia tidak melakukan 
transparansi
> berita/data dalam laporannya. Dengan cara ini, pihak lain, publik, 
tak bisa
> ikut melakukan verifikasi terhadap tulisannya. 
Ketidaktransparanannya tampak
> ketika dia menggunakan sumber anonim untuk memperkuat data-
datanya. Ia slalu
> menggunakan kata "teman" atau lembaga "PCNU/PWNU". Gun menggunakan 
kata
> begini, misalnya, (dlm posting Guntur terdahulu)   ****"soal isu 
suap nu
> mesir. saya ketemu *teman* dari cairo juga. menurutnya, dia 
bertemu dengan
> hasyim muzadi, dan terlibat dialog, yang kira-kira seperti ini:" 
Celakanya,
> itu adalah fakta satu-satunya (sumb anonim) yang dipakai Guntur 
untuk
> memperkuat tuduhannya atas dugaan suap di NU Mesir. Apakah 
investigasi
> seperti ini bisa dikatakan layak untuk memvonis NU Mesir dapat 
suap ya
> gama'ah?????? Padahal Faiz sama sekali tidak merasa menerima, dan 
tdk pernah
> dikasih angin surga (kabar) untuk mendapat uang 25 juta, tdk dari 
Hasyim,
> tdk dari Wasekjen, tdk dari yang lainnya. (untuk lbh lengkap, baca 
kembali
> postingan Guntur). Memang harus sabar dulu, tim muktamar blom 
pulang semua
> ke kairo. Tp prl tegas juga atas nama apa uang itu, klo benar-
benar NU Mesir
> dapat duit.
> 
> 2) Ada inkonsistensi bahasa dalam tulisan Guntur. Dulu dia 
membahasakan duit
> 25 juta itu sebagai uang balas jasa dukungan terhadap Hasyim (ini
> postingannya 14/12/24 -tgl ini mengacu ke email yang masuk ke 
saya) ******"
> Sekarang nu mesir lagi kebanjiran uang, dengar2 dari muktamar
> > > kemaren dapat uang 25 juta balasan dukung hasyim, selain itu, 
ada
> > > pengurus yang pakai duit organisasi untuk pulang dan ikut
> muktamar."****** (postingan dengan bahasa seperti inilah, yang 
membuat saya
> (ang) menyoalnya)
> 
> Di email kiriman dia selanjutnya 20/12/04. Dia mencoba mengelak 
dengan
> mencoba memperluas/memperhalus bahasanya, ini postingannya******" 
NU Mesir
> mendapat uang sebesar 25 juta--apapun bahasanya, tiket, sangur, 
dll."******.
> Padahal bagi saya, uang itu menjadi pangkal sial klo atas nama 
balas jasa
> Hasyim, selain itu no problem. Menurutku wajar2 aja NU Mesir 
disumbang
> organisasi induknya PBNU. (untuk lebih lengkap, tentang sikap 
saya, baca
> postingan saya berjudul; Akhir Sebuah Kisah). Dan saya, juga para 
pengurus
> NU Mesir, belum ada yang tahu pasti sampai kini, bahwa kita benar-
benar akan
> dikasih duit 25 juta, walaupun atas nama pengganti tiket.  Kita 
tunggu saja.
> Dan senoga benar-benar dapat, tapi atas nama uang untuk kegiatan 
PCI lhoooo
> jeng---)))
> 
> 3) Mengenai pengakuan PCNU dan PWNU, menurut saya perlu juga 
dibuka adanya
> kemungkinan politik kepentingan. Misalkan, salah satu "oknum" yang 
mengaku
> ditawarin 25 juta itu adalah orang yang kecewa, atau amat sangat 
kecewa,
> karena jagonya "Pak Masdar/Gusdur" kalah dalam pertarungan 
misalnya.
> Sayangnya saudara Guntur tidak membuka itu.  Kenapa saya katakan 
itu??
> Karena satu hal. Dia selalu menggunakan sumber anonim, dan ini 
menutup pihak
> lain, termasuh aku lhooo---)) untuk melakukan verifikasi. Ini 
penting karena
> dari sini Gun membangun logikanya
> 
> Saran dan Tuntutan saya, agar dialog ini berjalan baik adalah;
> 1. Tolong sebutkan nama terang orang yang anda bahasakan "teman" 
itu berikut
> no hp-nya. Klo anda takut menyebutkannya di milist ini (insting 
saya
> mengatakan anda gak berani ---))) japri aja ke emailku.
> 2. Tolong kasih saya no hp wasekjen PBNU, demi menanyakan perihal
> kemungkinan NU Mesir dapat duit 25 Jutaaaaaaaaaaaa.
> 3. Posisi anda sendiri dalam kasus ini sebagai apa (perlu 
ditegaskan
> lagi)??? Apakah sebagai orang yang kecewa karena jagonya kalah, 
misalnya,
> atau.. Ini perlu, biar diskusi kita, meminjam istilah mbah 
Ulil, "Terang
> Benderang".
> 
> Untuk masalah saldo, dan kaitanya dengan utang, saya mau nanya; 
APAKAH TIDAK
> ADA KEMUNGKINAN, HUTANG 4 MILYAR PBNU KE KONTRAKTOR ITU ATAS NAMA
> KREDIT????? JADI BAYARANNYA, YAH, DICICIL?????????
> 
> Kesimpulan sementara saya; LAPORAN GUNTUR BELUM CUKUP KUAT UNTUK 
MEMBUKTIKAN
> ADANYA NU MESIR TERLIBAT KASUS SUAP, DEMI MELOLOSKAN HASYIM JD 
KETUA UMUM
> PBNU.
> 
> Bahasa "maling tidak akan mengaku klo tidak digebukin: seperti 
dikatankan
> Guntur diposting terdahulu, hanyalah simplifikasi permasalahan. 
Atau bukti
> klo suap 25 juta untuk NU Mesir itu tidak ada .---)))
> 
> Ini dulu, aku mau undur sementara dari milist ini (kecuali Guntur 
bersedia
> menyebutkan nama terang sumber anonim itu, dimilist ini) mau 
konsentrasi
> ujian dl. Mohon doa dari semuanya semoga saya dan teman-teman 
sukses dalam
> ujiannya.
> 
> Salam Jabat Erat,
> Aang Asy'ari
> Jurnalis Amatiran





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke