No Charge

Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya
di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia
menyerahkan selembar kertas yang selesai
ditulisinya.

Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan
celemek, ia membacanya dan inilah tulisan si anak:

Ma, berikut ini utang mama kepada saya selama ini:
Untuk memotong rumput Rp 50.000
Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp 10.000
Untuk pergi ke toko menggantikan mama Rp 25.000
Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp 25.000
Untuk membuang sampah Rp 10.000
Untuk rapor yang bagus Rp 50.000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp 30.000
Jumlah utang Rp 200.000

Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ
dengan penuh harap, berbagai kenangan terlintas
dalam pikiran ibu itu. Jadi, ia mengambil bolpen,
membalikkan kertasnya, dan inilah yang
dituliskannya:

Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu
selama kamu tumbuh dalam perut mama, GRATIS.
Untuk semua malam ketika mama menemani kamu,
mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS.
Untuk semua saat susah, dan semua air mata
yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.
Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan
untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.
Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka
hidungmu, GRATIS, Anakku.
Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga
cinta sejati mama adalah GRATIS.

Ketika anak itu selesai membaca apa yang ditulis
ibunya, air matanya berlinang, dan ia menatap
wajah ibunya dan berkata:
"Ma, aku sayang sekali pada Mama."

Dan kemudian ia mengambil bolpen dan menulis
dengan huruf besar? "LUNAS". 


Cherish Your Memories

----- Original Message ----- 
From: "asep_03" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, December 22, 2004 9:43 PM
Subject: [kmnu2000] Re: Ibu (Karena Cinta mu itu Ibu)


> 
> 
> --- In [email protected], "Nadirsyah Hosen" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > 
> > Ibu
> > 
> > Ribuan kilo jalan yang kau tempuh 
> > Lewati rintang untuk aku anakmu 
> > Ibuku sayang masih terus berjalan 
> > Walau tapak kaki 
> > Penuh darah, penuh nanah 
> > 
> > Seperti udara 
> > Kasih yang engkau berikan 
> > Tak mampu ku membalas
> > Ibu... ibu.... 
> > 
> > Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu 
> > Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu 
> > 
> > Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku 
> > Dengan apa membalas
> > Ibu... ibu.... 
> > 
> > Iwan Fals
> 
> IBU, hari ini 22 Desember masih sama seperti tahun-tahun yang lalu. 
> Kutemui Hari Ibu. Hari ini seperti aku pula, di banyak orang mencoba 
> menaruh simpatik kepada mu para Ibu. Namun hari ini terasa begitu 
> lain bagiku. Amat berbeda. Hari ini begitu sarat makna. Mungkin 
> karena 6 hari yang lalu aku melewati hari saat kau lahirkan aku. Satu 
> windu perkawinanku yang diramaikan kehadiran anak usia 3 tahun lebih 
> lagi membuatku merindu-rindu kepada mu Ibu. Setiap hari kusaksikan 
> bagaimana istriku `bercinta" dengan anakku yang cucumu juga. 
> Menyiapkan makanan, bermain, bercanda, bercengkrama, bercerita dan 
> hingga menemaninya tidur. Meski lelah selepas kerja seharian, tanpa 
> mengeluh dan terpaksa; semua dilakukan dengan sepenuh kasih sayang. 
> Aku saksikan lagi ketulusan cinta itu Ibu. Mengenang jasa dan segala 
> pengorbananmu, spontan saja ada keharuan yang menggumpal pekat tak 
> dibuat-buat. Mengalir deras bulir rindu dan haru di sudut mataku. 
> Inilah mungkin sebuah keharuan yang sakral itu ibu, sesakral 
> pengalaman religi para pencinta Tuhan yang sempat aku baca di sebuah 
> buku. Mengenangmu mengingatkanku akan masa kecil saat aku sering 
> membuatmu marah dan kesal dengan segala kenakalanku. Atas segala 
> Pitutur yang tidak diturut dan paliwara yang tidak dimanut. Sering 
> karena ego jiwa mudaku aku berani membantahmu. Mungkin sampai 
> membuatmu sedih dan menyesal beranakan ku. Maafkan aku Ibu. Saat itu 
> aku tak tahu apa arti marahmu. Saat itu aku tak paham arti cintamu. 
> Saat itu tak sadar aku menganggapmu layaknya pembantu. Nasi goreng, 
> ceplok telur, susu murni dan segelas teh hangat manis yang kau 
> hidangkan setiap hari sebelum aku pergi ke sekolah tak kusambut 
> dengan terima kasih yang semestinya. Belum lagi baju kotor bau 
> keringat dan bermandikan tanah yang kau cuci dengan sabun Cap 
> Oplet, `bulao' dan Rinso B29 selepas aku bermain di tegalan, atau 
> piring dan gelas kotor bekas makanku yang kau cuci dengan abuk gosok 
> yang kau beli dari si mamang dengan barter koran dan botol kecap 
> bekas. Setiap hari seperti bos besar aku hanya ongkang-ongkang saja 
> terima jadi. Belum lagi ketika aku terkena demam panas selepas main 
> hujan-hujanan kau gosok punggungku dengan balsem cap kapak, kau 
> buatkan aku segelas sari jeruk hangat atau minuman jahe wangi seperti 
> kesukaan bapak. Aku juga ingat kau marah ketika aku tidak ingin 
> sekolah atau malas belajar alif ba ta. Tapi marahmu saat itu, tidak 
> seperti guru ngajiku yang pernah marah menggunakan tongkat rotan. 
> Marahmu sekedar ancaman untuk tak mengasih uang jajan.
> 
> IBU, seandainya tak kurasakan cintamu tak akan ada Tuhan di hatiku
> 
> IBU, aku tak sanggup menuliskan segala cinta yang aku rasakan dari 
> mu. Sebab cintamu seperti butit-butir pasir di laut yang tak sanggup 
> kujabarkan dalam dua genggaman tangan. IBU, dalam usia dewasaku kini, 
> ketika aku bisa merasakan segala arti cintamu, di negeri rantau jauh 
> dari mu, kutuliskan kado ini untuk mu. 
> 
> Karena Cinta mu itu Ibu.
> 
> Salam,
> Asep
> Melboourne.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke