Mas Zuhairi,
Saya sepakat bahwa kegelisahan ini memang benar milik kita bersama sebagai 
sesama penganut islam moderat. Dan sudah barang tentu setiap diri kita pasti 
punya banyak persepsi dan cara mensikapi kegelisahan itu karena berbagai latar 
belakang yang ada pada diri kita masing2.

Dan kegelisahan yang dirasakan oleh Mas Nano akan masa depan islam moderat 
dengan mempertanyakan efektifitas dan manfaat nyata dari gerakan maupun wacana 
yang telah sampean gulirkan saya kira dalam rangka kritik membangun mengingat 
gencarnya gerakan dan perang wacana yang dilakukan oleh pesaing (bukan musuh) 
islam moderat diberbagai daerah.

Jadi saya kira tidak benar dan tidak ada maksud teman-teman dimilist ini untuk 
'mengolok-olok' langkah dan strategi teman yang sudah berbuat, baik di bidang 
pemikiran maupun gerakan seperti yang sampean tullis dibawah.

Satu hal lagi yang menurut saya perlu didiskusikan lebih lanjut adalah perihal 
"exposs" gerakan islam moderat yang menurut sampean tidak perlu dipersoalkan 
karena islam moderat tidak gila sorotan media.
Persoalanya bukan masalah gila sorotan atau tidak tapi lebih dari itu dalam 
rangka pemerataan penyebaran informasi kepada semua lapisan masyarakat hal itu 
akan menjadikan salah satu nilai tambah akan manfaat dari gerakan2 yang 
dilakukan sehingga teman-teman seprti Mas Nano dan yang lain tidak lagi begitu 
gelisah menghadapi persaingan yang ada.

Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan

Salam,
Mukhlisin

 

  ----- Original Message ----- 
  From: zuhairi misrawi 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, December 22, 2004 3:19 PM
  Subject: Re: [kmnu2000] Re: Masa Depan Islam Moderat Suram?



  Mas Nano,

  Kegelisahan mas Nano adalah kegelisahan kita semua.
  Cuman cara menyikapinya cenderung simplifikatif, sarat
  penyederhanaan. Melihat Islam Moderat seperti melihat
  bulan atau matahari. Hemat saya, disebabkan adanya
  penyampuradukan pembacaan atas struktur dan kultur. 

  Islam Moderat yang disampaikan Hasyim Muzadi, tentu
  saja berbeda dengan Islam Moderat yang disampaikan mas
  Ulil. Islam Moderat yang disampaikan Din Syamsuddin,
  itu berbeda dengan Islam Moderat yang disampaikan Zuly
  Qadir (baca: JIMM).

  Tentu saja, apa yang diberitakan media massa, atau apa
  yang diperdebatkan di milist ini, saya cermati jauh
  dari kenyataan. Mungkin juga bias. Karena faktanya,
  teman-teman JIL atau JIMM adalah mereka yang selama
  ini melakukan komunikasi diskursif dengan kalangan
  akademis di lingkungan masing-masing, baik NU maupun
  Muhammadiyah. Kita sadar betul, bahwa pemikiran adalah
  ranah akademis, dan tidak ada kaitannya dengan
  masyarakat akar rumput. Pilihan JIL dan JIMM adalah
  pilihan jangka panjang. Inilah kelemahan pemikiran
  sekaligus kelebihannnya.

  Tapi, selain itu masih banyak gerakan Islam Moderat
  yang bergerak di wilayah pemberdayaan masyarakat, yang
  memberikan penyadaran di tingkat akar rumput.
  LAKPESDAM, P3M, LKiS, Syarikat, FAHMINA, LAPAR,
  dll...Gerakan anak muda yang bergerak di wilayah
  mencapai ratusan mas....

  Atas dasar itu, Islam Moderat ada dua macam. Yang
  pertama adalah sayap pemikiran, kedua yaitu sayap
  pemberdayaan. Islam Moderat sebagai pemikiran dan
  gerakan tidak akan pernah surut, karena landasan dan
  dorongannya sama sekali bukan struktur, tapi
  pemberdayaan masyarakat itu sendiri.

  Pertanyaan saya, bagaimana teman-teman milist, yang
  sebagian besar adalah orang-orang perantauan mengambil
  peran, apakah masuk dalam komunitas Islam Moderat yang
  bergerak dalam pemikiran, atau Islam Moderat yang
  bergerak dalam gerakan? Ini pilihan-pilihan strategis
  bagi kita. Jangan cuman mengolok-olok dari
  luar..he....

  Inilah sesungguhnya keunikan NU dan Muhammadiyah,
  ketimbang PKS dan lain-lain. Saya sebagai salah satu
  bagian dari gerakan kultural itu menikmati betul
  dinamika yang terjadi di dalamnya. P3M sekarang sudah
  punya jaringan sebanyak 5000 kader muda di hampir
  seluruh kampus Islam di Jawa dan Luar Jawa. Mereka itu
  kader-kader menjanjikan untuk masa depan bangsa ini.
  Cuman ya itu tadi...mereka ini tidak pernah ditulis di
  media massa. Jaringan Lakpesdam dan LKiS itu jumlahnya
  jauh lebih besar, bisa mencapai ratusan ribu.

  Ini fakta mas Nano, yang tidak pernah kita sampaikan
  ke publik. Alasan utamanya, karena kita bukan partai
  politik, seperti PKS yang sering kali unjuk kekuatan.
  Kita juga bukan Aa Gym, atau Arifin Ilham yang gila
  sorotan media. Biarlah gerakan kita menjadi gerakan
  kultural yang jauh dari sorotan media, tapi dampaknya
  mengakar ke bawah. 

  Mudah-mudahan hal ini dapat menjelaskan tentang peta
  Islam Moderat di tanah air. Saya sangat berbahagia
  bila teman-teman juga tertarik dengan gerakan ini, dan
  tidak hanya menjadi "pengamat"..he...

  Zuhairi Misrawi 





  --- estananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  > 
  > Saya kira analisa antum benar sekali.
  > Lebih gawat lagi, ternyata NU maupun Muhammadiyah
  > mengalami krisis 
  > kepemimpinan. Pak Hasyim dituding kurang bersih, Gus
  > Dur dituding 
  > diktator, sementara Rais Aam sebagai penjaga gawang
  > NU malah 
  > dikeluhkan Gus Dur tidak mengambil tindakan apa2.
  > Untung Rais Aam 
  > nggak mengeluh lagi ke mana2, hehehe. Sudah krisis
  > kepercayaan, 
  > krisis institusional pula. Di kubu Muhammadiyyah,
  > opini Syafii 
  > Maarif untuk tidak menerjunkan Muhammadiyyah dalam
  > politik malah 
  > diabaikan anak mudanya sama sekali dan malah
  > didukung oleh Tanwir. 
  > Apalagi dengan adanya krisis Bank Persyarikatan,
  > saya kira akan juga 
  > lambat laun mengguncang Muhammadiyyah yang punya
  > banyak layanan 
  > sosial ini.
  > Posisi NU dan Muhammadiyyah dalam pandangan saya
  > teramat penting di 
  > Indonesia, terutama dalam memberikan arah kultur
  > religi kepada 
  > bangsa Indonesia. Jika rakyat tak percaya lagi
  > kepada NU dan 
  > Muhammadiyyah, akan terjadi beberapa kemungkinan:
  > 
  > 1. Rakyat akan abai saja dengan fenomena tersebut,
  > karena baik 
  > kultur tradisional Islam maupun modernis-nasional
  > Islam sudah 
  > membumi. Kultur ini tidak tergantung lagi pada
  > struktur seperti NU 
  > atau Muhammadiyyah. Muhammadiyyah memang dulu
  > diilhami Wahabi, tapi 
  > dibanding gerakan yang "murni" Wahabi dari Saudi
  > seperti Salafy, 
  > misalnya, jelas Muhammadiyyah lebih membumi, atau
  > 
  > 2. Kultur dan struktur ternyata saling mempengaruhi,
  > sehingga 
  > gonjang-ganjing ini sangat mempengaruhi pola
  > keberagamaan rakyat. 
  > Kemungkinan kecil, mereka akan bertransformasi
  > menjadi abangan. 
  > Kemungkinan besar, mereka akan "pindah" ke jamaah
  > yang "lebih 
  > jelas". Kemungkinan kedua ini bisa mengakibatkan NU
  > dan Muhammadiyah 
  > kehilangan 50% jamaahnya, inipun kalau dihitung
  > worst casenya.
  > 
  > Kita tentu saja tidak menginginkan ciri khas
  > Indonesian Muslim - 
  > atau juga Muslim Asia Tenggara - ini yang selama ini
  > dijaga oleh 
  > kultur tradisonal NU dan Muhammadiyyah akan pudar,
  > digantikan oleh 
  > ideologi yang lebih keras. Ideologi keras yang
  > semuanya 
  > menuju "pemurnian" akan dapat tumbuh dengan subur di
  > lingkungan 
  > penuh keputus-asaan dan ketidakpercayaan.
  > Radikalisme - tidak 
  > seperti dugaan banyak orang - bukan berbanding lurus
  > dengan 
  > kemiskinan atau bahkan kebodohan, tapi merupakan
  > fungsi dari tuna 
  > peranan institusi yang ada. Kalau negara tidak mampu
  > menengahi 
  > pertikaian, akhirnya kelompok2 radikal yang maju.
  > Kalau negara tidak 
  > mampu mengatasi korupsi, akhirnya kelompok2 itu juga
  > yang 
  > akan "menyelamatkan" sebagai ratu adil. Mandulnya
  > peranan NU dan 
  > Muhammadiyyah akan berakibat fatal.
  > 
  > Saya kurang percaya kepada teori provokasi, di mana
  > penganut teori 
  > ini percaya, bahwa provokasi seperti yang dilakukan
  > Islib di NU atau 
  > JIMM di Muhammadiyyah diperlukan agar masyarakat
  > "terbangun" dari 
  > tidurnya. Sebaliknya, provokasi model ini selain
  > tidak menyentuh 
  > akar permasalahan rakyat dan rentan kritik terutama
  > soal dana asing, 
  > juga malah mengundang bangkitnya teman2 yang sedikit
  > radikal. Mereka 
  > merasa telah dipanggil zaman untuk "kembali ke
  > Alquran dan Hadis" 
  > dengan cara yang semurni2nya. Bisa dengan cara
  > 'uzlah, 
  > mengeksklusifkan diri, atau malah berbaur tapi
  > dengan mempertahankan 
  > ideologi aslinya. Secara umum krisis kepercayaan
  > tidak hanya terjadi 
  > di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Bahkan di
  > Saudi yang 
  > cenderung homogen, dengan kontrol negara di mana2,
  > melahirkan 
  > pembangkang misterius bernama Usamah bin Ladin.
  > 
  > Krisis kepercayaan ini pernah terjadi di dunia
  > Kristen, ketika kaum 
  > Protestan menolak kekuasaan Paus di Roma, namun
  > mereka dengan cepat 
  > mengorganisir diri kembali masing2. Sebaliknya
  > dengan dunia Islam, 
  > karena mereka sempat dihancurkan oleh kolonialisme
  > Eropa dan mencari-
  > cari cara untuk bangkit - dari yang revivalis hingga
  > yang liberalis -
  >  upaya mengorganisir ini terbentur pada kenyataan
  > bahwa masyarakat 
  > Islam yang membentang dari Maghreb hingga Nusantara
  > itu tidak lagi 
  > homogen seperti yang dibayangkan. Saya sebetulnya
  > membayangkan, agar 
  > otoritas keagamaan Muslimin itu mengakui wilayah
  > budaya yang ada dan 
  > tidak lagi Arab-sentris. Seharusnya bukan hanya
  > bahasa Arab saja 
  > yang menjadi bahasa wajib di dunia Muslim, melainkan
  > juga Persi, 
  > Urdu, Turki, dan tentu saja Melayu. Ingat bahwa
  > bahasa Melayu adalah 
  > lingua franca kepulauan nusantara sejak
  > berabad-abad, tempat tinggal 
  > lebih dari 200 juta Muslimin. Tanpa adanya pengakuan
  > 5 otoritas 
  > keagamaan itu dan membiarkan terjadinya Arab-sentris
  > padahal di 
  > wilayah berbahasa Arab sendiri terdapat banyak
  > pendapat yang juga 
  > belum membuahkan suatu otoritas yang dipatuhi oleh
  > semua, kita akan 
  > terjebak ke suatu otoritas semu. Otoritas semu
  > adalah suatu keaadaan 
  > di mana, kita merasa ada satu otoritas walaupun
  > dalam kenyataannya 
  > otoritas itu hanya dipegang oleh kelompok2.
  > 
  > Kembali ke situasi Indonesia, saya masih merasa,
  > bahwa satu2nya 
  > jalan menyelamatkan NU adalah penyerahan total
  > kepada Allah, masing-
  > masing melakukan pertobatan, tunduk pada orang2
  > saleh. Ini warisan 
  > ulama, sayang jika kita biarkan begitu saja...
  > 
  > Salam,
  > Nano
  > 
  > --- In [email protected], "Si Fu Lan"
  > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > > harus ditegaskan, ternyata laju arus 'Islam
  > Moderat' hanya sampai 
  > dalam tataran wacana, dan sama sekali belum
  > menyentuh alam bawah 
  > sadar (baca: mental) kita, apalagi menyentuh rakyat
  > nyata. bagaimana 
  > tidak, NU yang konon sebagai lokomotif penggeret
  > wacana 'dialog 
  > antar peradaban, dialog antar umat beragama'
  > ternyata tak bisa 
  > mewujudkan iklim dialog dan harmonitas dalam
  > tubuhnya (keluarganya) 
  > sendiri.
  > > 
  > > hemat saya, penting, bahwa suatu
  > perubahan--rekonstruksi, bahkan 
  > revoluis--jelas harus berangkat dari mental. mengapa
  > Eropa bisa 
  > sampai pada puncak revolusinya? sebab mental orang
  > Eropa jelas lain 
  > dengan mental orang Jawa, Madura, Indonesia. contoh
  > kecil, tentang 
  > konflik Eropa. masalah konflik, Eropa kurang dahsyat
  > apanya: wong 
  > sampe meledak perang dunia satu dan dua. tapi,
  > negara2 yang dahulu 
  > saling perang ternyata urung dan cepat2
  > berekonsiliasi: kembali 
  > bergandengan tangan dan guyub dalam sebuah institusi
  > besar berujud 
  > supra nation Uni Eropa. orang Eropa segera melek dan
  > sadar jika 
  > larut2 dalam konflik hanya buang2 tenaga dan hanya
  > perbuatan anak 
  > kecil yang justeru menjadikan mereka lupa akan
  > masalah yang 
  > sebenarnya tengah mereka hadapi. lha sementara orang
  > Indon (baca: 
  > NU); malah seolah menikmati dan semakin larut dalam
  > konflik yang 
  > 
  === message truncated ===



              
  __________________________________ 
  Do you Yahoo!? 
  Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more.
  http://info.mail.yahoo.com/mail_250





  ______________________________________________________________________
  http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
  Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
  [EMAIL PROTECTED] 



        Yahoo! Groups Sponsor 
         
        Get unlimited calls to

        U.S./Canada
       
       


------------------------------------------------------------------------------
  Yahoo! Groups Links

    a.. To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
      
    b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]
      
    c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke