Mba Fath,
Sedikit saya melengkapi masalah yang belum Anda singgung dalam posting Anda
itu. Saya pribadi tidak begitu mempermasalahkan ibu Wadud untuk menjadi imam
sholat jumat ataupun menggnganggapnya sebagai isue besar. Tindakan sang ibu
perlu ada dalam wacana Islam kontemporer sebagai anti tesis dari ortodoksi
mapan sekarang ini. Bukankah kita familiar sekali dengan banyaknya perbedaan.
Dalam literatur klasik sekalipun, fiqh mislanya, beda pandang merupakan hal
lumrah. Kita yang hidup di abad sekarang ini secara tidak sadar telah
memanfaatkan perbedaan para pendahulu kita. Sering kali kita mengambil hal yang
paling enteng atau longgar dari sekian banyak pandangan para ulama. Itu sesustu
yang niscaya!!
Saya sependapat dengan apa yang Anda singgung di akhir tulisan itu, siapa yang
bisa menjamin kalau imam jumat laki lebih afdal dari imam perempuan? Suamiku,
mba Fath (dan mungkin jg suami Anda), seringkali mempersilahkan saya untuk jadi
imam solat terlepas dari kondisi dia saat meminta aku utuk jadi imamnya. Aku
lakukan itu tidak sekali dua kali!!
Satu hal yang bagi saya kurang sependapat dengan pikiran Anda mengenai Amerika.
Saya justru melihat sebaliknya, kenapa org seperti ibu Wadud, Nasr Hamid Abu
Zaid, Fazlurrahman, dan lainnya bisa memgartikulasi pemikiran mereka di negara
non Muslim. Dengan kata lain, kenapa Amerika bagi mereka bisa memberika harapan
besar dalam pengembangan pemikiran Islam dari pada negara mereka sendiri yang
konon Islam. Anda bisa melihat bagaimana reaksi kaum Muslim khusunya yand dari
negara-negara Arab. Reaksi mereka sanagt anarkhis dan tidak seharusnya keluar
dari mulut orang Islam. Istilah pancung, murtad, darah halal, bunuh, kafir, dan
istilah seram lainnya ditujukan untuk bu Wadud. Saya pikir, kalau mereka tidak
bs menerima pikiran dan tindakan Wadud, idealnya, harus dikonter dengna
pemikiran juga. Kita masih jauh sekali untuk sampai pada umat yang civilize.
Thanks.
cheers,
Nanda
"Fathonah K. Daud" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Berbeda dengan saya mba'.
Kalau saya sih biarkan ajalah 'sekali-kali wanita itu
mencoba jadi Imam sholat laki-laki':-). Kalau dia
mampu kenapa tak diberi kesempatan? Apalagi kita belum
tahu seberapa banyak laki2 Muslim [minoritas di US]
yang layak jadi Imam sholat sekaligus memberikan
khutbah Jum'at dgn manteb [dengan 'b' qolqolah
kubrah]? Jadi ini mendobrak tradisi!
Itung-itung realitas itu terjadi di negara 'kafir'
yang notabene mengamalkan demokratis [tapi sebenarnya
otoriter itu]. Belum tentu ia bisa terjadi di negara2
Islam lainnya bukan?
Terlepas mengenai hadis ummu Waraqah, yang masih
simpang siur mengenai kisahnya itu. Disini masalah
Imam wanita, kenapa menjadi problem???
Dugaanku masalah2 begini ini kan sama dengan ikhtilaf
masalah ta'addudil Jum'at [jum'at lebih dari satu],
bolehkah? bukan dilarang! Ya, Meskipun pada masa Rasul
emang melaksanakan sholat jum'at seminggu hanya satu
jum'atan. Karena satu2nya orang yang layak untuk jadi
imam pada waktu itu hanya Nabi seorang. Dan hanya
beliaulah yang layak menyampaikan masalah Islam
[dengan berkhutbah,misalnya], sebab hanya beliau yang
diberi otoritas Tasyri'oleh Allah. Sementara dalam
Islam sendiri tidak dikenal tradisi menyalahi Sunnah
Rasul.
Demikian juga masalah imam wanita, sepanjang Jum'atan
dimasa Nabi, mana ada Imam yang lain? tentulah Nabi
sendiri, ketepatan Rasul kita laki2. Terlebih diera
itu [yang masih terlalu kental dengan kultur
patriarkhi], memang belum begitu banyak,bahkan mungkin
belum ada wanita yang 'ilmu'nya sekaliber, jangankan
setanding Nabi,untuk menandingi 'ilmu' para sahabat
laki2 sekalipun mungkin belum ada. karena kultur
ketika itu yagn membentuk, Islam baru beradaptasi
dengan Adat Jahiliyyah, jadi wanitanya masih kurang
exposure. Meskipun tidak dapat dinafikan pada era
belakangan banyak ditemukan para transmitter wanita.
Tapi fenomena ini kan didapati jauh setelah Nabi
wafat? Jadi wajar jika wanita pada masa itu [kemudian]
tidak diperbolehkan menjadi imam kepada jama'ah laki2.
Karena itu tadi, untuk menjadi Imam aja harus memnuhi
beberapa syarat, dan ini sudah kesepakatan umum.
Misalnya harus orang yang lebih 'alim' diantara
para jama'ah. Kalau tidak ada, baru yang lebih tua.
Kalau masih tidak ada ya...pilihlah orang yang
[pokoknya] afdhol dari jama'ah tadi
[maaf saya lupa hadithnya]. Lha lantas kenapa hanya
laki2 yang diperbolehkan jadi Imam,apa emang laki2
jadi imam itu afdhol dari wanita??? mohon dipahami
kata2 'afdhol' disini lebih hati2. yang bukan
bermaksud merendahkan salah satu daripadanya. Dan
dalam frame ini mungkinkah DR. Aminah afdhol dari
jama'ahnya???
Selain faktor diatas juga, yang kemudian sampai kepada
tidak diwajibkannya wanita untuk sholat jum'at
itu juga harus dimengerti, yang karena beberapa sebab.
Dimana sebab2 itu hanya dihadapi oleh wanita,dan tidak
didapati pada laki2. Misalnya menyangkut hal-2
reproduksi,ketibaan 'Bendera jepang' [monthly
came]yang tidak pernah ketuk pintu dulu, bahkan
postnatal yang bermacam-macam hal yang dihadapi
wanita.
Itulah sebab kenapa wanita kemudian tidak diwajibkan
sholat jum'at, Juga tidak diperbolehkan menjadi imam
sholat kepada jamaah umum [laki2 dan wanita], yang
secara eksplisit ditegaskan dalam sebuah hadis, entah
shoheh atau tidak:"Janganlah seorang
wanita mengimami laki2". Barangkali khawatir menjadi
dan menambah beban kehidupannya. Jadi, disini
[dugaanku] yang dihasilkan adalah mengambil jalan
pintas. Kesimpulan inilah yang kemudian
[seolah-olah]diredam dalam wacana hukum syariah dan
diterima secara taken for granted
oleh kebanyakan orang, seperti yang ada pada pendapat
mainstream sekarang, Dan seakan pendapat inilah yang
benar.
Cuma yg ingin saya tanyakan, siapa yang dapat menjamin
'syah' bagi sholatnya para makmum laki2 kemarin yang
bermakmum kepada Dr Aminah W. Muhsin?
Salam
Fath
--- Ena Nakiah wrote:
>
> Semangat feminisme kan tidak harus sama persis.
> Justru saling mengisi dan menghargai perbedaan
> masing-masing laki-laki dan perempuan akan membawa
> keselarasan. Tapi sebatas mana penghargaan itu
> dijalankan? Ini yang harus membawa konteks budaya
> masing-masing. Apakah kemajuan itu harus seprti New
> York ? Seperti gerakan perempuan diAmerika. Mother
> Theresa adalah salah satu perempuan yang bisa
> dicontoh dalam kesiapannya mengambil resiko dari
> segala keputusan cerdas untuk mengabdikan dirinya
> untuk kemanusiaan tanpa membongkar khasanan
> keagamaannya. Perempuan yang berani menghadapi
> resiko akan menuntun jalannya menjadi lebih maju.
> Dorongan perempuan untuk maju akan melapangkan jalan
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/