Shalat mereka khan shalatnya 'main-main' mereka hanya ingin dibilang
oleh para temannya yaitu para liberalis sebagai pahlawan jender.
Lihat saja sebentar lagi mereka dianugerahi gelar atau pejuang oleh
para Liberalis, orientalis dan kaum kafirin yang ingin menghancurkan
islam. Lalu dijadikanlah mereka 'tokoh-tokoh' dan 'boneka' untuk
menghancurkan islam dari dalam, mereka sendiri tak menyadarinya.
Mereka hanya tahu bahwa mereka berpikir pakai otak, tanpa mereka
sadar otak mereka telah dikuasai syetan dan pemikiran abnormal. Dan
jika anda sekarang mengingatkan mereka , mereka tidak akan pernah
mau sadar nanti mereka bilang " ah jangan bawa-bawa teori konspirasi
lah ".
Nampaknya mereka hanya akan sadar ketika mereka sudah tidak berdaya
lagi karena sakit parah yang melemah lunglaikan seluruh tubuhnya
atau pada saat dalam kematian dimana meraka harus mempertanggung
jawabkan semua perbuatannya pada Sang Pencipta-nya, ketika mereka
dijebloskan kedalam Neraka untuk selama-lamanya mereka akan merajuk
Tuhannya agar Tuhannya mengembalikannya ke Dunia " Ya Tuhan,
kembalikanlah kami ke dunia agar kami bisa melalukan dengan
sebenarnya apa yang Engkau perintahkan" begitu kira-kira kata mereka
dalam dunia kematiannya.
Jika sekarang mereka baca ttg neraka, atau anda ingatkan tentang
kehidupan pasca kematian, mereka akan memprotesnya seraya
mencibirnya. Riilnya,lihat saja reaksi mereka terhadap e-mail ini.
--- In [email protected], "Amirah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Yang saya heran kaum liberal itu kok masih ingat shalat juga ya ?.
> Sebenarnya mereka itu khan sudah lama berpendapat bahwa shalat
tidak wajib,
> maka ketika mereka shalat ya...sesuka hatinya......
> Wah ini perlua mendapat rekomendasi dari Syeik zuhairi dan Syeik
> guntur....sebelum ke syeik 'Ulil...
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Aang Asy'ari" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, March 20, 2005 10:07 AM
> Subject: [kmnu2000] Wanita Imami Shalat
>
>
> >
> > Minggu, 20 Mar 2005,
> > Wanita Imami Salat di Gereja
> > NEW YORK - Salat Jumat berjamaah aneh digelar di New York, AS,
Jumat
> > kemarin (Sabtu WIB). Profesor perempuan Amina Wadud menjadi imam
salat
> > jamaah itu dengan 100 makmun laki-laki dan perempuan. Lebih
nyeleneh lagi,
> > salat digelar di gereja Anglikan the Synod House of the
Cathedral of St
> > John the Divine, New York.
> >
> > Amina yang menjadi profesor kajian Islam Universitas
Persemakmuran
> > Virginia, AS, berdalih persamaan gender. "Isu persamaan gender
adalah
> > salah satu isu sangat penting dalam Islam. Sayangnya, muslim
menggunakan
> > interpretasi yang sangat ketat atas sejarah sehingga mengalami
> > kemunduran," katanya sebelum mengimami salat tersebut.
> >
> > Salat Jumat itu terpaksa dilakukan di gereja karena tiga masjid
New York
> > menolak ditempati. Bahkan, sebuah galeri seni mendapat ancaman
bom terkait
> > salat berjamaah tersebut.
> >
> > Kontan tindakan Amina itu mendapat kritikan keras dari sejumlah
ulama.
> > Sekitar 15 demonstran menggelar aksi protes di luar gereja yang
menjadi
> > tempat salat itu. Salah seorang demonstran membawa plakat yang
meminta
> > kutukan Allah dijatuhkan kepada salah seorang penyelenggara
acara itu.
> > "Dia menodai seluruh keyakinan Islam. Jika ini adalah negara
Islam, wanita
> > ini akan digantung," ujar seorang pria, Nussrah, kepada
Associated Press.
> >
> > Penyelenggaraan salat tersebut diorganisasi sekelompok aktivis,
wartawan,
> > dan pelajar yang berharap mendorong adanya pembahasan mengenai
tradisi
> > lama yang memisahkan pria dan wanita saat salat berjamaah dan
memberikan
> > posisi imam kepada pria.
> >
> > Asra Q. Nomani, salah seorang penyelenggara, bertekad melawan
status kelas
> > kedua bagi wanita di dalam kehidupan spiritual muslim. "Kami
melakukan
> > aksi yang sebelumnya tidak seorang pun berani memikirkannya.
Tidak seorang
> > pun peduli bahwa kami tidak mendapat tempat dalam keyakinan
itu," kata
> > Nomani kepada The New York Times.
> >
> > Syekh masjid Al-Azhar Kairo Sayed Tantawi menegaskan bahwa Islam
tidak
> > mengizinkan wanita memberikan khotbah kepada pria. "Saat dia
mengimami
> > lelaki, tidak pantas mereka melihat wanita itu yang berada di
hadapan
> > mereka," tulis Sayed Tantawi dalam artikelnya di koran Mesir Al-
Ahram.
> > (BBC
> >
> >
> >
> >
> >
_____________________________________________________________________
_
> > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa
NU Mesir
> > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu
hal Anda
> > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/