Oh ya denger-dengar kamu baru S1 ya Zuh, wah kemana
aja selama ini kamu nih... ngobyek cari uang seponsor
orang-orang yahidi itu ya....? Mendingan saya,
sekalipun gaji kecil di KBRI hasil kerja halal toh
bisa bayar kuliah hampir S3, he he he....
Saya kira kamu udah jadi guru besar ??? 
Tapi saya bangga dengan kemajuan anda bisa sampai
amrik, semoga ada manfaatnya bagi anda pribadi.

Salam juga dari Cairo
Fadlolan M.
--- zuhairi misrawi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Kalau sudah lulus, selamat walau terlambat empat
> tahun. Saya alhamdulillah lulus lebih awal dari
> Anda,
> yang lebih dahulu datang ke Kairo. 
> 
> Saya lihat pandangan Anda dari dulu sampe sekarang
> tidak berubah. Dulu pandangan Anda masih progresif,
> tapi sekarang setelah makan duit rakyat di KBRI,
> semakin konservatif. Memang, setiap pemikiran
> tergantung latarbelakang ideologinya. Khalid Abou
> Fadl
> menulis dengan baik tentang relasi teologi dengan
> kekuasaan.
> 
> Tapi apapun, pandangan anda, saya akan sangat
> menghargainya. Li qulli maqamin maqamun, wa liqulli
> maqamin maqalun. Liqulli ijtihadin ajrun, imma
> wahidun
> aw itsnani.  
> 
> Salam hangat dari Porland, Oregon USA.
> 
> Regard, 
> Zuhairi Misraiw
> 
> --- fadlolan musyaffa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > 
> > Ha ha ha... Zuhairi mestinya gak perlu tanya, saya
> > jelas alumni Alazhar tahun 2000 ya pasti sama lah
> > pandangan saya dengan dosen-dosen Al Azhar. Yang 
> > mestinya saya tanyakan malah anda yang mengaku
> dari
> > Al
> > Azhar tapi kemana aja anda bawa Al Azhar�.?
> Senakmu
> > sendiri, bawa-bawa al Azhar� he he he�
> > 
> > Masalah anda membedakan teori dengan metodology
> itu
> > kan menurut anda begitu�
> > 
> > (Saya ingin membedakan penggunaan teori dan
> > metodologi.
> > Dalam masalah konflik israel palestina, dan
> sejumlah
> > masalah timur tengah, seperti Irak, kita bisa
> > menggunakan cara pandang Fadlolan, tapi untuk
> > melihat
> > fenomena Amina Wadud, saya pikir masuk dalam
> > katagori
> > "kebablasan".)
> > 
> > Menurut saya, sikap amina wadud kalau ternyata
> bukan
> > murni menjalankan ibadah, mka ada target
> tertentu�.
> > Dan targetnya dia ternyata tidak banyak
> > menguntungkan
> > Islam, terbukti banyak ulama dan tokoh muslim
> > menentangnya,  dan posisi Islam sedang lemah di
> > guncang issu global dan akses negativnya, malah
> > wadud
> > menambah bikin ulah menambah dan memecah
> konsentrasi
> > umat Islam yang menyibukkan intern kecil maslah
> > sholat. Mestinya garapan umat Islam banyak lebih
> > besar
> > dari itu.
> > Ngapain Wadud bikin ulah semacam itu, maka bahasa
> > saya
> > apakah mungkin dia masuk kategori orang yang kena
> > pengarus atau termasuk orang yang menggoalkan ide
> > teori globalnya yahudi untuk mengadu domba world
> > muslim? Ini kan masih dalam tanda kutip
> �pertanyaan�
> > untuk didiskusikan.
> > 
> > Saya tahu Zuhairi ngaku sudah baca semua lieratur
> > dunia, sibuk mikirin tanggung jawab umat Islam
> > sedunia. Sorry Zuh, kami disini tidur meluluk, gak
> > ngikuti alur fikiran anda. Habih kamu dah sibuk
> sih,
> > mask kami kitut-ikut sibuk nanti ngurangi
> garapanmu
> > Zuh.
> > 
> > Lama memang saya gak ketemu kamu, kangen juga
> nich�
> > Habis kamu ke kairo gak kerumah sih.
> > Salam,
> > Fadlolan M.
> > 
> > --- zuhairi misrawi <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> > 
> > > 
> > > Pandangan fadlolan persis seperti pandangan
> > > dosen-dosen saya di al-Azhar. Saya tidak tahu
> > apakah
> > > Fadlolan sudah lulus dari al-Azhar, atau masih
> > > menjadi
> > > "mahasiswa abadi".
> > > 
> > > Saya tidak bisa mengabaikan pandangan seperti
> itu.
> > > Apalagi di tengah situasi global seperti ini.
> Tapi
> > > ada
> > > baiknya bila cara pandang kita "kebablasan".
> > > Artinya,
> > > menggunakan sebuah teori atau cara pandang untuk
> > > seluruh masalah. Kepentingan Yahudi di balik ini
> > dan
> > > itu, tanpa mengetahui betul "problematisasi" di
> > > balik
> > > diskursus keislaman mutakhir. Apalagi Fadlolan,
> > saya
> > > yaqin haqqul yaqin tidak pernah membaca
> > > pikiran-pikiran Aminah Wadud. Saya tidak tahu,
> > > apakah
> > > mas Munir pernah membaca buku atau tulisan
> Aminah
> > > Waduh. Meminjam istilah Said dalam travelling
> > > theory-nya, sebaiknya setiap interpreter harus
> > > menggunakan "teks" sebagai salah satu cara untuk
> > > membaca pikiran-pikiran seseorang.
> > > 
> > > Saya baru membaca buku "Progressive Muslims",
> > karya
> > > Omad Safi, yang di dalamnya terdapat tulisan
> Amina
> > > Wadud, walaupun dia berbicara tentang sejarah
> dan
> > > perkembangan umat Islam di Amerika. Ada satu
> poin
> > > yang
> > > menarik buat saya, bahwa ternyata di antara
> > > komunitas
> > > muslim yang progresif itu adalah orang-orang
> > muslim
> > > Afrika. Sedangkan orang-orang muslim yang
> berasal
> > > dari
> > > Timur-Tengah, Asia, menurut dia, tidak
> sepogresif
> > > muslim Afrika. Walaupun mutakhir terdapat
> sejumlah
> > > profesor dari Timur-Tengah yang berpikiran
> > > progresif. 
> > > 
> > > Dan menarik bagi saya, bahwa cara orang-orang
> > Afrika
> > > mempraktekkan keagamaannya perlu mendapatkan
> > > perhatian
> > > lebih serius dan perlu dilakukan kajian lebih
> > > mendalam
> > > daripada sekadar mencari justifikasi
> macam-macam,
> > > seperti pandangan Fadlolan di atas.
> > > 
> > > Saya ingin menggunakan pendekatan Piere Bourdeu
> > > saja,
> > > bahwa apa yang dilakukan oleh Amina Wadud adalah
> > > politik simbol belaka. Bahwa perempuan muslimah
> > > tidak
> > > banyak mempunyai kesempatan untuk menggunakan
> > simbol
> > > seleluasa kaum laki-laki. Karenanya, ketika
> > > menggunakan simbol shalat jum'at, di sinilah
> > > permainan
> > > politik simbol sedang digelar Amina Wadud. Satu
> > kata
> > > yang ingin disampaikan Amina Wadud, bahwa
> > perempuan
> > > mempunyai kekuasaan juga, sebagaimana laki-laki
> > yang
> > > punya banyak kesempatan untuk menggunakan
> > > kekuasaannya.
> > > 
> > > Saya ingin membedakan penggunaan teori dan
> > > metodologi.
> > > Dalam masalah konflik israel palestina, dan
> > sejumlah
> > > masalah timur tengah, seperti Irak, kita bisa
> > > menggunakan cara pandang Fadlolan, tapi untuk
> > > melihat
> > > fenomena Amina Wadud, saya pikir masuk dalam
> > > katagori
> > > "kebablasan".
> > > 
> > > Saya tertarik pada kesimpulan komunitas muslim
> di
> > > New
> > > York, bahwa komunitas muslim tidak perlu
> menyikapi
> > > masalah Amina Wadud secara emosi. Cara terbaik
> > > adalah
> > > dialog. Sikap seperti inilah yang menurut saya
> > > justru
> 
=== message truncated ===



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke