INTISARI KITAB
Mau'izhatul Mu'minin min
"IHYA' ULUMIDDIN"
==Hujjatul Islam Al Imam Al Ghazali==
(Bimbingan Mu'min dari Menghidupkan Ilmu-ilmu Agama)

--------------------------------------------------------------------------------

Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu
`Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah
amma ba'du... 

KITAB RAHASIA SEMBAHYANG DAN KEUTAMAANNYA(8/36)
---------------------------------------------------------------------------------------


Perbuatan-perbuatan dalam sembahyang 
        
      Apabila seseorang yang hendak sembahyang itu selesai dari berwudhu', 
      mensucikan diri daripada semua najis-najis dan kotoran yang berada di 
      badan, tempat dan pakaian, demikian pula sudah bersedia menutup aurat 
dari 
      pusat ke lutut, hendaklah ia berdiri tegak, menghadapkan mukanya ke arah 
      kiblat. 
        
      Sebaiknya ia bersembahyang dekat dengan dinding tembok, kerana yang 
      demikian itu memendekkan jarak pemandangan. Hendaklah ia mencegah fikiran 
      dari bercabang-cabang kepada yang lain, manakala penglihatannya hanya 
      bertumpu kepada tempat sujud belaka. Hendaklah berdirinya itu tetap 
serupa 
      ini, sehingga sampai waktu melakukan ruku' tanpa menoleh kemana pun jua. 
        
      Kemudian, barulah ia meniatkan menunaikan sembahyang dalam hatinya, 
sambil 
      mengangkat kedua tangannya setentang dengan dua bahunya. Kedua tapak 
      tangannya diarahkan ke arah kiblat; semua jari-jarinya dibukakan tidak 
      digenggamkan, tidak dipaksakan sehingga menjadi terlampau renggang atau 
      terlampau kuncup, tetapi dibiarkan sekadar kebiasaannya saja, dan dia pun 
      bertakbirlah. 
        
      Sebaik-baik selesai bertakbir, dia pun meletakkan kedua tangannya ke atas 
      dada dengan tangan kanan diletakkan ke atas tangan kiri, dan janganlah 
dia 
      mengerakkan kedua tangannya secara kasar dalam bertakbir itu, melainkan 
      dibiarkannya naik dan turun perlahan-lahan dengan lemah-lembut sekali. 
        
      Dalam menyebutkan Allahu Akbar hendaklah hanya dibacakan dengan baris 
      dhommah yakni hu (Allahu). Dan hu itu dibaca dengan sederhana tidak 
      ditekankan sangat. Hendaklah tidak disambungkan hunya dengan alif 
sehingga 
      berbunyi semacam wau (Allahuakbar), ataupun dipanjangkan ba' dari Akbar 
      dan ra'nya seolah-olah dia menyebut: Akbaar: Dan hendaklah dimatikan 
      (disukunkan) huruf ra' pada Akbar itu dan jangan di dhommahkan; yakni dia 
      menyebut: Allahu Akbar bukan Allahu Akbaru. 

(bersambung)

        


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke