Menurut saya, tidak usahlah kita memberikan penilaian general terhadap prilaku parsial. Mungkin artis seperti contoh Dewa misalnya, menginjak lafazh Jalalah adalah salah, tapi perbuatan yang baik lainnya juga tetap diukur dengan ukurannya. Artis yang banyak menyumbang dalam membangun masjid bukan sesuatu yang tercela hanya karena mereka artis. Barangkali itulah cara mereka meraup sepiring intan pahala. Soal diterima apa tidak itu sudah bukan urusan kita. Kalau bisa, lebih bagus tanyakan langsung pada Raqib Atid. Salah dan benar itu bukan figur atau kelompok sehingga kalau pada satu kita katakan bagus dan benar maka akan benar selamanya. Bahkan orang yang disebut wali sekalipun.. bahkan juga Nabi dengan segala perbedaan statusnya.
Seperti Dewa yang salah menginjak lafazh Jalalah tersebut, saya berkali-kali mengatakan kepada kawan-kawan bahwa itu salah, tapi juga jangan lupa kalau Dewa mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Padahal kasus serupa sangat banyak terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dan bahkan tanpa kesadaran kita akan suatu kesalahan itu. Kalau kita sepakat Lafazh Jalalah adalah sakral dan agung karena substansi yang ditunjukkan kata itu, maka tidak ada beda apakah tertulis dalam bahasa Arab atau bahasa apa saja dan berbentuk kaligrafi atau apa saja. Silahkan perhatikan uang Riyal Saudi, silahkan perhatikan lambang HT dalam selebaran-selebaran mereka.. silahkan perhatikan ikat kepala mereka yang demo-demo itu. Bagaimana dengan novel-novel "Islami" yang juga seringkali tidak lepas dari lafazh Jalalah itu.. Tapi persoalan Dewa ini sudah lewat. Mungkin lebih baik jika kita camkan kembali hadits keempat ArbaĆn Nawawiah ini: Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah saw menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, ternyata dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhari dan Muslim) Terima Kasih Aman ----- Original Message ----- From: "Azzmah Z. Misykiyah" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, July 27, 2005 12:47 AM Subject: [kmnu2000] Ralat Profil Sufi Kontemporer Abad ini ? Merespon mas Mukhlisin Katanya, di antara etika diskusi adalah dilarang insulting ?.... Mas Mukhlisin....... Alloh maha tahu, sombong adalah dosa, menganggap orang lain sombong juga dosa. Dan katanya tidak mengetahui tentang kewalian sesorang, kecuali sesama wali. Yang jelas Muslimin dunia akrab dengan nama ''wali'' abdul Qodir jaelani dan sejenisnya, yang pasti Ia dikenal dunia bahwa ''dlohirnya'' bukan seorang pemain band atau gitaris. Maaf, Mungkin juga mas Mukhlisin ini, adalah seorang wali abad ini, tetapi karena saya bukan wali, maka saya tidak tau kalau mas mukhlisin adalah wali atau bukan ?..... katanya ''la ya'riful wali ilal wali'' Ketika dewa mencantumkan lafadz jalalah pada kaset lagu terbarunya beberapa waktu lalu, juga menjadikan lafadz jalalah sebagai alas kaki dalam konsernya. Saya sangat tidak yakin ketika itu, dani cs dengan berjoged dan memegang gitarnya, ia sedang zadab atau hanya ingat Alloh dengan menginjak-injak lafadz jalalah itu, terbukti akhirnya GROUP DEWA pun takut kehilangan penggemarnya dan akhirnya mohon maaf secara terbuka di mana-mana. 'jelas ia menyadari kesalahannya''. Mas mukhlisin. ... Dewan juri dalam vestival film, pasti aspek penilaiannya sesuai dengan ''kode etik'' hiburan bukan kadar ibadah". Panggung film adalah sandiwara sesaat yang dijalankan atas komando sutadara. Artis yang terang-terangan menyatakan diri beragama kristen pun, bisa tampil memakai jilbab, melakukan sholat, berdikir di masjid "itulah sandiwara film". Dan memang demikianlah profesi artis, berubah action setiap detik ''sesuai peran yang menguntungkan'', apa bisa di paham ?..... Celakalah, Orang-orang yang tertipu oleh film. Dengan berkesimpulan bahwa tayangan dalam film adalah kenyataan dan tanpa menyadari itu adalah sandiwara( meski ada sedikit film kisah nyata). Seperti orang-orang desa yang ''menelan mentah-mentah'' tayangan televisi, sehingga dengan mudah mereka terjangkit virus hedonis, atau juga anak-anak SEKOLAH DASAR yang meniru film melakukan bunuh diri. Ketika inul baru tampil, BANYAK GADIS-GADIS INGUSAN LANGSUNG BERPAKAIN yukensi dan celana mini ketat. Ketika ditanya kenapa berpakain demikian ?. Jawabannya DENGAN POLOS. "meniru inul artis idola yang lagi naik daun". Alloh maha tahu. Tetapi yakinkah anda dengan sikap demikian itu, Inul punya misi dakwah Islam, dan ketiKa inul pamer pantatnya di hadapan ribuan orang, ia sambil berdizkir dengan melafalkan kalimat tahlil atau tauhid......?. Saya sebagai orang awam yang bukan wali, bukan pula sufi, tidak yakin hal itu. Apalagi dani DEWA GROUP, yang secara kasat mata beberapa waktu lalau konser, lafadz jalalah dijadikan alas berjoged. Saya sebagai orang awam, tidak yakin dani adalah seorang wali dengan menginjak lafadz jalalah adalah berdikir hakiki, meskipun dengan tindakannya itu, ia tambah populer dan disebut ''sufi'' versi majalah syir'ah.. ?..... yang mungkin redaksinya butuh suntikan dana dari group dewa ?... Adapun mas mukhlisin berkesimpulan lain, itu hak sampean.... Bahkan inul dalam salah satu lagunya yang berjudul ''mencari penggemar'', inul pun ''menampar wajah'' pelaku liberalisme Islam Indonesia. Dengan ungkapan ; ''bermacam-macam cara orang mencari penggemar, di antaranya harus berani melakukan sesuatu yang belum dilakukan oleh orang lain. Seperti inul punya goyang panas ..., ada pula yang mendebat agama demi popularitas, ada pula yang mendekati orang bermassa'' . mafhum ...??. Maaf, untuk study banding, dengan faktor saddu-addharo'i , bisa mas mukhlisin istifadah dengan menganalisa lagu inul berjudul ''mencari penggemar" itu...................maka akan tau jawabanya. Kenapa banyak artis membangun masjid, pada waktu tertentu berjilbab dan seterusnya....... Saya tetap yakin, inul bukan seorang wali, karena saya manusia awam yang tidak faham tentang ciri-ciri wali....sekali lagi, mungkin juga mas mukhlisin ini adalah sufi sekaligus komandan para wali abad ini. ? wallohu a'lam ?.... Salam dari campus UGM DJOGDJA By............. Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dibawah ini salah satu bukti dan fakta bahwa artis dan seniman juga punya kesempatan dan kalau ada kemauan mereka bahkan jauh lebih "Isalmi" dibanding kita. Mari kita lihat kesalehan orang lain bukan dari 'profesi' luar semata....dan mari hilangkan sifat takabur kita bahwa kita adalah orang yang paling bersih dan paling islami dibanding orang lain ... Salam Mukhlisin Film 'Rindu Kami PadaMu' Terbaik Asia AUDITORIUM Sirifort, yang dipenuhi 5.000 tempat duduk, menjadi saksi film Rindu Kami PadaMu (2004) yang disutradarai Garin Nugroho meraih The Best Film pada Festival Film Asia Osian's Cinefan ketujuh di New Delhi, 24 Juli 2005. Festival ini diikuti 30 negara Asia. Dalam seksi kompetisi diikuti sutradara dari China, Korea, Iran, dan Jepang. Penghargaan diberikan sutradara terkemuka India Mrinal Sen kepada Dalton Sembiring, Staf Penerangan KBRI New Delhi, karena Garin Nugroho tidak bisa hadir mengingat kesibukan menyelesaikan film terbarunya tentang Aceh. Festival ini yang terbesar di India, sebuah festival yang terselenggara oleh majalah Cinemaya. Majalah ini adalah majalah terkemuka dan tertua di dunia yang mengupas soal-soal film Asia. Juri dalam kompetisi ini, antara lain Micahel Khelifi, yang meraih Critic Award di Cannes dan pengajar di The Institute National Superior des arts du Spectacle (Brussel), Mani Kaul (India) penulis buku terkemuka tentang estetika kontemporer bertajuk Seen From Nowwhere , Keiko Araki (Jepang) koordinator PIA (organisasi film independen Jepang). Dewan juri dalam konferensi pers menyebutkan alasan memilih Rindu Kami PadaMu sebagai film terbaik. Disebutkan, secara tematik Rindu Kami PadaMu dipilih sebagai film terbaik karena aspek humanisme dan religiositas sehari-hari yang menawarkan toleransi dengan bersahaja, lewat kisah sederhana serta penuh humor yang langka dalam sinema dengan tema Islam. "Film ini dibuat dengan unsur-unsur sinema yang matang dan assemble pemain yang baik. Secara teknik, film ini menarik karena melawan bentuk-bentuk sinema masa kini, dan kembali ke sinema lama yang diaktualkan kembali film ini menjadi penting dalam dunia penuh konflik sekarang ini," papar Micahel Khelifi, seperti yang dipaparkan di situs www.cinemaya.net, kemarin. Sementara itu, Garin sendiri melihat penghargaan film ini sebagai respons dunia luar, yang masih menghargai film-film seni. "Saya membuat Rindu Kami PadaMu dengan kisah humor bersahaja, karena film-film bertema Islam dalam 10 tahun ini, terutama di festival-festival internasional, selalu tentang kekerasan, kemiskinan, peran wanita, pengungsian, dan kehidupan generasi islam di Eropa, yang disajikan tanpa humor. Islam menjadi keras dan tanpa humor," papar sutradara kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1961. Film ini didukung tiga pemain terkenal, Didi Petet, Neno Warisman, dan Jaja Miharja. Selain itu, tampil pula Nova Eliza dan Reza Bukan, dua artis yang untuk pertama kalinya main film. "Film ini memang ada adegan lucunya, juga adegan sedihnya. Skenarionya yang menulis saya sendiri bareng Armantono, yang dulu pernah menulis skenario sinetron Noktah Merah Perkawinan," ungkap Garin. Selain film Rindu Kami PadaMu, film Fear of the Cold (Iran) meraih aktris terbaik, sementara film Peacock yang disutradarai Guchangwei (China) meraih aktor terbaik. Special Jury Prize diraih film The Forsaken Land, dengan sutradara Jayasundara dari Sri Lanka. (Eri/H-3) -------------------------------------------------------------------- ----- Original Message ----- From: Azzmah Z. Misykiyah To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, July 25, 2005 8:43 PM Subject: [Kebangkitan_Bangsa] Frofil Sufi Kontemporer Mungkin sebentar lagi, Inul diangkat jadi Tokoh Sufi, "hati orang siapa tau".... Terbukti, Setelah bekas raja goyang dangdut Rhoma Irama jadi DAI/Mubaliigh. Kini giliran raja Dewa Dani, jadi "sufi kolosal" versi Islam demi dolar........he....he..... enak ya "jadi artis", pantesan banyak cewek-cewek yang melacurkan diri pada produser film demi ingin jadi artis, meskipun banyak yang impiannya gagal setelah dikibuli produser atau produser palsu.............. Sebab dengan popularitas nama bisa jadi apa saja.....he...he....................... Lihat MAJALAH SYIR'AH Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat --- Dulu 35 sekarang 3x5 = 15 --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar --- SPONSORED LINKS American politics Conservative politics Organizational politics Politics ------------------------------------------------------------------------------ YAHOO! GROUPS LINKS a.. Visit your group "Kebangkitan_Bangsa" on the web. b.. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. ------------------------------------------------------------------------------ [Non-text portions of this message have been removed] --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat --- Dulu 35 sekarang 3x5 = 15 --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar --- SPONSORED LINKS American politics Conservative politics Organizational politics Politics --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "Kebangkitan_Bangsa" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] --- PKB dari Ulama oleh Ulama untuk Umat --- Dulu 35 sekarang 3x5 = 15 --- Maju tak Gentar Membela Yang Benar --- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h2cdtqq/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705136382:TM/Y=YAHOO/EXP=1122665536/A=2894354/R=0/SIG=11qvf79s7/*http://http://www.globalgiving.com/cb/cidi/c_darfur.html">Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
