Semangat Multikultural
Kehidupan di Indonesia bergeser kearah multikultural. Kehidupan multikultural berkembang di masyarakat dengan beragam latar dan keinginan yang berbeda-beda. Nilai-nilai budaya syarat dengan masalah minoritas rasial dan etnik serta agama. Konflik carut marut ekonomi dan sosial, pendidikan dan konflik rasial dan etnik serta agama makin nyata. Masalah aliran sesat, penolakan terhadap perubahan, korupsi, teroris menjadi serba delematis. Sebagian orang rigid, eksklusif dan ekstrim. Sebagian lainnya, nampak orang menjadi sangat liberal, kompetitif, individualistik dan membawa perubahan cepat. Mereka membentuk kelompok-kelompok militan, membangun jaringan untuk tetap eksis. Kesemuanya membawa pada situasi serba problematik Meningkatnya isu multikulturalisme saat ini, menuntut orang memiliki wawasan pendekatan post-modernisme tentang manusia. Isu persamaan sosial (equality social), gender, kelompok minoritas dan marginal, dan khususnya meningkatnya kekuatan kelompok militan dan pemberdayaan serta pembebasan perempuan. Pertanyaannya adalah, Bagaimana menghadapi kultur populasi yang berbeda-beda di masyarakat kontemporer? Masyarakat kontemporer membutuhkan pencegahan stress, strategi menciptakan pertumbuhan, membangkitkan visi dan inspirasi individu memperoleh rasa kompeten, mencari jalan keluar dari yang lain, menemukan pemahaman, dan peka terhadap konteks masyarakat. Lalu, apa implikasi bagi masyarakat miskin, yang kebutuhannya tidak terpenuhi? Ekonomi global menggilas orang-orang miskin. Kebutuhan pangan mahal. Sedangkan pendapatan kurang bahkan tidak menentu. Masyarakat bawah terseret mundur oleh laju kehidupan post-modern. Terjadi kesenjangan antara masyarakat tradisional dan post-modern. Orang-orang tradisional ada didesa dan dipinggiran serta jantung kota. Jumlah orang-orang miskin meningkat hingga 30 % setelah kenaikan BBM. Demikian juga angka statistik masyarakat miskin mencapai 60 juta. Mereka menjadi tanggunagn bangsa Indonesia. Bagaimana menyikapi keadaan miskin diera ekonomi global? Orang-orang miskin bukan saja kekurangan harta benda. Orang miskin juga terancam kehilangan semangat untuk hidup. Semangat kompetisi rendah dan mereka lari dari masalah dan putus asa. Tugas bersama, ialah saling memberi semangat agar mampu berubah kearah hidup lebih baik. Adler dan pengikutnya menganggap bahwa pemberian semangat/dorongan adalah aspek krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. setiap langkah hidup, kita harus memberi dorongan/semangat tumbuh kembang. betapa pentingnya setiap saat memperbaharui semangat/dorongan. Keterampilan memberikan semangat/dorongan termasuk mengungkapkan keresahan yang dialami oleh masyarakat, aktif mendengarkan dan empatik. Komunikasi yang respek memberikan rasa percaya; fokus kekuatan, aset-aset dan sumber-sumber; untuk membantu menemukan persepsi alternatif dari dorongan kepercayaan yang salah, memfokuskan kemajuan dan usaha dan membantu orang menemukan humor dari pengalaman hidupnya. (Adler, 1956. et.al.) Proses memberi semangat/dorongan bisa dilakukan oleh orang tua, guru, konselor, tokoh pemerintah dan tokoh agama serta teman sebaya. Ada tiga proses memberi semangat, yaitu pandangan tentang perilaku malasuai (prespective on maladjustment), hubungan (relationship), dan fasilitas perubahan. Pertama, definisi masalah/ perilaku malasuai. Orang yang bermasalah bukanlah orang sakit, dan tidak memberi label untuk mendiagnosanya. (Dejong, 1998 et.al). Littrell menyatakan bahwa orang bermasalah disebabkan perilaku mereka salah demoralized atau kehilangan semangat/dorongan discouraged. Orang hanya kehilangan harapan, maka salah satu tugas konselor/guru/tokoh agama/aparat pemerintah ialah membantu proses membongkar harapan yang hilang. Dreikurs (1967) menulis bahwa orang memiliki semangat akan berfungsi secara penuh, sebaliknya, orang yang kehilangan semangat, akan rusak dan tidak bisa berfungsi secara lebih baik. Kedua, Hubungan dengan orang lain menggunakan berbagai macam kata, seperti kerjasama, kolaborasi, persamaan, timbal balik, optimis, saling hormat, dan berbagi. (cooperative, collaborative, egalitarian, mutual, optimistic, respectfull, dan shared ). (Dejong & Berg, 1998. et.al,.). Untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain, memfokuskan pada kekuatan aliansi, kepercayaan terhadap orang lain, dan mengeksplorasi kompetensi. Littrell mengatakan, strategi dan teknik tidak akan efektif apabila tidak disertai dengan keramahan, ketulusan, dan empatik dalam keseluruhan proses membina hubungan. Menurut Aliran Adler, kekuatan hubungan dicapai dengan model interes sosial. Model interes sosial memiliki kesamaan juga dengan aliran Rogers yaitu, menekankan pada memfasilitasi kondisi bagi perubahan yang sesuai dengan lingkungan, penuh hormat, empati dan memahaminya. menumbuhkan semangat dan membantu menerima pengalamannya agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ketiga, Memfasilitasi perubahan. Orang perlu dibantu untuk menemukan solusi dari problem/ kegagalannya baik sikap dan perilaku. kemudian menunjukkan asset-aset dan sumber-sumber dan kekuatannya untuk melawan kekurangan dan keterbatasannya. OHallon 1993 et.al mengemukan tiga bagian yang digunakan, yaitu ; (1) Perubahan kerja (doing) terhadap situasi yang dirasakan problematik. Membantu orang untuk merubah aksi dan interaksi yang membebaskan. menggunakan aksi lain yang tidak lazim agar lebih menguntungkan untuk keluar dari situasi daripada mengulang kembali ketidaksuksesannya. (2). Perubahan pandangan (viewing) terhadap situasi yang dirasakan problematik. Memfasilitasi perubahan pandangan sesuai dengan cara berpikirnya frames of reference. Perubahan cara pandang memungkinkan untuk menciptakan perubahan tingkah laku yang menimbulkan kekuatan dan kemampuannya. (3) Menimbulkan sumber-sumber, solusi dan kekuatan menghadapi situasi yang dirasakan problematik. Mengingat kemampuan yang dimiliki, sumber-sumber, dan kekuatan menciptakan perubahan perilaku atau persepsi orang untuk terus tumbuh kembang. Pada akhirnya, multikulturalisme menuntut manusia untuk saling memberikan semangat antara satu dengan yang lain. Pemberian semangat menekankan pendengaran empatik, penerimaan tanpa menilai, respek terhadap orang lain, mengembangkan hubungan kolaboratif dan egaliter, menyampaikan keyakinan dan kepercayaan bagi orang lain, menghargai orang lain membuat keputusan. Berfokus pada kekuatan yang memungkinkan berkembang, mengidentifikasi kepercayaan yang salah, dan memfasilitasi orang lain membuat pandangan alternatif serta usaha dan penguasaan proses daripada penyelesaian hasil. Disinilah, pentingnya kita menyadari bahwa manusia itu satu, saling bersaudara antara satu dengan yang lain. Semua adalah ciptaan Allah SWT. Salam Najlah http://najlah.blogspot.com --------------------------------- Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
