Catatan Dari Meja Nusa Dua Dan Café Bandar [30]
KE KATINGAN! KATINGAN : PANGGILAN PULANG DARI SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA. 12 Sekali pun demikian ketergantungan masih saja berlangsung walau pun dengan kadar yang berbeda dari dahulu oleh adanya jalan darat. Klotok dan speed-boat masih memainkan peranan penting untuk menghubungi kampung satu dan kampung lainnya. Air minum masih tergantung pada sungai. Sayang dan malangnya oleh pengusahaan liar emas, baik di darat atau di sungai, sungai jadi penuh dengan air raksa yang sangat berbahaya bagi kesehatan penduduk. Ikan pun tidak sedikit yang kehilangan sisik. Pernah pada suatu ketika, aku mencoba terjun dan berenang kembali di sungai pengasuhku ini, seperti yang kulakukan di masa kanak dahulu. Tapi baru beberapa menit aku masuk ke airnya, badanku segera merasa gatal-gatal dan merasa seperti disengat. Aku pun sadar akan kadar airraksa sungai sudah demikian tinggi seperti yang diberitakan oleh koran-koran Palangka Raya. Kerusakan alam menyusul pengusahaan emas secara serampangan dan tidak bertanggungjawab ini nampak juga pada hutan seperti di Hampalit, tidak jauh dari Kasongan, yang berobah jadi padang pasir sejauh mata memandang. Katingan memang daerah kaya akan bahan tambang, terutama yang sekarang dieksploatasi benar adalah emas. Boleh dikatakan orang Katingan hidup di atas tumpukan emas tapi sekarang ternyata emas ini pula yang menyebabkan petaka jangka panjang. Waktu kecil dahulu kalau ibu mau membuat gelang atau anting-anting untuk saudara-saudara perempuanku, ibu tinggal turun sebentar ke sungai terutama ke gugusan pasir yang disebut Baras Dirik di hulu kampung. Beberapa jam saja "mandulang" ibu sudah medapatkan bahan cukup untuk anting-anting atau gelang. Oleh keadaan ini waktu bocahku dahulu, aku sama sekali tidak mengerti arti emas. Emas baru kupahami artinya ketika aku sekolah di Yogyakarta. Waktu itu kami ingin menyelenggarakan festival drama selama seminggu. Sebagai modal awal kegiatan aku menggadaikan sepedaku, dan kawan lain menggadaikan cincinnya. Aku jadi kadet melihat perolehan dari cincin emas itu justru jauh lebih besar daripada perolehan sepedaku yang memang butut. Sejak itulah aku baru paham akan arti emas. Kenaifan anak alam! Barangkali. Anak alam yang tulus dan polos sering jadi "makanan empuk" orang kota. Dan kenaifan ini agaknya belum hilang samasekali dari penduduk yang ternganga bingung oleh kerusakan alam mereka. Berlangsungnya eksploatasi alam yang buas begini berdampak pula pada kehidupan kolektif orang kampung apalagi disertai oleh penghancuran sistematik tatanan masyarakat adat oleh Orba. Sekarang tidak kusaksikan lagi orang berbagai hasil kijang atau celeng perburuan di kalangan orang kampung. Tari manasai sebagai lambang kehidupan kolektif makin hari makin merosot kehidupan dan penggunaannya dalam masyarakat. Aku melihat gejala ini erat hubungannya dengan kerusakan alam, eksploatasi buas dan tatanan masyarakat adat. Karena itu pekerjaan kebudayaan barangkali merupakan pekerjaan dari dasar dan mendasar. Lagi-lagi sayangnya, pekerjaan ini termasuk yang terbengkalai penanganannya di Kalteng. Terdapat kecenderungan bahwa sasatra-seni dijadikan sebagai barang dagangan turistik. Yang lebih berkembang adalah kebiasaan mabuk-mabuk dan dibela dengan mengatakannya sebagai "tradisi" sehingga ketika bekerja di Palangka Raya, terdengar oleh telingaku ucapan bahwa "orang Katingan itu jago mabuk-mabuk". Kukira minum baram [tuak] tidaklah dilakukan saban waktu. Apalagi sampai mabuk.Ia terutama dilakukan menyambut tamu atau handai-taulan dari jauh yang jarang jumpa. Menyatakan tradisi sebagai dalih untuk saban hari mabuk-mabuk adalah kekurangan paham akan sejarah. Ia timbul oleh berkembangnya frustrasi dan ingin melupakan atau lari dari kepahitan sehari-hari, bukan "lupa" atau melupakan sesuatu sebagai sikap moral mencari penyelesaian, jika menggunakan klasifikasi Paul Ricoeur, filosof Perancis yang baru meninggal bulan Mei lalu . Buntutnya ia membuka peluang bagi kekerasan dan perjudian. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di Kasongan pun perjudian sudah cukup merajalela. Kanak-kanak pun sudah terlibat. Inikah Dayak? Inikah Katingan sekarang? Aku kira, kurang-lebih demikian memang. Jika ada pendapat bahwa "orang Katingan jago mabuk-mabuk" tentu pendapat begini tidak turun dari langit tapi mempunyai dasar sosial atau dasar materinya, jika kita sepakat bahwa keadaan sosial atau basis materi turut membentuk pendapat dan sikap seseorang. Debat apa pun kukira tidak bisa mengabaikan dasar sosial atau basis materi hal-ikhwal. Kukatakan hal-hal ini dengan rasa prihatin dan kasihsayang seorang anak Katingan, karena kukira kita perlu tahu di mana kita berada sebelum tahu mau ke mana dan bagaimana menuju ke mana. Katingan patut diberdayakan dan dibangun agar jadi tempat kehidupan manusiawi bagi anak manusia yang manusiawi pula. Dengan menuliskan baris-baris ini aku ingin mengatakan bahwa keadaan Dayak dan atau Katingan yang demikian bukanlah tidak mungkin dirobah. Mengapa dan apa dasar alasan mengatakan :"I can't change DAYAK, but I can change the way you look at us." Mengobah "cara pandang orang lain pada kita" tanpa mengobah dasar material atau dasar sosial, aku kira sikap begini tidak menyentuh hakiki apalagi mengobah yang paling mendasar.Dan sikap begini barangkali bersifat reaktif pasif, bukan aktif ofensif. Dua sikap ini, kukira, mencerminkan dua strategi perobahan maju yang berbeda untuk tidak mengatakan bertolakbelakang.Strategi, bukan taktik. Apabila "the way you look at us" dimasukkan sebagai kategori pendapat umum dan kekuatan pendapat umum, aku masih melihat cara melawan pendapat umum demikian yang paling efektif, tetap menggunakan strategi aktif ofensif dan bukan reaktif defensif.Dengan strategi aktif ofensif artinya kita memperkuat faktor internal.Perjuangan bersenjata yang dilancarkan di bawah pimpinan Gerakan Mandau Talawang Pancasila untuk mendirikan Kalteng sebagai propinsi tersendiri, kukira contoh dari strategi aktif ofensif. Contoh lain adalah gerakan Credit Union [CU] yang sekarang tengah terus digalakkan. Sedangkan sikap dalam Tragedi Sampit 2001 merupakan salah satu contoh dari strategi reaktif defensif.Umum diketahui bahwa ofensif merupakan cara terbaik membela diri. Strategi ini jika menggunakan istilah umum di kalangan penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat [LSM] disebut "menjadi rakyat sebagai aktor pemberdayaan dan pembangunan" dan dalam dunia sastra-seni barangkali disebut bahwa sastrawan-seniman diharapkan "berdiri di depan walaupun cuma selangkah".Jika tidak, ia akan menjadi "ekorisme" yang dikenal di dunia politik untuk menunjukkan kepada pimpinan yang tanpa prakarsa dan selalu tertinggal di belakang perkembangan sehingga sebenarnya tidak lagi bisa disebut pemimpin. Dua strategi ini seperti sebuah jalan simpang yang menagih kita untuk memilih.Kukira ini jugalah yang sedang dihadapi Katingan sebagai kabupaten baru -- yang juga merupakan buah nyata dari strategi aktif ofensif selama bertahun-tahun dengan menggerakkan penduduk di 11 kecamatannya untuk menjadi aktor perobahan maju menerobos kemandegan.Lahirnya kabupaten Katingan kukira juga menyatakan kekuatan ide yang telah menjelma jadi kekuatan material.*** Paris, Oktober 2005. ------------------ JJ. Kusni [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
