Catatan Sastra Seorang Awam:
   
  “EPILOG CINTA”, SANJAK-SANJAK CINTA KATHIRINA SUSANNA [1]
  Lukisan Lika-liku Perjalanan Batin Seorang Penyair
   
   
  Milis [EMAIL PROTECTED], milis resmi Komunitas Matabambu Jakarta, dan   
[EMAIL PROTECTED], milis resmi Ikatan Penulis Sabah, pada 28 Nopember 2005 
telah menyiarkan serie puisi-puisi cinta Kathirina Susanna yang sebelumnya 
pernah saya bicarakan. Serie puisi-puisi Kathi ini dijuduli “Epilog Cinta”, 
terdiri dari 12 rangkum sanjak.
   
  Lengkapnya “Epilog Cinta’ tersebut adalah sebagai berikut:
   
   
  EPILOG CINTA
   
  1. CINTA
   
   
  Cinta itu umpama segumpal tanah merah
  Dan kita mengadunkan bentuknya
  Kalau bahagia yang di reka
  Indahlah jadinya
  Namun kalau derita yang di cari
  Musnahlah serinya.
  Dan terkadang cinta terbentuk dan membawa kehidupan
  Memberi nafas baru.
   
   
  2. CINTAMU
   
  Kau datang membawa benih-benih persahabatan
  Dan  kau semai lalu membuahkan cinta
  Bibit- bibit cintamu
  Bagai pelangi mewarni langkah-langkahku
  Bagai sinar suria menyulami hidupku
  Bagai haruman menyiram bahagiaku.
   
   
  3. AKU MERINDUIMU
   
  Betapa aku merindui dirimu
  Rindu ini bagaikan  penyeksaan penuh kesepian
  Aku rindu pada tawa riamu
  Aku rindu pujuk rayumu
  Aku rindu kasih sayangmu
  Aku rindu bisikan cintamu.
   
   
  4. SAYANGKU.
   
  Telahku nyatakan padamu
  Aku perlukan persahabatan bukan percintaan
  Kerana bagiku tiada siapa bakal mengisi kekosongan ini
  Sayangku..
  Telahku katakan persahabatan akan berpanjangan sehingga hujung nyawa
  Namun percintaan kelak putus di tengah jalan
  Dan aku tidak mahu kehilanganmu
  Walau tidak mungkin bakal mencintaimu.
  Kerana bagiku tiada siapa dapat mencairkan dendam ini.
   
   
  5. BERKALI-KALIKU KATAKAN PADAMU
   
  Berkali-kali kukatakan padamu
  Jangan menaruh harapan padaku
  Kerana aku sendiri sudah tidak berharap lagi
  Cinta itu bakal membuahkan kebahagian!
  Berkali-kali kukatakan padamu
  Aku ingin bersendiri di dunia ini
  Kerana aku sering di sakiti
  Aku sudah tidak  percaya lagi
  Ada insan yang bakal memberiku kebahagian
  Dan dapat memadamkan sejarah hitam itu.
   
  Aku tidak lagi mengharap
  Ada insan yang iklas menyayangiku
  Aku tidak lagi pernah terfikir
  Derita semalam adalah yang terakhir buatku
  Aku tidak lagi terasa
  Ada bahagia bakal menjelang
  Semua itu kosong!
  Kosong!
   
  Bukan aku menyalahkan takdir
  Atau percaya ini takdirku
  Namun sering saja terluka
  Membuatkan aku keras dan kaku
  Dingin membeku!
   
  Tiada bicara dapat menyejukkan rajukku
  Tiada madah dapat mencairkan dinding benciku
  Tiada pujukan yang dapat memadamkan
  Dendam di jiwaku!
   
   
  6. APA ADA PADA CINTA ITU!
   
  Cinta???
  Arrgghhhh!!!!
  Apa ada pada ucapan cinta itu!
  Apa cinta telah buat padaku???
  Cinta membuatkan aku jadi penentang!
  Cinta membuatkan aku jadi pendendam!
  Cinta telah membuatkan aku jadi pembenci!
  Cinta telah membuatkan aku jadi penakut!
  Cinta membuatkan aku jadi pembunuh bahagiaku!
   
   
   
   
   
  7. TAHUKAH KAMU?
   
  Tahukah kamu?
  Jauh dalam lubuk hatiku..
  Tersembunyi didalam sanubariku
  Aku ingin bangkit!
  Membuka hati dan mataku
  Membuka pintu rasaku
  Mengosongkan dendam dari benakku!
   
  Apakah kamu tahu.
  Jauh di dalam naluriku
  Aku rindukan kasih sayang
  Aku mahu disayangi lagi
  Aku mahu dicintai dan mencintai lagi
   
  Tahukah kamu?
  Betapa aku ingin membuang segala api kemarahanku ke lautan dalam
  Betapa aku ingin menyelam ke laut dalam menyejukkan rasa benci ini
  Betapa aku ingin menanam  dendamku kepuncak gunung itu
  Betapa aku ingin merasai warna warna bahagia itu.
   
  Apakah kamu tahu?
  Betapa kayanya jiwaku dengan benih-benih cinta
  Betapa indahnya kasih sayangku
  Betapa subur bibit-bibit rasa dalam jiwaku
  Namun aku takut melepaskan dia
  Ke dunia yang kejam ini
  Kerana selama ini, ia  jarang di hargai
  Dan sering di sakiti
  Aku tidak rela lagi dia menderita
  Aku tidak rela lagi melihat dia kecewa
  Aku tidak rela lagi melihat ia dipersiakan!
   
  Lantas.
  Aku biarkan dia bertapa
  Aku biarkan dia sendirian
  Aku biarkan dia kesunyian
  Daripada melihat dia disakiti dan dipersiakan!
   
   
  8. JANGAN BICARA LAGI..
   
  Jangan bicara lagi soal cinta padaku
  Jangan bicara lagi soal kekecewaan padaku
  Jangan bicara lagi soal janji padaku.
  Aku tahu semua itu
  Aku merasa semua itu
  Aku pernah nikmati semua itu!
   
  Jangan bicara soal cinta padaku
  Aku sudah masak dengannya
  Aku sudah muak padanya
  Aku sudah benci padanya
  Jiwaku penuh dendam kerananya!
   
  Jangan bicara soal cinta padaku
  Jangan tertawakan aku kerana tidak percaya lagi padanya
  Jangan tuduh aku terlalu kejam
  Kerana aku tahu
  Apa cinta telah lukiskan dijiwaku
  Apa cinta telah lakarkan di hatiku
  Apa cinta telah tanam dibenakku!
   
  Jangan bicara soal cinta padaku
  Jangan sebut lagi kata cinta
  Aku benci mendengarnya
  Aku sakit digamit rasa
  Aku berjauh hati mengingatinya
  Aku terseka mengenangnya
   
  Jangan bicara soal cinta padaku
  Kerana jiwaku kosong
  Kering kontang bagai bumi dilanda kemarau panjang
  Jangan sakiti aku dengan soal cinta lagi
  Jangan hidupkan lagi cinta dijiwaku
  Aku sudah lama mengurungnya
  Aku sudah lama membunuhnya!
   
   
  9. BENCI DAN DENDAMKU
   
  Dalam benci dan dendamku
  Dalam derita dan dukaku
  Sesekali aku merinduinya
  Sesekali aku kesepian tanpanya
  Sesekali aku ingin kembali padanya
   
   
  10. BUNGA CINTAKU
   
  Cinta ...
  Bagai bibit bibit bunga kasihku
  Aku ingin sekali menaburkannya di bumi
  Aku ingin sekali ia membuahkan cinta suci
  Namun sering tertabur di tanah gersaang
  Kemarau tanpa disiram kasih
  Dan mati kelayuan derita dan sengsara
  Kering kelemasan dalam malu!.
   
   
  11. LAGI-LAGI TENTANG CINTA
   
  Lagi-lagi tentang cinta
  Yang usianya setua  Adam dan Hawa
  Yang telah membuat seluruh insan berbahagia
  Dan ada segelintir yang menderita!
   
  Lagi-lagi tentang cinta
  Apakah mustahil hidup tanpa cinta!
  Tidak bisakah hidup bahagia tanpa cinta
  Kenapa harus menderita kerana cinta!
   
  Entah..
  Lagi-lagi tentang cinta yang dikatakan suci dan sakral itu!
   
   
  12. CINTA SAMPAI KEHUJUNG
   
  Apakah kamu percaya
  Ada cinta sampai ke hujung nyawa
  Apakah kamu percaya janji yang di ikat akan dikotakan
  Apakah kamu percaya sumpah setia akan di tunaikan
  Apakah kamu percaya madah cinta itu seindah yang di ucapkan
  Apakah kamu percaya cinta itu bererti kebahagian?
  Aku tidak percaya
  Kerana padaku
  Cinta itu satu pergorbanan
  Satu penderitaan
  Demi kebahagian orang lain!
   
   
  Karya: Kathirina Susanna
  Kota Kinabalu,November 2005
   
  [Dari: [EMAIL PROTECTED] ; kemsas
  Monday, November 28, 2005 3:26 AM]
   
  Sedangkan pada akhir tahun 2005 ketika akanmemasuki tahun baru 2006, Kathi 
menyiarkan puisi-puisi berikut lagi:
   
  HARAPANKU
   
  Hari ini aku menghitung hari lagi
  Lusa, tahun ini akan meninggalkanku
  Meninggalkan aku bersama parut parut luka
  Yang tak bisa sembuh sampai bila bila
  Dan lusa, tahun baru bakal memperkenalkan diri
  Mungkin membawa harapan baru.
   
  Insan menganyam azam baru
  Menyimpul satu harapan menghijau
  Agar hari-hari mendatang bakal terus cerah
  Bahagia terus menemani diri sepanjang hari
  Namun
  Aku masih seperti ini.
   
  Dan
  Hari ini aku menghitung cerita lama
  Terlalu banyak yang manis
  Terlalu banyak yang pahit
  Terlalu banyak harapan terkulai
  Terlalu banyak janji di lupakan
  Dan aku mula menghitung rasa
  Berapa banyak air mata yang mengalir
  Berapa dalam luka di hati
  Berapa berapa sesal didada
  Dan berapa banyak jiwa yang telah aku lukai
  Namun tidak sempat memohon kemaaafan.
   
  Aku juga punya rasa
  Punya keinginan
  Punya azam membina harapan baru
  Tidak kuasa menahan diri dari bertanya
  Apa kah bahagia
  bakal menjelang tiba
  Apakah hari-hari esok bakal menyinari hidupku
  Bakal tercapaikah impianku
  Atau ia seperti tahun ini juga?
   
  Hari ini aku menghitung hari
  Menghitung rasa
  Ingin sajaku lupakan derita lama
  Ingin saja aku membalut lukanya
  Dengan titik bahagia yang pernahku lalui
  Agar ia dapat menawarkan sakit dijiwaku
  Yang sudah berjauh hati
  Sudah hampir hilang harapan.
   
   
   
  RINDU MENGETUK RASA
   
  Sendirian di-sini
  Aku merenung Sang Mentari mengundur diri
  Mengucup pipi lautan mendada biru
  Tenangnya riak-riak ombak memutih membelai pantai
  Terasa sejuk dan segarnya jiwaku
  Terhibur dengan keindahan dan ketenangan alam
  Namun
  Aku terasa ada kerinduan mengamit diri
  Ada rindu mengetuk rasa.
   
  Sendirian di-sini
  Mendengar melodi ombak memujuk pantai
  Merasakan lembutnya bayu membisik manja
  Sayunya lambaian pepohon nyiur
  Kakunya anggukkan si pohon Ru,
  Aku dibaluti kerinduan mendatang
  Terasa ada kehilangan dalam diri
  Walau 
  Aku merenung Sang Mentari mengundur diri
  Mengucup pipi lautan mendada biru
  Tenangnya riak-riak ombak memutih membelai pantai
  Terasa sejuk dan segarnya jiwaku
  Terhibur dengan keindahan dan ketenangan alam
  Namun
  Aku terasa ada kerinduan mengamit diri
  Ada rindu mengetuk rasa.
   
  Sendirian di-sini
  Mendengar melodi ombak memujuk pantai
  Merasakan lembutnya bayu membisik manja
  Sayunya lambaian pepohon nyiur
  Kakunya anggukkan si pohon Ru,
  Aku dibaluti kerinduan mendatang
  Terasa ada kehilangan dalam diri
  Walau 
  ku tidak dapat mencari apa yang hilang
  Namun dalam jiwaku mengeluh resah
  Hatiku nyilu dan merintih
  Aku begitu kehilangan dan kesepian!
   
  Lantas aku menoleh kebelakang
  Berdiri kaku benteng benteng pertahanan
  Yang telah aku dirikan dulu
  Benteng pertahanan agar ia terus  melindungi diriku
  Jangan lagi diri ini di sakiti
  Jangan lagi diri ini dipermainkan
  Dan jangan lagi hati ini di lukai.
   
  Sendirian di sini
  Sayu bersama warna warna pelangi senja
  Sedih di temani suara suara unggas pulang kesarang
  Merindui belaian dan pujukan mesra
  Dan bersama sama angkuhnya benteng benteng pertahanan diri
  Menyedarkan aku.
  Membuka mata dan mindaku
  Bahawa aku lupa membina jembatan dan pintu
  Untuk bertiti keluar menjenguk 
  Apa ada disebalik benteng pertahananku.
   
  Seperti benteng-benteng itu
  Aku masih kaku dan membeku
  Angkuh dan keras membatu
  Terasa aku telah kehilangan segala
  Kini aku menyulam impian
  Akan aku robohkan benteng itu
  Akan ku bina jambatan kasih
  Akan aku buka pintu hatiku
  Biarlah.
  Aku sedia di lukai
  Aku tak jera di sakiti
  Aku kuat dan nekad menerima hari hari mendatang.
   
  Kathirina Susanna Tati
  Kota Kinabalu
  30 Desimber 2005
   
  Beberapa masalah masalah  yang ingin kucatat setelah membaca puisi-puisi 
cinta Kathirina Susanna di atas adalah: [1]. Tema cinta; [2]. Produktivitas; 
[3]. Waktu penulisan sebagai indikator.  
   
  Paris,  Januari 2006.
  JJ.Kusni
  
                
---------------------------------
Yahoo! Mail - now with Autocomplete that helps fill email addresses. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/CHhStB/VREMAA/E2hLAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke