http://www.gatra.com/artikel.php?id=91956 Masalah Playboy Muslimat NU Tuntut Tanggung Jawab Moral Pemerintah
Jakarta, 2 Pebruari 2006 15:38 Pimpinan Muslimat NU menuntut tanggung jawab moral pemerintah selaku pembuat regulasi, berkaitan dengan rencana terbitnya majalah Playboy Indonesia, Maret 2006, menyusul penolakan dari hampir semua elemen masyarakat. "Untuk kasus Playboy tanggung jawab moral pemerintah selaku regulator sangat kita harapkan. Pemerintah tentu tahu majalah ini akan mendegradasi moral masyarakat," kata Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa di sela-sela workshop soal pangan yang digelar sebagian rangkaian kongres organisasi itu di Jakarta, Kamis. Ditanya apakah pemerintah berarti harus mencabut izin penerbitan majalah itu yang telah terlanjur dikeluarkan, Khofifah menyatakan, jika itu bisa dilakukan tentu lebih baik dan pemerintah bisa saja melakukannya dengan pertimbangan maraknya penolakan dari masyarakat. "Tetapi kalau tidak mau mencabut, sebaiknya waktu penerbitannya ditunda, menunggu disahkannya RUU Anti-Pornografi dan Pornoaksi. Kita curiga jangan-jangan penerbitan dilakukan Maret mendatang itu memanfaatkan waktu mumpung RUU itu belum disahkan," katanya. Menurut Khofifah, di era kapitalisme global seperti saat ini memang pemilik modal menjadi penguasa, bahkan mampu menekan suatu pemerintahan, namun ia berharap tanggungjawab moral pemerintah terhadap rakyatnya dapat mengalahkan tekanan pemodal tersebut, termasuk terkait kasus Playboy. Meski pihak penerbit berjanji majalah yang akan dirilis tersebut isinya tidak akan sama dengan majalah serupa di luar negeri, Khofiah mengaku tidak percaya janji tersebut benar-benar akan ditepati. Dikatakannya, adanya penentuan segmen pembaca tertentu yakni usia dewasa merupakan petunjuk yang dapat dijadikan acuan. "Kalau memang tidak akan sama dengan majalah serupa di luar negeri mengapa harus pakai nama itu, pakai franchise. Saya rasa ada prasyarat khusus tertentu bagi pemegang franchise dari pemilik brandmark, misalnya isi majalah itu harus mengikuti pola yang sudah mereka bakukan," kata mantan Menteri pemberdayaan perempuan itu. Kongres Sementara itu, terkait Kongres Muslimat NU XV yang akan digelar pada 28 Maret-1 April 2006 di Batam, Khofifah menjelaskan, dalam perhelatan yang diperkirakan diikuti 1.972 orang itu nanti pihaknya akan membahas dan menetapkan "masterplan" pemberdayaan Muslimat dan perempuan hingga 2025. Dalam masterplan tersebut, Muslimat menargetkan waktu lima tahun bagi tiap-tiap tahapan. Tahap pertama hingga 2010 adalah tahap mengupayakan terbentuknya perempuan Indonesia sehat yang salah satu indikasinya adalah berkurangnya angka kematian ibu melahirkan. "Tahap berikutnya adalah tercapainya perempuan berkualitas pada 2015, perempuan sejahtera pada 2020, dan Muslimat yang mandiri pada 2025," katanya. Selain itu, kongres juga akan membahas dan mensahkan rencana strategis 2006-2011. Besaran program yang akan mendapatkan prioritas adalah pelayanan di bidang kesehatan. Muslimat NU saat ini memiliki 57 Rumah Bersalin, Rumah Sakit Anak dan Bersalin, serta Rumah Sakit Umum. Selain itu, prioritas juga diarahkan pada bidang pendidikan di mana Muslimat saat ini memiliki 11.790 lebih sekolah setingkat taman kanak-kanak. Di bidang ekonomi, meningkatkan peran 132 koperasi primer yang telah berbadan hukum, serta bidang dakwah di mana Muslimat memiliki lebih dari 36.000 kelompok Majelis Ta`lim. [TMA, Ant] [Non-text portions of this message have been removed] ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
