Saya biasanya menemukan kearifan dimana-mana justru pada orang-orang
biasa bukan orang yang luar biasa atau orang yang hebat. Seperti itu
karena kebiasaan yang tanpa saya sadari yang diajarkan oleh bapak.
setiap hari bapak selalu mempersilahkan mampir dan menjamu siapa aja
orang-orang yang kebetulan lewat. Entah pengamen, sales, penjual jamu,
tukang becak, penjual bubur ayam, tukang sampah, pak erte. Kalau sudah
begitu terkadang ibu suka keberatan karena kita mesti menjamu yang
terkadang memang tidak ada yang bisa disuguhkan.
kalau kebetulan ada pengamen atau siapapun yang mampir ngobrol dengan
bapak, yang ditanya bisa macem-macem. mulai mengapa mengamen, berapa
penghasilannya, atau tinggalnya dimana sudah berkeluarga apa belum.
Pertanyaan- pertanyaan yang sebenarnya hanyalah seputar kehidupan
sehari-hari. Dulu saya pernah, bertanya, apa maksudnya mengundang
mereka untuk mampir. Katanya, "Karena dari mereka kita bisa banyak
belajar tentang kearifan."
Wassalam,
agussyafii
http://agussyafii.blogspot.com
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Corporate culture | Corporate culture change | Business culture of china |
| Corporate culture training |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "kmnu2000" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
