Khusus untuk Ust. Machfudz,

Maaf saya postingkan ke sini. Habis saya tak faham
"Entah email ini salah kirim atau sengaja"...tak ada
komen apa2 lagian topiknya kenapa tak diganti? Kalau
sekiranya ditujukan ke pribadi, tolong mboyoho dikasih
pengantar dikit gitu lho...biar gak membingungkan.
Sehingga saya bisa ngresponsnya secara japri juga.

Mohon maaf juga untuk member lain di sini

Salam,
Fath

--- Machfudz Noor <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
> Tuan George. W. Bush Presiden Amerika Serikat...
>
> Dalam beberapa waktu Saya sempat berpikir, bagaimana
> bisa kontradiksi yang tidak dapat diingkari dalam
> kancah dunia internasional ini, di mana masyarakat
> dan pada khususnya di kalangan politik dan
> mahasiswa, dapat di benarkan. Banyak sekali
> pertanyaan-pertanyaan tentang hal ini yang tak
> terjawab. Karena itu saya kemudian memutuskan agar
> sebagian dari kontradiksi dan pertanyaan-pertanyaan
> itu bisa saya tanyakan. Mungkin akan ada kesempatan
> untuk membenarkan masalah tersebut.
>
> Apakah bisa; pengikut Nabi Isa A.S. sebagai salah
> satu Nabi besar ilahi dapat berpegang teguh dengan
> hak-hak asasi manusia dengan menjadikan Liberalisme
> sebagai model peradaban dengan memperluas
> persenjataan nuklir dan pembunuhan massal untuk
> menunjukkan ketidaksetujuannya dan menjadikan
> peperangan melawan terorisme sebagai slogannya?
>
> Pada akhirnya, untuk membentuk masyarakat yang satu
> dan universal tetap harus diusahakan. Sebuah
> masyarakat yang akan diperintah oleh Nabi Isa A.S.
> dan orang-orang baik di muka bumi.
>
> Namun pada saat yang sama;
>
> Negara-negara diserang. Jiwa, kehormatan, keberadaan
> orang-orang dan nilai-nilai kemudian runtuh. Sebagai
> contoh, hanya dikarenakan adanya sebuah  kemungkinan
> keberadaan beberapa orang pelaku kriminal di sebuah
> desa, kota atau bersama sebuah iring-iringan,
> seluruh  desa, kota dan iring-iringan harus dibabat
> habis.
>
> Atau dengan kemungkinan keberadaan senjata pemusnah
> massal di sebuah negeri lalu negeri tersebut
> dikuasai? Sekitar ratusan ribu masyarakat negara itu
> harus tewas. Sumber-sumber air, pertanian dan
> industri rusak dan sekitar 180.000 pasukan militer
> tinggal di sana.
>
> Kehormatan yang dimiliki oleh rumah-rumah masyarakat
> telah dihancurkan dan mungkin sekitar lebih dari 50
> tahun sebuah negara menjadi terkebelakang. Dengan
> anggaran belanja seperti apa? Dengan menghabiskan
> miliaran dolar dari harta kekayaan sebuah negara dan
> sebagian negara yang lain atau dengan mengirimkan
> puluhan ribu pemuda sebagai pasukan penyerang.
> Meletakkan mereka di tempat pembunuhan serta
> menjauhkan mereka dari keluarganya, mengotori tangan
> mereka dengan darah orang lain, menekan jiwa mereka
> sehingga setiap hari sejumlah dari mereka melakukan
> tindakan bunuh diri. Ketika mereka kembali ke negara
> mereka masing-masing tersiksa dan tertekan di sertai
> dengan penyakit yang beragam. Sebagian lainnya telah
> terbunuh dan jenazah mereka telah diterima oleh
> keluarga mereka.
>
> Hanya dengan alasan adanya senjata pemusnah massal,
> sebuah tragedi besar telah tercipta baik untuk
> masyarakat yang negaranya dijajah atau penjajah.
> Sementara pada akhirnya jelas bahwa senjata pemusnah
> massal tidak pernah ada.
>
> Namun tetap saja bahwa Saddam Husein adalah seorang
> diktator dan pembunuh. Namun tujuan peperangan yang
> dilakukan bukan untuk menumbangkannya tapi usaha
> untuk menemukan senjata pembunuh massal yang sudah
> diumumkan sebelumnya. Saddam dalam rangkaian ini
> telah tumbang. Masyarakat sekitarnya merasa senang
> dengan tumbangnya Saddam. Pada peperangan yang
> dipaksakan kepada Iran, Saddam di bantu dan dibela
> oleh Barat.
>
> Tuan Presiden...
>
> Mungkin Anda telah tahu bahwa saya hanya seorang
> dosen. Mahasiswa saya sering mempertanyakan
> bagaimana aksi-aksi yang ada ini disesuaikan dengan
> nilai-nilai yang telah disampaikan di awal surat
> saya dengan agama Nabi Isa A.S. seorang Nabi
> perdamaian dan kasih sayang?
>
> Mereka yang tertuduh dan dipenjara Guantanamo yang
> tidak bakal diadili secara adil, tidak memiliki
> akses untuk mendapat pembelaan dari seorang
> pengacara. Keluarga mereka tidak diperkenankan untuk
> melihat mereka dan di luar dari negaranya sendiri
> diisolir sementara tidak ada pengawasan
> internasional untuk mereka. Tidak jelas posisi
> mereka; apakah mereka adalah dipenjara, tawanan
> perang, tertuduh ataukah orang-orang yang telah
> dihukum?
>
> Para pengawas Uni Eropa mengakui adanya
> penjara-penjara misterius di Eropa. Saya tidak dapat
> menerima penculikan dan penahanan orang-orang di
> penjara-penjara misterius itu tanpa adanya sebuah
> sistem peradilan yang berlaku di dunia. Dan saya
> tidak pernah mengerti bagaimana aksi-aksi yang telah
> dilakukan sesuai dengan nilai-nilai yang telah saya
> sebutkan di atas. Dengan ajaran-ajaran Nabi Isa A.S.
> ataukah hak-hak asasi manusia ataukah dengan
> nilai-nilai Liberalisme?
>
> Para pemuda, mahasiswa dan masyarakat banyak
> mempertanyakan tentang fenomena bernama Israel.
> Pasti sebagian dari pertanyaan-pertanyaan itu telah
> Anda dengar. Dalam sejarah tercatat banyak negara
> yang telah dijajah. Namun salah satu fenomena
> kontemporer masa kita adalah sebuah pembentukan
> negara baru dengan masyarakat yang baru pula.
>
> Para mahasiswa berkata, 60 tahun yang lalu tidak
> pernah ada negara dengan nama ini. Dokumen-dokumen
> dan peta geografi dunia yang lama ditunjukkan oleh
> mereka sambil berkata, kami telah berusaha
> sedemikian rupa mencarinya namun kami tidak
> menemukan sebuah negara yang bernama Israel.
>
> Saya terpaksa menuntun mereka agar mempelajari lagi
> tentang perang dunia pertama dan kedua. Sekali waktu
> seorang mahasiswa berkata, pada perang dunia kedua
> puluhan juta manusia tewas. Berita-berita perang
> dengan cepat disebarkan dari kedua belah pihak yang
> berperang. Masing-masing memberitakan kemenangannya
> dan kekalahan lawan. Setelah perang dunia kedua
> selesai mereka mengklaim bahwa ada enam juta orang
> Yahudi tewas. Enam juta orang yang
> sekurang-kurangnya dari dua juta kepala keluarga.
>
> Kita andaikan saja bahwa berita ini benar. Apakah
> kesimpulan logisnya adalah pembentukan sebuah negara
> Israel di kawasan Timur Tengah dan atau membela
> mereka habis-habisan? Bagaimana menganalisa dan
> menginterpretasikan fenomena semacam ini?
>
>
> Tuan Presiden...
>
> Anda pasti telah mengetahui dengan anggaran belanja
> dan pesan-pesan yang seperti apa sehingga Israel
> terbentuk;
>
> Dengan terbantainya ribuan jiwa.
> Dengan mengungsikan jutaan jiwa penduduk asli
> kawasan.
> Dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun
> zaitun dan penghancuran kota-kota dan tanah-tanah
> subur.
>
> Tragedi ini tidak hanya terbatas pada masa
> pembentukan saja. Sangat disayangkan selama 60 tahun
> hal ini berjalan dan akan terus berlanjut.
>
> Rezim yang dibentuk ini bahkan tidak memiliki rasa
> belas kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah
> dihancurkan, rencana teror tokoh-tokoh Palestina
> dengan terlebih dahulu mengumumkannya serta
> memenjarakan ribuan orang-orang Palestina. Fenomena
> ini pada abad-abad terakhir bila tidak dikatakan
> sulit dicari tandingannya maka tentunya tidak ada
> bandingannya.
>
> Pertanyaan besar lainnya dari kebanyakan masyarakat
> adalah ini. Mengapa rezim yang seperti ini masih
> harus dibela?
>
> Apakah pembelaan rezim yang semacam ini  merupakan
> salah satu ajaran Nabi Isa A.S. atau sesuai dengan
> nilai-nilai Liberalisme?
>
> Dan apakah memberikan hak untuk menentukan nasib
> sendiri di tanah Palestina kepada pemilik aslinya
> baik yang tinggal di Palestina maupun di luar dan
> baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen,
> bertentangan dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia
> dan ajaran-ajaran para Nabi?
>
> Bila tidak bertentangan mengapa usulan referendum
> tidak pernah disetujui?
>
> Akhirnya dengan pilihan rakyat Palestina telah
> terbentuk pemerintahan di tanah Palestina. Semua
> pengawas yang tidak memihak mengukuhkan bahwa
> pemerintah terpilih dipilih oleh rakyat. Dengan
> tanpa disangka pemerintah terpilih ditekan
> sedemikian rupa agar menerima negara bernama Israel
> dan tidak lagi meneruskan perjuangan serta
> melanjutkan program pemerintah sebelumnya.
>
> Seandainya pemerintah terpilih saat ini sejak awal
> mengumumkan kebijakannya seperti yang diinginkan,
> apakah masyarakat Palestina akan memilih mereka?
> Apakah sikap yang semacam ini di hadapan pemerintah
> Palestina sesuai dengan nilai-nilai di atas?
> Demikian pula masyarakat bertanya-tanya, mengapa
> resolusi PBB yang telah diputuskan di dewan keamanan
> PBB
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke