Saya pribadi sangat menyangkan mengapa para santrri yang telah terbiasaa
membaca kitab-kitab babon yang khas pesantren itu harus turun kelas, membaca
Hartono. Apakah para santri tidak menemukan yang ia cari atau udah jenuh
dengan yang kuning-kuning itu sehingga melirik buku kertas putih dan karya
hartono lagi....:(
Soal cara menulis itu kan pilihan mas.....Kalo buku A laku, terus kita
dagangan buku model buku A dan seterusnya...Dan konsekuensi dalam berdagang
adalah: laku dan tidak laku. So?

On 7/5/06, kh anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kabar baik, buku hartono ahmad jahil "Al-qur'an dihina Gus Dur" telah
> sampai
> di pesantren Lirboyo dan ternyata laris. Kabarnya juga buku itu juga lari
> di
> Ploso dan Langitan. Wah.. selamat buat Harto. Banyak sekali pesantren yang
> saat ini kebetulan tidak ngeh dengan Gus Dur.
>
> Kabar baik lagi, ternyata buku-buku ringan seperti "Kiat Menjadi Wanita
> Muslimah" atau "Sepuluh kunci sorga" yang terjemahan dari "dunia
> kegelapan timur tengah itu", atau novel dan majalah islami ala "Annida"
> bahkan muuuajalah "Sabili" juga disambut baik di pesantren-pesantren
> salaf.
> Saya berfikir begini: Adik perempuan saya aja beli itu, apalagi adik
> perempuan orang lain.
>
> Lalu. kabar buruknya saya peroleh dari pak Ahmad Tohari saat mengikuti
> diskusi Sastra Pesantren di NU Online PBNU. Katanya, "sebagai orang Islam,
> orang pesantren, kita nggak harus menulis buku/novel/cerpen/artikel/puisi
> yang ada kata islam, alqur'an atau pokoknya yang islami lah, agar karya
> kita
> bisa diterima semua kalangan."
>
> Saya katakan, sebenarnya para santri yang hobbi menulis atau bebisnis
> tulisan selama hanya berasyik di dunianya sendiri dengan menulis yang
> ndakik-ndakik, yang rumit, yang ilmiyah bangetlah, yang nggak banyak
> dikenal
> umumnya orang pesantren. Tak sekedar acuh terhadap sebuah "potensi pasar
> besar" tapi dengan begitu mereka sebenarnya telah meninggalkan
> komunitasnya
> sendiri di suatu jalan yang menurut mereka sendiri masih gelap. Jika ada
> yang nggak seneng hartono dan sejenisnya, misalnya, mestinya orang-orang
> itu
> tak hanya dihujat lewat milis ini. Menulislah! Kreatiflah! Dan Hartono
> membuktikan bahwa menjadi penulis yang profesional dan kaya itu tak harus
> menunggu pinter: Asal tahu pasar, dan insyaallah sambil berdakwah bilisani
> qoumihi. Atau kita menunggu saat-saat kecewa bahwa ternyata pada suatu
> waktu
> orang-orang pesantren telah berubah menjadi orang lain. Allahuakbar.
>
> Jadi begitu.
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir
> dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
> harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>


-- 
A. Fawaid Sjadzili


[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke