mas-mas, ada satu yang kurang dari tipologi yang ditawarkan kemarin, selain usulan mas fawaid yang menawarkan anak-anak muda gemar istighasah. adalah anak muda yang serius, yang lulusan pesantren modern atau minimalnya semu salaf, kemudian yang melanjutkan studi di luar negeri,... pokoknya mereka tidak 'asal-asalan' seperti hanya bilang akhi-ukti. he he anak muda seperti itu harus diperhitungkan. :-D IW
----- Original Message ---- From: Ahmad Fawaid Sjadzili <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, August 8, 2006 5:16:16 AM Subject: Re: [kmnu2000] tiga jenis "NU Muda" Cak Anam, mosok tellu tok? Kalo anak muda yang gak pernah nyantri, bahkan tidak pernah sekolah, tapi selalu rajin ke istighasah di lapangan itu masuk kategori mana? kalo nyantri sampe khatam, bahkan dapet putri kiainya, kuliah di pesantren itu, itu masuk kategori mana? Mas, usul, banyakin aja sekalian polarisasi NU mudanya, gak rugi kok diperbanyak! salam manis! On 8/7/06, kh anam <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > > Ada tiga pemuda NU saat ini: > 1. Yang pesantren ngulutuk, tidak peduli dengan apapun yang terjadi. > Poko'e > bahtsul masail ya bahtsul masail. Ngomong air mutanajjis yang sudah lebih > dari dua qullah. Sambil lalaran alfiyah dan ngamalaken khizib nashor. > 2. Yang bergelar intelektual. Biasanya jarang yang pesantrennya khatam, > bahkan banyak yang belum pernah mesantren, tapi mengaku NU banget karena > merasa tahu sekali islam melalui para peneliti dan pemikir barat atau > pemikir timur tengah yang sudah belajar pilsapat. > 3. Yang telah menikmati hidup gratisan di Timur tengah, sudah terbiasa > bilang akhi-ukhti; antum-antuma; pokoknya arab banget lah, hanya tahu > indonesia dari internet, itu pun jarang lihat berita tapi langsung > berkomentar masyaallah! > > Kalau tidak salah begitu, tapi masih butuh pemikiran yang mendalam. > Kalau pembagaian di atas benar, saya ingin menyimpulkan begini. Yang > pertama, nggak kepingin maju babar blas, misalnya dengan mencari > terobosan-terobosan dalam lingkup madzhabnya. (Heee jangan kira di > pesantren > tidak ada ngilmu yang mengarahkan santri serius menjadi pemikir dan > pembaru). Yang kedua terlalu maju alias kemajon atau ke-fa'ilen --dalam > bahasa pesantrennya, langsung melompat, tak punya akar sehingga cepat > mati; > muncul sebentar, terkenal sebentar lalu hilang digantikan oleh yang > ke-fa'ilen lain, dan seterusnya begitu. Yang ketiga, tidak bisa dijelaskan > karena sudah jelas ketiadaannya. > > Salam > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > http://www.numesir. org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > kmnu2000-unsubscrib [EMAIL PROTECTED] com > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > -- A. Fawaid Sjadzili http://fawaidku. blogspot. com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
