ESENSI MANUSIA DI MATA TUHAN
  
  Oleh : Wafie el-Majesty * 
  
   
   
  Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang dibekali akal tuk berpikir, mata 
tuk melihat, dan telinga tuk mendengar, dan semua nggota bagian tubuh yang 
lainnya. Tapi yang paling berharga disini adalah " HATI " yang menjadi landasan 
utama manusia dalam melakukan segala hal, baik yang berkenan dengan jasmani 
ataupun rohani. Karena pada dasarnya hati merupakan predator manusia. Dialah 
yang menggerakkan manusia melalui jalan pikiran dan organ tubuh lainnya. Hati 
adalah pusatnya, sedangkan akal adalah cabangnya.
  
   
  Jika dalam hati seseorang telah terbesit sebuah keinginan tuk mengerjakan 
sesuatu, toh walaupun pada jalan yang salah. Maka secara otomatis akal-lah 
nantinya yang akan membuat rancangan, bagaimana rencana ini bisa terlaksana. 
Lain halnya dengan suatu keinginan untuk membantu atau mengerjakan sesuatu yang 
ternilai positif, mungkin dalam hati kita ada rasa tuk melaksanakannya, tapi 
terkadang akal-lah yang sering membuat alasan-alasan yang yang tidak produktif, 
sehingga merasa sangat berat tuk berbuat. Karena jauh sebelumnya, tiada 
dorongan yang kuat. 
  
   
  Jadi, perbuatan manusia adakalanya banyak mengandung nilai-nilai tertentu, 
bisa dikata;agar mendapat rasa simpati, serta pujian terhadap dirinya. Nah, 
sekarang yang menjadi tolak ukur disini adalah prilaku kita. Benarkah kita 
mengerjakan sesuatu tindakan atau pertolongan terhadap orang lain itu, 
berdasarkan atas sifat prikemanusiaan ataukah ada landasan-landasan tertentu 
yang ingin dicapai dari tindakan itu?
  
   
  Inilah sebenarnya yang menjadi titik kelemahan kita sebagai manusia, ketika 
kita dihadapkan pada sebuah fenomana yang banyak mengandung hal-hal yang sangat 
kontraproduktif. Satu contoh yang mungkin sangat simple sekali penulis paparkan 
disini, yaitu; ketika kita berada dalam sebuah komonitas masyarakat, maka 
secara tidak langsung kita akan mempunyai banyak problematika yang jauh 
sebelumnya tidak pernah dirasa. Perbedaan persepsi, pemahaman kontekstual, 
serta tindakan sehari-hari adalah sebuah variasi kehidupan masyarakat. Yang 
nantinya akan banyak menimbulkan kesalahpahaman interpretasi antara kelompok 
yang satu dengan kelompok yang lainnya. Baik yang pro ataupun yang kontra. Yang 
satu mengatakan, disinilah kebenaran yang akan kamu dapatkan, sedangkan 
kelompok yang lain, malah mengklaim kebenaran itu sebagai lakon dari 
liberalismenya. 
  
   
  Dan ironisnya, esensi tujuan dari itu semua, bukanlah sebuah pembentukan 
wadah persatuan (kedamaian), melainkan menumbuhkan diskriminasi antara sesama. 
Pertikaian, pelecahan, kekerasan, pemaksaan dll, telah menjadi gaung utama 
dalam hidup manusia untuk mewujudkan keinginan-keinginan yang sifatnya parsial 
dan dogmatis. Sehingga bukanlah hasil buah kedamaian yang didapati, melainkan 
malah menanam benih kehancuran antara sesama manusia.
  
   
  Disinilah letak kekurangan kita dalam menghayati sebuah kehidupan. Kita 
terkadang menganggap rendah diri orang lain, dan mengklaim diri sendiri lebih 
tinggi, lebih Perfect, tidak mau mengalah maunya hanya menang sendiri. Padahal, 
kalau kita ingat bagaimana Tuhan pertama kali menciptakan manusia, menjadikan 
setetes air hina sehingga menjadi manusia sempurna, seperti yang kita rasa saat 
ini. Tapi kenapa kita lupa akan hal sepenting itu? Mengapa hanya sebuah 
keangkuhan, dan kesombongan yang menjadi prioritas kita, seakan-akan dirinya 
sebagai manusia yang paling hebat di dunia. Dan menganggap rendah martabat yang 
lainnya. 
  
   
  Inikah kemenangan kita dimata manusia, sedang dimata Tuhan kita tidak 
mempunyai kekuasaan apapun. ibarat sang bekecot dengan sekuat tenaga ingin 
membuka gadungannya, tetapi hanya kematian-lah yang akan melepaskannya. Begitu 
pula dengan keberadaan manusia di dunia ini, biarpun sehebat dan setinggi 
apapun ilmu yang dimiliki, pada akhirnya akan kembali juga dalam pangkuanNya. 
Karena manusia dimuka bumi ini tidak ada yang kekal, semuanya akan kembali 
untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Benar sekali Babe (seorang 
intelektual muda IKBAL) mengatakan, " tidak ada sesuatu hal apapun yang abadi 
di dunia, kecuali Tuhan Yang Maha Esa ". 
  
   
  Wallahu’allam bi’sawab........
  
   
   
  Sekian
  Cairo, 28 Agustus 2006
  
   
  * Seorang pengembara dalam mencari keadilan dunia.
  



 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]






______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke