Saya sudah berusaha meluruskan berita tsb, tapi ya begitulah, sepertinya mereka minta maaf tapi di ujungnya malah berdalih2 yg macem2, ini salah satu tanggapan dari orang yg pertama kali menebarkan issue di millis tsb,
----------------------------------------------------------------------- -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of handri yanto Sent: Tuesday, September 26, 2006 3:33 PM To: Moh. Imam Santosa Cc: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [media-dakwah] Fatwa Ulama NU Jombang dalam berbagai amalan Ibadah Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuhi, Ya akhi, Syukron katsiro, antum telah mengingatkan saya untuk tidak menebar fitnah. Astaghfirullahu.... . bila menurut antum ini adalah berita fitnah yang bukan dari Orang-orang NU , sebagaimana antum jelaskan maka, saya telah berbuat dholim mengirim berita yang bukan dari sumbernya. Dan saya memohon ampun kepada Allah azza wa Jalla atas kekhilafan saya karena tidak tabayyun dengan sumbernya. Tetapi ya akhi bila berita ini benar hanya Allah yang Maha Mengetahui tentang kebenaran. Tipu daya manusia tidak akan menandingi tipu daya Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kebenaran selalu wujud ditengahnya kebatilan.Yang Haq adalah haq dan yang batil adalah batil. Al Israa' (17) -Ayat 81- æóÞõáú ÌóÇÁ ÇáúÍóÞøõ æóÒóåóÞó ÇáúÈóÇØöáõ Åöäøó ÇáúÈóÇØöáó ßóÇäó ÒóåõæÞðÇ Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. Al Anbiyaa' (21) -Ayat 18- Èóáú äóÞúÐöÝõ ÈöÇáúÍóÞøö Úóáóì ÇáúÈóÇØöáö ÝóíóÏúãóÛõåõ ÝóÅöÐóÇ åõæó ÒóÇåöÞñ æóáóßõãõ Çáúæóíúáõ ãöãøóÇ ÊóÕöÝõæäó Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). Yunus (10) -Ayat 21- æóÅöÐóÇ ÃóÐóÞúäóÇ ÇáäøóÇÓó ÑóÍúãóÉð ãøöä ÈóÚúÏö ÖóÑøóÇÁ ãóÓøóÊúåõãú ÅöÐóÇ áóåõã ãøóßúÑñ Ýöí ÂíóÇÊöäóÇ Þõáö Çááøåõ ÃóÓúÑóÚõ ãóßúÑðÇ Åöäøó ÑõÓõáóäóÇ íóßúÊõÈõæäó ãóÇ ÊóãúßõÑõæäó Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)". Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu. Jazzakallahu khoir, atas peringatan antum. Inya Allah ana akan mencari tentang kebenaran berita tersebut. Afwan Jiddan. Barokallahu fiikum. Wassalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuhu. "Moh. Imam Santosa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Maaf ini kan bulan suci Rhomadhon, jangan menebar fitnah Regards, Imam ------------------------------------------------------------------ -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Kinantaka Sent: Wednesday, September 27, 2006 8:34 AM To: [email protected] Subject: Re: [kmnu2000] Fatwa NU Jombang di Milist Umum mungkin ini bisa membantu buat meng-counter... tolong disebarin ke milis2 yg sampeyan ikuti.... kalau ternyata masih ndablek... ya udah... lapor ke Mabes Polri aja... ada yg punya akses ke sana ga? salam, kinantaka ** ** *NU Jombang Tolak Fatwa Bohong* http://www.nu.or.id/data_detail.asp?id_data=5069&kategori=WARTA Jakarta, *NU Online* Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang menolak fatwa bohong berupa selebaran gelap yang menghimbau kepada kaum nahdliyin untuk merubah cara peribadatan dan amalan yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. "Setelah kami teliti secara seksama, selebaran yang disinyalir merupakan hasil musyawarah tersebut adalah palsu dan tidak ada satupun nama kyai yang menandatangani di kenal. Jadi kami anggap ini mengada-ada dan menyesatkan," ungkap ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH. A. Tamim Romli, SH. M.Si dalam suratnya yang di tujukan kepada PBNU dan NU. Online, Kamis (26/5). Surat yang ditujukan kepada PCNU Banyuasin Sumatera Selatan itu merespon pemberitaan dan selebaran bahkan melalui kaset-kaset (VCD) yang mengatasnamakan ulama-ulama NU Jombang. Nama ulama yang di catut tersebut antara lain, KH. Mustofa Djalil, KH. Abdullah Sidiq, KH. Mahfudz, KH. Abdulah Hasyim, KH. Hasyim Basdan, KH. A. Ridwan Hambali, KH. Faturahman Sujono, KH. Cholil Ansyor dan KH. Thontowi Djahari. Dalam selebaran yang berjudul beberapa fatwa ulama NU Jombang untuk kaum Nahdliyin, para ulama tersebut menghimbau agar meninggalkan kebiasaan membaca ushali dengan suara keras, karena niat itu pekerjaan hati, cukup dalam hati saja. Selain itu dalam shalat shubuh imam tidak perlu membaca doa qunut, kecuali kalau ada sesuatu bahaya terhadap kehidupan umat Islam secara keseluruhan, doa qunut boleh dibaca setiap shalat, bila ada keperluan bersifat darurat tidak hanya dalam shalat shubuh. Bukan hanya dalam urusan shalat saja, himbauan yang ditandatangani 1 Ramadhan 1423 H berupa fatwa itu juga dalam urusan upacara takziah. Disebutkan keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib bagi umat Islam untuk bertakziah selama tiga hari berturut-turut, dalam takziah juga diupayakan supaya tidak ada makan-makan, cukup air putih sekedar obat dahaga. Dalam upacara penguburan, juga dihimbau meninggalkan kebiasaan dalam shalat jenazah untuk mengucapkan bahwa, "jenazah ini orang baik, khoir-khoir", hal ini tidak pernah dilakukan Rasulullah SAW. "Kami berharap kepada warga nahdlyin agar tidak bersikap berlebihan, dan menanggapinya dengan cara yang baik. Siapapun pihak yang menyebarkan fatwa ini agar tidak terprovokasi, semoga Allah melindungi kita semua," pungkas KH. Tamim Ramli. (cih) ================================ *Fatwa ulama NU Jombang, Jawa Timur* http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/092006/01/99Kolom.htm ENTAH mengapa umat Islam selalu dirundung masalah perbedaan sepele yang sifatnya *furu'iyah*, masalah cabang. Bahkan, perbedaan kecil pun sengaja digembar-gemborkan seolah-olah umat Islam banyak perbedaan daripada persamaannya. Muslimin dari tahun ke tahun masih ribut dengan *qunut*, jumlah rakaat Salat Tarawih, tahlil, tawasul, dan sejenisnya. Mengapa soal kemiskinan, keterbelakangan, minimnya fasilitas madrasah, rendahnya kesejahteraan guru-guru, dan lain-lain tidak diperhatikan? Dalam diskusi di UIN Sunan Gunung Djati, belum lama ini, Direktur Lembaga Persaudaraan antarmazhab Islam, Ayatullah M. Ali Tashkiri mengatakan, dunia Islam mengenal delapan mazhab besar di antaranya Hanafi, Syafii, Hambali, Maliki, Ismaili, dan Ja'fari. Perbedaan mazhab telah memberikan sumbangan positif bagi kemajuan khazanah ilmu dan praktik ibadah di dunia Islam karena perbedaan hanya 5 persen dan sisanya persamaan. *Nah*, soal ribut-ribut *furu'iyah* ini kaum Muslimin di Jawa Barat khususnya Kota/Kab. Bandung dan Cimahi dikagetkan dengan tersebarnya selebaran yang mengatasnamakan "fatwa ulama NU Jombang, Jawa Timur". Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung melalui Rais Syuriah PC NU Kota Bandung, K.H. Imam Sonhaji dan Ketua Tanfizi PC NU Kota Bandung, K.H. Maftuh Kholil, mengingatkan agar perbedaan dalam cara beribadah lebih baik didiskusikan di antara alim ulama bukan disebarluaskan kepada umat yang masih awam. Selama ini, kita lebih banyak menyatakan toleransi kepada umat non-Muslim, tapi sesama Muslim agak sulit untuk toleransi. Selebaran tertanggal 1 Ramadan 1423 H/tahun 2003 yang mengatasnamakan ulama Jombang ternyata tidak benar "perawinya" (penyusunnya). Nama-nama kiai yang ditulis dalam selebaran tersebut seperti K.H. A. Ridwan sudah meninggal dunia tahun 1930-an, K.H. Mahfudz Siddik meninggal tahun 1940-an, K.H. Mustafa Djalil wafat tahun 1960-an, dan K.H. Abdullah Siddik wafat tahun 1980-an. Masa kiai-kiai yang sudah wafat bisa mengeluarkan fatwa pada tahun 2003? Selain itu, terdapat beberapa nama kiai yang tidak dikenal di kalangan NU Jawa Timur. PC NU Kota Bandung sendiri sudah melakukan klarifikasi langsung kepada PC NU Jombang dan ternyata selebaran itu tidak pernah dikeluarkan. "Ulama-ulama yang tercantum juga asal-asalan," katanya. Terlepas dari selebaran yang meresahkan itu sudah waktunya bahkan tertinggal kereta apabila umat Islam terus berkutat kepada masalah *furu'iyah*. Masih banyak garapan umat yang telantarkan akibat saling sikut dan saling kritik secara tajam. Sesuai dengan namanya, Islam, bermakna selamat, menyelamatkan, dan kesejahteraan yang tentu diidam-idamkan seluruh manusia. Apakah ulama, organisasi Islam, atau organisasi dakwah sudah mewujudkan upaya "selamat dan menyelamatkan?" Kita harus introspeksi diri, evaluasi mendalam, terhadap kinerja ulama maupun organisasi Islam. Bicara jujur memang teramat pahit, tapi lebih pahit kalau tidak bicara jujur.*Wallahu-a'lam*.(Sarnapi/"PR")*** ================= *Selebaran Gelap Usik NU* http://www.klik-galamedia.com/20060818/kolomlengkap.php?kolomkode=20060818050037 *YUDA, (GM).-* Beredarnya selebaran gelap di masyarakat yang mengatasnamakan fatwa ulama Jombang, mengusik Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung meminta para pengikutnya tidak perlu bimbang. Meski hanya sebatas imbauan kepada kaum nahdliyin, namun selebaran gelap itu sangat meresahkan. Antara lain berkaitan dengan pelaksanaan talkin, tahlil, tarawih, takziah, dan lainnya yang sudah mengakar dilaksanakan kaum nahdliyin. Demikian disampaikan Katib PC NU Kota Bandung, K.H. A. Syarif Hidayat kepada "GM" di sekretariatnya, Jln. Yuda No. 3 Bandung, Rabu (16/8). Selebaran yang dimaksud Syarif diantaranya beredar di DKM At-Taqwa Patal Banjaran, Kab. Bandung. Pengurus DKM At-taqwa, Pepen Effendi mengatakan, pihaknya langsung mempertanyakan kepada pengurus NU Jabar maupun Kota Bandung karena selebaran tersebut ada yang menyimpannya di dalam masjid. "Isi selebaran tersebut sangat memojokkan pengikut NU. Karenanya, pengikut NU langsung mengadukannya kepada pengurus NU," kata Pepen. Selanjutnya Syarif mengatakan, awalnya PC NU tidak menanggapi fatwa ulama NU Jombang yang dimuat di salah satu buletin mimbar dakwah (tidak jelas alamatnya, red) ini. Namun, hal tersebut dikhawatirkan menjadi polemikdi kalangan umat Islam. Apalagi, lanjut Syarif, fatwa tersebut mengatasnamakan fatwa ulama NU Jombang dengan mencantumkan nama-nama seperti K.H. Mustofa Djalil, K.H. Abdullah Siddiq, K.H. Mahfudz Siddiq, K.H. Abdullah Hasyim, K.H. Hasyim Basdan, K.H. A. Ridwan Hambal, K.H. Faturachman Sujono, K.H. Cholil Ansyor, dan K.H. Thantowi Djauhari. *Bertanya-tanya* Selain itu, Syarif yang didampingi pengurus lainnya, Drs. H. Lukman Hakim menyatakan tanggapan secara resmi lantaran adanya permintaan agar memperbanyak fatwa tersebut secara berantai yang mengakibatkan warga nahdliyin bertanya-tanya. Adanya selebaran tersebut, pengurus PC NU Kota Bandung memberikan tanggapan sekaligus agar diumumkan kepada para pengurus masjid. Tanggapan tersebut secara resmi ditandatangani oleh K.H. R. Iman Sonhaji (Rois), K.H. A. Syarif Hidayat (Katib), K.H. Maftuh Kholil (Ketua), dan Drs. Kiagus Zaenal Mubarok (Sekretaris). Masih menurut Syarif, selebaran gelap tersebut disampaikan melalui masjid, majelis taklim serta ditempel di beberapa papan pengumuman. Penyebaran fatwa tersebut seakan tidak islami karena tidak didiskusikan terlebih dahulu kepada para ulama NU setempat. Cara ini justru meresahkan umat. Sedangkan terkait tentang amaliah, lanjut Syarif, para kaum nahdliyin senantiasa melakukan bentuk amaliah, se-perti talkin, tahlil, tarawih, dan takziah yang telah mengakar di kalangan kaum nahdliyin (pengikuti NU, red). Selain itu, pada fatwa tersebut terdapat kebohongan publik karena fatwa tersebut tertanggal 1 Ramadan 1423 H (2003), kemudian mencantumkan sembilan orang ulama. Perlu diketahui, ada empat orang ulama yang dicantumkan di sana yang sudah wafat puluhan tahun lalu, yaitu K.H. A. Ridwan Hambal (wafat pada 1930-an), K.H. Maffudz Siddik (wafat pada 1940-an), K.H. Mustafa Djalil (wafat pada 1960-an), dan K.H. Abdullah Siddik (wafat pada 1980-an). *(B.46 )*** ================= On 9/27/06, Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Fitnah edisi cetak juga sudah menyebar. > Teman saya di daerah klender sudah mendapatkan selebaran itu dirumahnya. > Sekarang sudah jelas, karena PCNU Jombang sudah membuat pernyataan bahwa > itu fatwa tidak bertanggungjawab dan sama sekali tidak benar. Jadi masalah > ini kita tutup saja sampai disini karena semakin lama dibicarakan maka > semakin 'senang' oknum yang membuat isu murahan tak berguna itu. > > Salam > Mukhlisin > > ----- Original Message ----- > From: siti infirohah alfaridah > To: [email protected] > Sent: Wednesday, September 27, 2006 3:30 AM > Subject: Re: [kmnu2000] Fatwa NU Jombang di Milist Umum > > > Aku sangat yakin bahwa fatwa ini bukan dari ulama NU. nama-nama yang > tercantum juga sangat tidak familiar di kalangan NU. Saya sekarang memang > tinggal di jogja setelah gempa, tetapi sebelumnya saya bekerja di > LAKPESDAM-NU Jombang dan saya pernah 'nyantri' di Bahrul Ulum Tambakberas > jombang. Saya harap ada yang bertanggungjawab terhadap fatwa ini karena > ini akan membingungkan kaum nahdliyin. Masih untung kalau hanya di > kembangkan di milist saja, tetapi kalau sampai ke masyarakat, bisa > membuat mereka bingung. Saya berharap juga, bagi para kyai atau ulama NU > yang memiliki kemudahan akses di Internet segera ngechek nama-nama ini > dan mengklarifikasinya. > > ST. Infirohah Al Faridah > > ----- Original Message ----- > From: "arief dani" > To: [email protected] > Subject: [kmnu2000] Fatwa NU Jombang di Milist Umum > Date: Tue, 26 Sep 2006 03:37:32 -0700 (PDT) > > Assalamu alaikum wr wb Para Wahabi salafi yang sangat dengki dengan > NU telah menyebarkan berita ini keberbagai milist. Teman2 NU yang > memiliki hubungandengan Ulama Jombang dapatkan mengklarifikasi hal > ini, kebenarannya, krn saya tidak percaya, kecuali hanya rekayasa > wahabi saja. Betapa busuknya para salafi wahabi ini bila memang > mereka telah merekayasa. > > wasalam, arief hamdani > Tariqah Naqshbandi Haqqani, Pengikut Tariqah Mutabarok > > From: "Harlan C. Jaya" <Harlan.Jaya@ petrochina. co.id> Subject: FW: > FATWA ULAMA NU JOMBANG Date: Fri, 15 Sep 2006 09:24:35 +0700 > > FATWA ULAMA JOMBANG DALAM BERBAGAI IBADAH/AMALAN > > BEBERAPA FATWA ULAMA NU JOMBANG > Bismillahirrohmanir rohim > > Kami Ulama dari Nahdatul Ulama Jombang, Jawa Timur setelah > bermusyawarah dalam masalah peribadatan umat Islam yang selama ini > dianggap Ibadah, amalan YANG TIDAK SESUAI dengan syariat Islam, > setelah mengkaji ulang beberapa kali dan mengkaji hadits-hadits, > pendapat para imam, telah mengambil keputusan untuk menghimbau, > sekali lagi sifatnya menghimbau kepada kaum muslimin di seluruh > Indonesia khususnya kaum Nahdiyin agar merubah secara bertahap amalan > yang selama ini kurang sesuai dengan syariat Islam, agar mengikuti > fatwa kami sebagai berikut : > > DALAM SHOLAT > 1. Agar meninggalkan kebiasaan membaca "Usholli." dengan suara keras, > karena niat itu pekerjaan hati cukup dalam hati saja. > 2. Ba'da sholat, imam tidak perlu membaca wirid, Zikir, dengan > bersuara, cukup dalam hati dan imam ba'da sholat tidak perlu memimpin > DO'A BERSAMA dengan jama'ah. Imam dan jama'ah berdo'alah > sendiri-sendiri dalam hati. > 3. Jama'ah ba'da sholat tidak perlu mencium tangan imam, cukup > bersalaman saja ( Catatan : bersalaman setelah sholat pun harus > sedikit demi sedikit ditinggalkan karena tidak ada dalilnya, kaum > muslimin seharusnya mengamalkan sunnah dengan mengucapkan salam dan > bersalaman sesama muslim pada saat bertemu satu dengan yang lainnya ) > 4. Dalam sholat subuh imam tidak perlu membaca do'a Qunut, kecuali > kalau ada sesuatu yang berbahaya terhadap kehidupan Umat Islam secara > keseluruhan. > 5. Do'a Qunut boleh dibaca setiap sholat bila ada keperluan yang > bersifat darurat tidak hanya dalam sholat subuh. > 6. Sholat Rawatib/Sholat Sunnat Qobliah/Ba'diah adalah sebagai > berikut Qobla Subuh, Qobla dan Ba'da Dzuhur, Ashar tidak ada rawatib, > Ba'da Magribh dan Ba'da Isya. > > DALAM SHOLAT JUM'AT > 1. Sebelum khotib naik mimbar tidak ada Adzan dan tidak ada qobla' > jum'at. > 2. Ketika khotib duduk diantara dua khutbah tidak ada bacaan > sholawat. > 3. Ba'ada sholat jum'at imam tidak mempunyai kewajiban untuk memimpin > do'a untuk makmum dengan suara kuat. Silahkan imam dan jama'ah > berdzikir, wirid dan do'a masing-masing. > 4. Dalam sholat jum'at tongkat yang selama ini dipakai khotib bukan > merupakan saran ibadah. Hanya kebiasaan dari khalifah Utsman, > sekarang dapat ditinggalkan. > 5. sebelum khotib naik mimbar tidak perlu pengantar dan tidak perlu > membaca hadits Muhammad SAW tentang jangan berkata-kata ketika khotib > sedang khutbah, tapi sampaikanlah bersamaan dengan laporan petugas > masjid tentang laporan keuangan. Petugas khotib dan imam hal ini > sebagai perangkat laporan administrasi masjid, bukan proses ibadah > sholat jum'at. > > DALAM SHOLAT TARAWIH/WITIR/ TAHAJUD > 1. Dalam bulan ramadhan diwajibkan shaum dan dimalam hari disunnatkan > sholat tarawih, witir. Yang selama ini masih ada yang berbeda > pendapat karena itu perlu diketahui himbauan ini. > 2. Sholat Tarawih dilakukan Nabi Muhammad SAW sebanyak 8 raka'at dan > 3 raka'at witir. Dapat dilakukan dengan cara 4-4-3. > 3. Tidak disunnatkan membaca do'a bersama-sama antara raka'at. > 4. Tidak dibenarkan antar jama'ah membaca sholawat nabi > bersahut-sahutan. > 5. Sebelum Ramadhan tidak perlu sholat Tasbih, Sholat Nisfu Sya'ban, > sedekah ruah. Karena hadits tentang kedua sholat tersebut dho'if, > lemah dan berbau pada hadits maudhu (palsu). Karena terputus > perawinya dan sholat ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad > SAW juga 4 sahabat. > 6. Pada sholat witir dibulan Ramadhan tidak perlu ada Qunut ( Catatan > : adapun qunut witir merupakan sunnah yang tidak dibatasi kapan hari > mulainya pada bulan Ramadhan. Qunut witir dilakukan sebelum ruku ) . > > DALAM UPACARA TA'ZIAH > 1. Keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib bagi umat Islam > untuk ta'ziah, selama tiga hari berturut-turut. > 2. Kebiasaan selama ini yang melakukan hari ke-7, hari ke-40, hari > ke-100 supaya ditinggalkan. Karena ini tidak ada contoh dari Nabi > Muhammad SAW dan tidak ada tuntunannya. Upacara itu berasal dari > ajaran agama Hindu dan Budha, menjadi upacara drikerajaan Hiyang dari > daratan Tiongkok yang dibawa oleh orang Hindu ke tanah Melayu tempo > dulu. > 3. Dalam ta'ziah usahakan tidak ada makan-makan, cukup air putih > sekedar obat dahaga. > 4. Acara dalam ta'ziah, baca surat al-Baqoroh ayat 152 sampai 160, > kemudian adakan tabligh yang mengandung isi kesabaran dalam menerima > musibah, tutup dengan do'a untuk sang almarhum, tinggalkan kebiasaan > baca surat Yasin bersama-sama, tahlil dan kirim Fadhilah. Semua itu > ternyata hukumnya bid'ah. > > DALAM UPACARA PENGUBURAN > 1. Tinggalkan kebiasaan dalam sholat jenazah dengan mengajak jama'ah > untuk mengucapkan kalimat bahwa "jenazah ini orang baik, khoir, > khoir". Hal ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan tidak > ada Hadits sebagai pembimbing. > 2. Tinggalkan kebiasaan ketika mengangkat jenazah turun naik tiga > kali sambil dibacakan surat Alfatihah. > 3. Tinggalkan kebiasaan selama ini adanya bimbingan kepada mayat yang > sudah dalam kubur yang disebut dengan TALQIN. > 4. Tinggalkan kebiasaan membangun kuburan dengan bangunan mewah. > 5. Tinggalkan kebiasaan selama ini membaca kitab suci al-Qur'an > (Surat Yasin) diatas kuburan, kalau ziarah kekuburan bersihkan > kemudian berdo'a. > > Demikianlah beberapa Fatwa yang kami simpulkan, karena masalah yang > kami kemukakan diatas, sangat banyak dipertanyakan dari berbagai dan > terutama dari keluarga besar Nahdiyin. Fatwa ini datang dari berbagai > Ulama NU yang berkumpul di Jombang dalam suatu pengajian, sehingga > oleh KH Mustafa Djalil dikumpulkan beberapa Ulama untuk membahas > berbagai masalah sehari-hari yang menjadi selang sengketa dikalangan > umat Islam, khusunya kalangan Nahdiyin, untuk menjadi pegangan > sehingga dapat diadakan bahan pertimbangan dan jangan melakukan > perubahan dengan cara yang kurang bijaksana, khawatir akan > menimbulkan gejolak. Lakukan sosialisasi Fatwa ini dengan diskusi > dengan jiwa kebersamaan untuk menuju kepada ibadah dan peramalan yang > benar menurut syariat Islam. Kepada saudara-saudara yang menerima > Fatwa ini, agar memperbanyak Fatwa ini dan disampaikan secara > beranting ke sumua umat Islam agar segera tersosialisasi dengan > cepat. > > Semoga Allah SWT menuntun kita kejalan yang lurus > > Jombang, 1 Ramadhan 1423 H > 1. KH. Mustafa Djalil > 2. KH. Abdullah Siddiq > 3. KH Mahfudz Siddiq > 4. KH Abdullah Hasyim > 5. KH Hasyim Basdan > 6. KH A. Ridwan Hambal > 7. KH Faturachman Sujono > 8. KH Cholil Anshor > 9. KH Tantowi Djauhari > > Notulis pertemuan > Drs. H.M Sungkono > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > -- > ___________________________________________________ > Play 100s of games for FREE! http://games.mail.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ********************************************************************** This email and any files transmitted with it are confidential and intended solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If you have received this email in error please notify the system manager. This footnote also confirms that this email message has been swept by MailSecurity for the presence of computer viruses. ********************************************************************** ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
