13 September 2006

Heboh Dokumen FARA - Cak Anam Duga Gus Dur Ditelikung

JAKARTA-Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Ulama Drs H Choirul 
Anam atau yang akrab dipanggil Cak Anam menilai terlibatnya Yayasan Gus Dur 
dalam kasus lobi untuk kepentingan militer Indonesia terhadap Amerika Serikat, 
adalah bukti kesekian aksi penelikungan Gus Dur oleh orang-orang dekat mantan 
Presiden RI ke-4 itu.
Seperti diberitakan sejumlah media, Yayasan Gus Dur atau Gus Dur Foundation 
(GDF) dibayari Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan kontrak kerja 
dengan perusahaan pelobi Amerika Richard L. Collins & Co., guna mendorong 
Pemerintah AS agar melanjutkan kembali program bantuan dana serta pendidikan 
dan pelatihan militer (FMF dan IMET).
Dokumen kontrak tersebut dibeber oleh sejumlah wartawan investigator yang 
tergabung dalam Center for Public Integrity's International Consortium of 
Investigative Journalists (Konsorsium Internasional Jurnalis Investigatif dari 
Pusat Integritas Publik). Bahkan, ICIJ juga menunjukkan salinan dokumen kontrak 
kedua lembaga tersebut, berikut nilai uang pembayarannya. Dokumen itu diperoleh 
ICIJ dari Foreign Agents Registration Act (FARA), atau Akte Registrasi Agen 
Luar Negeri. 
Dalam dokumen kontrak yang dilansir ICIJ, bertindak selaku penandatangan 
Yayasan Gus Dur adalah Muhyidin Arubusman. Namun dalam kontrak tersebut ditulis 
dengan jelas keterlibatan BIN, sebagai penyokong dana, sekaligus pihak yang 
berkepentingan dalam agenda penghapusan embargo senjata AS atas Indonesia. 
Sejumlah nama pejabat BIN juga ditulis. Di antaranya Wakil Kepala BIN, M. A'sad 
Said Ali dan Deputi BIN Burhan Muhammad. 
Kepada Duta, Cak Anam mengaku tidak terkejut dengan temuan kasus semacam ini. 
Apalagi, setelah dirinya melihat dokumen kontrak dari FARA, dimana 
penandatangan kontrak tersebut adalah Muhyidin Arubusman, yang tak lain adalah 
Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB versi Semarang pimpinan Muhaimin Iskandar. "Dia 
kan orang di ring satu (dekat, red) Gus Dur," tandasnya. 
"Semua orang juga tahu kalau A'sad juga teman dekat Gus Dur, juga teman dekat 
Pak Hasyim (Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, red). Jadi kalau kemudian Gus 
Dur mengaku tidak tahu menahu, dan memang tidak tanda tangan di dokumen itu, 
berarti Gus Dur ditelikung," katanya. 
Sehingga, lanjut Cak Anam, hal ini makin menguatkan pernyataannya sekian waktu 
lalu, bahwa Gus Dur pasti suatu saat akan ditelikung oleh orang-orang yang 
dianggapnya terdekat dan terbaik itu. "Saya sudah ngomong lama soal ini. Mulai 
Gus Dur di Istana, kan sudah banyak pembisik yang justru memberi informasi 
keliru. Begitu Gus Dur dijatuhkan, mereka semua tidak ada," ungkapnya. 
Cak Anam juga memprediksi, dalam ranah partai, Gus Dur juga akan mengalami aksi 
penelikungan yang sama. "Sekarang sudah, tapi dalam konteks policy (kebijakan, 
red) yang terbukti sering berbeda antara Gus Dur dengan pelaksana partai. Nanti 
puncaknya, mungkin posisi Gus Dur yang dibidik," tandas politisi yang juga 
wartawan senior ini.
Pada saat itulah, lanjut Cak Anam, skenario besar untuk menghancurkan partai 
yang dilahirkan Ulama NU itu berhasil. "Itulah mengapa para Kiai tetap 
istiqomah meminta DPP PKB Ulama untuk berjuangan mengembalikan PKB ke pangkuan 
Ulama sampai batas yang memang tidak bisa lagi. Sebab, bila tidak, PKB akan 
kedil, hancur dan hanya akan dikenang dalam bagian kelam sejarah perjalanan 
NU," papar penulis buku 'NU, Sejarah dan Pertumbuhannya' ini. 
Dugaan Cak Anam bahwa Gus Dur ditelikung boleh jadi benar. Kepada BBC, Gus Dur 
mengaku dirinya tidak tahu menahu soal kerjasama Yayasan Gus Dur dengan BIN 
untuk melobi Amerika. "Saya nggak tahu itu. Mereka saja menggunakan nama kita," 
kata Gus Dur kepada BBC.
Gus Dur juga mengakui bahwa dia pernah dihubungi oleh Wakil Kepala BIN A'sad 
untuk memanfaatkan yayasannya. "Dulu wakil kepala BIN ngomong kepada saya 
gimana kalau Gus Dur Foundation itu digunakan untuk kepentingan bangsa dan 
negara. Saya bilang lho, segala sesuatu untuk kepentingan bangsa dan negara 
boleh-boleh saja," katanya. Namun, menurut Gus Dur, dia tidak tahu bagaimana 
namanya akan dimanfaatkan oleh BIN. "Saya tidak tahu kalau dipakai kerja sama 
pihak intel," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Muhyidin Arubusman tidak berhasil dikonfirmasi. 
Sebelumnya, kepada ICIJ, Muhyidin pernah mengatakan bahwa pada saat 
menandatangani kontrak dengan Collins & Co., ia mengaku sedang concern terhadap 
gerakan separtis di Papua dan Aceh. "Pada saat itu kami sedang mengkhawatirkan 
gerakan separatisme di Aceh dan Papua. BIN meminta bantuan dari Yayasan Gus Dur 
untuk mempengaruhi Konggres AS."
"Collins & Co. datang ke Jakarta. BIN yang mengatur semuanya. Saya hanya 
menandatangani kontraknya. Saya memiliki kekhawatiran yang sama terhadap 
gerakan yang ingin memisahkan Aceh dan Papua dari Indonesia," ujarnya.
Ketika ditanya apakah dia sudah mendapatkan kuasa dari Gus Dur ketika 
menandatangani kontrak tersebut atau apakah Gus Dur sendiri tahu tentang 
kontrak tersebut, Arubusman memberikan jawaban yang membingungkan. "Saya tidak 
bisa membahas lebih banyak. Saya harus menjaga nama baik Gus Dur. Beliau tidak 
tahu," kata Arubusman.(ss/bbc/ICIJ) 

http://www.dutamasyarakat.com/rubrik.php?id=2422&kat=Nasional


[Non-text portions of this message have been removed]






______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke