http://www.numesir.org/page.php?sahhe=news_view&id=44




Kairo, Jum'at 29 September 2006
Dalam aktifitas awal setelah pergantian kepengurusan dan pelaksanaan Raker 
I, Fatayat NU Mesir menyelenggarakan bedah tesis milik Ibu Iffatul Umniyati 
Ismail, MA., yang bertajuk "Ta'sis al-Manhaj al-Wasathi fi Ushul al-Fiqh 
'Inda al-Imam al-Syafi'i (Dirasah Naqdiyyah)". Acara yang digelar di altar 
suci markas besar PCI-NU Mesir ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh 
puluhan warga Nahdhiyyin, khususnya para kaum hawa.

Ibu Ifah, - panggilan akrabnya, pemilik tesis sekaligus presentator- sengaja 
hanya menerjemahkan abstraksi tesisnya yang asalnya berbahasa Arab agar 
lebih mudah dielaborasi. Dengan dimoderatori oleh Aang Asy'ari Lc., acara 
mampu menjadikan daya pikat tersendiri bagi para audiens, terbukti dengan 
antusiasme audiens ketika menyimak dan mengomentari serta memeberi 
pertanyaan kepada presentator.

Acara dimulai pukul 16.15, diawali dengan presentasi ibu Iffah Seputar 
tesisnya. Para hadirin menyimak orasi tersebut dengan cermat. Saat 
presentasi, ibu Iffah terlihat sangat menguasai materi. Terbukti makalah 
ringkas yang telah beliau tulis itu, mampu dijabarkan secara panjang lebar 
dengan eksplorasi yang sangat menarik. Bu Iffah khusus membidik metodologi 
Imam al-Syafi'i yang terkenal dengan terma wasathiyah atau akomodasionisme 
menurut sudut pandang ibu Iffah sendiri. Dengan lihai beliau menjelaskan 
bahwa letak akomodasionisme Syafi'i itu terdapat dalam metodologi 
utilitarianistiknya, bukan epistemologi dan produk pemikirannya. Hal itu 
beliau jabarkan dengan mengambil beberapa sampel pemikiran al-Syafi'i yang 
rupanya terbukti tidak berada di titik tengah, melainkan condong pada satu 
sisi.

Selain membahas secara intens pergulatan Syafii dalam ushul fikih, ibu Iffah 
juga menawarkan pembacaan baru terhadap teks-teks keagamaan sebagai tendensi 
dalam yurisprudensi Islam. Ibu Iffah mengklasifikasikan teks otoritatif 
Islam menjadi 3 kelas. Yang paling tinggi dan prerogatif adalah sumber 
primer, diwakili oleh al-Qur`an dan Sunnah. Disusul oleh sumber sekunder 
yang diwakili konklusi ulama, analogi, dan Istishab. Sedangkan yang terakhir 
adalah suplementer seperti istihsan dan mashâlih al-mursalah.

Setelah 30 menit lebih sesi presentasi berjalan, moderator memberikan waktu 
kepada 3 komentator untuk menanggapi dan atau bertanya. Ahmad Ginandjar 
Sya'ban atau lebih dikenal dengan sebutan Aceng, mengawali forum itu dengan 
memberikan komentar panjang terhadap telaah ibu Iffah. Seperti biasa, Aceng 
menghiasi elaborasinya dengan telaah histori-geografis, Aceng menduga 
Syafi'i pernah belajar filsafat Yunani, mengingat teori analoginya senada 
dengan silogisme Aristoteles. Pendapat Aceng ini disepakati oleh ibu Iffah 
saat mengkomentari ulang ulasan para audiens.

Faiq Ihsan Anshori meneruskan forum diskusi ini dengan mencuatkan 
ketidaksetujuannya terhadap terminologi akomodasionisme yang dipakai oleh 
ibu Iffah. Faiq juga mengklaim bahwa Syafi'i bukanlah termasuk ulama aliran 
wasathiyah, berkaca pada beberapa pemikiran Syafi'i yang terkesan berat 
sebelah. Ibu Iffah mengiyakan dan menguatkan pendapat Faiq yang terakhir ini 
dengan mengulas ulang apa yang telah dipresentasikannya, bahwa sikap 
wasathiyah Syafi'i hanyalah pada tataran metodologi, bukan produk pemikiran. 
Namun, ibu Iffah berkelit kala menanggapi kerancuan Faiq pada terminologi 
akomodasionisme. Ibu Iffah mengatakan, bahwa setelah membolak-balik kamus 
dan referensi lain, rupanya akomodasionisme merupakan terma yang lebih cocok 
untuk mengartikulasikan wasathiyah milik Syafi'i dari pada istilah-istilah 
lain.

Partisan terakhir adalah Saudari Ni'matul Azizah (Ketua Fatayat-red.) yang 
meragukan ta'rif Islami atas terma wasathiyah. Persepsi inipun disetujui 
oleh ibu Iffah. Dalam kesempatan ini pula, saudari Ni'matul Azizah 
memberikan ucapan selamat atas keberhasilan tesisnya.

Walhasil, presentasi ibu Iffah kala bedah tesis tersebut merupakan sebuah 
keberhasilan tersendiri bagi beliau, Fatayat, serta PCI-NU Mesir. Mbak Iffah 
yang mendapatkan predikat mumtaz melalui tesis tersebut jelaslah bersuka 
cita. Fatayat dan NU Mesir juga tak kalah senangnya ketika melihat 
kesuksesan bedah tesis itu. Akhirnya, "selamat dan sukses untuk ibu Iffatul 
Umniyati Ismail, MA.".


[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke