BenQ, Kasus Pailit Dalam Ekonomi Global
Oleh: Peter Phillipp dari München

Merjer bisnis telepon genggam perusahaan BenQ dan Siemens menjadi BenQ-Mobile 
awalnya bagai angin harapan, terutama bagi para pekerja pabrik di Jerman. 
Setelah BenQ menyatakan bangkrut, semua pihak saling tuding.

Kamis pekan lalu perusahaan elektronik Taiwan, BenQ yang tahun lalu mengambil 
alih bisnis telepon genggam perusahaan Siemens, menyatakan bangkrut. Pagi hari 
Jum'at, BenQ mengajukan berkas pernyataan pailit itu ke pengadilan München. 
Kucuran dana dari Taipei telah dihentikan, pabrik BenQ di Jerman akan ditutup. 
Tidak ada informasi positif tentang pengaturan masa depan pegawai yang bekerja 
di situ, yang diketahui hanya, mendatang telefon selluler merek BenQSiemens 
akan diproduksi di Asia.

Sebelum dijual ke BenQ pada tahun 2005, bisnis ponsel Siemens sudah 
megap-megap. Mencari jalan keluar, Siemens yang berpusat di München, kemudian 
menjual bisnis ponsel ini ke BenQ dengan harga murah. 

Sebelum diberikan kepada pemilik barunya, disebutkan Siemens telah 
menginvestasi 250 juta Euro ke dalam sektor ponselnya dan mengambil alih 
kerugian sebanyak 100 juta Euro. Pun dikatakan, sebagai imbalan BenQ berjanji 
akan meneruskan produksi ponsel di Jerman sekurangnya selama lima tahun. Ketika 
itu bos Siemens, Klaus Kleinfeld mempromosi tindakannya sebagai suatu 
keberhasilan.

Klaus Kleinfeld: "Penting diingat, bahwa BenQ mengambil alih semua pegawai, 
lokasi produksi dan semua kesepakatan yang ada dalam kontrak-kontrak dengan 
kami. Selain itu semua pegawai mengetahui bahwa ada peluang baru dengan 
pengambilalihan ini. BenQ berkewajiban mengintegrasi bisnis telefon genggamnya 
ke dalam bisnis kami dan lokasi kantor pusatnya berada di München."

Nyatanya, secara tertulis jaminan untuk melanjutkan produksi di Jerman hanyalah 
satu tahun dan berakhir tahun ini. Sekarang bukan saja 1.400 tempat kerja di 
kantor pusat München yang terancam, melainkan pekerjaan dari 200 orang di 
Bocholt dan 1.650 orang di pabrik BenQ di Kamp-Lintfort, dua lokasi di 
Nord-Rhein Westfallen. Dalam keterangan pers, pihak menejemen BenQ Mobile 
menyatakan masih akan mengambil sejumlah tindakan agar bisnis sehari-hari tetap 
berjalan.

Namun siapa sangka perusahaan Taiwan ini akan bangkrut? Awal tahun ini, 
Direktur Eksekutif BenQ Mobile, Clemens Joos masih sangat optimis. Ia melihat 
keuntungan besar karena sumber penyanggah perusahaan tidak di satu lokasi. 

Clemens Joos: 'Menurut saya, kinerja perusahaan berawal dengan sangat positif. 
Pemilik di Taiwan sangat hati-hati dan teliti, dan berusaha keras untuk menjaga 
struktur di dalam perusahaan. Kami tidak punya dua pabrik di Jerman, dua 
perkembangan yang berbeda dan karena itu tidak ada kebutuhan restrukturisasi 
yang besar. Inilah yang membantu kami meluncurkan produk-produk baru ke pasar 
dan saya kira dalam setengah tahun sudah bisa mencatat keberhasilan."

Tampaknya waktu itu Joos berharap, neraca perusahaan sudah bisa dibukukan 
dengan tinta hitam tahun depan. Namun awal musim panas ini, berita bahwa banyak 
tempat kerja di Jerman yang terancam, sudah terdengar. Ketika membeli Siemens 
bulan Juni tahun lalu, BenQ mengambil alih sekitar 6.000 orang pegawai. 

Saat ini, pegawainya tinggal sedikit lebih dari separuhnya. Itupun untuk 
menjamin pekerjaannya, para pegawai ini telah memberikan berbagai konsesi tahun 
lalu, khususnya dalam urusan gaji. Namun semua upaya penghematan tampaknya 
tidak berguna. 

Hasil penjualan tidak menunjang, banyak HP yang dipulangkan oleh pembelinya 
karena bermasalah. Usaha BenQ meningkatkan imej produknya, kurang berhasil. 
Sehingga model-model baru yang diluncurkan tidak begitu laku.

Sementara itu, di Kamp Lintfort para buruh pabrik mendapat dukungan dari 
politisi. Perdana Menteri Nord Rhein Westfallen, Jürgen Rüttgers dari partai 
Kristen Demokrat, CDU, melontarkan kritik keras kepada BenQ. Kepada 
konstituennya, ia mengatakan:

Jürgen Rüttgers: "Anda dulu bersama dengan serikat buruh IG metal menahan diri 
soal gaji, karena diberitahu bahwa bila tidak menuntut maka tempat kerja itu 
akan terjamin. Dan banyak orang yang memuji sikap Anda. Bila sekarang orang 
yang memuji itu dan yang menjanjikan bahwa akan menetap lima tahun di Jerman 
untuk memproduksi telepon genggam, secara gampang kini ingin menutup lokasi di 
sini, itu sebuah kelancangan. Semoga ini jelas!"

Kritik terhadap BenQ datang dari berbagai arah. Partai Sosial Demokrat, SPD 
menuntut adanya konsekwensi politis, disebabkan pekerja dijadikan bahan mainan 
perusahaan yang tidak serius. 

Demikian Sekretaris Jenderal SPD, Hubertus Heil di Berlin. Ia menyebut situasi 
ini sebagai skandal besar dan mempertanyakan pilihan perusahaan untuk mem-PHK 
pekerja dan bukannya memperbaiki kinerja perusahaan. Seperti sejumlah pihak 
lainnya, ia mempertanyakan sikap perusahaan Siemens. 

Walaupun secara hukum tidak tersangkut lagi dalam kasus pailit ini, Siemens 
masih dituntut tanggung jawab sosialnya. Sekjen partai SPD, Hubertus Heil 
menuding, Siemens berusaha melarikan diri dari tanggung jawab hubungan kerjanya 
melalui pernyataan bangkrut ini. 

Tuduhan terhadap Siemens memang banyak. Banyak pihak menduga, Siemens lempar 
batu sembunyi tangan. Sejumlah buruh menilai, Siemens sengaja memperalat BenQ 
untuk menutup sektor telepon genggamnya dengan biaya murah. 

Sebuah perusahaan asing tidak harus memenuhi hukum perburuhan di Jerman. Detlev 
Wetzel, Kepala Serikat Buruh IG Metall untuk wilayah Nord Rhein Westfallen, 
menuduh BenQ dan Siemens menyalahi hak pegawainya.

Detlev Wetzel: "Menurut saya, apa yang terjadi dengan Siemens dan BenQ 
merupakan kesalahan besar. Khususnya karena Siemen telah melakukan 
restrukturisasi, begitu juga BenQ. Satu-satunya yang dirugikan hanyalah para 
buruh di pabrik. Ini merupakan ketidak adilan, dan kami punya alasan kuat untuk 
bertindak agar hal ini tidak menjadi kenyataaan."

Tuduhan ini disangkal keras oleh Janos Gönczöl, Kepala bagian Corporate 
Communications perusahaan Siemens. 

Janos Gönczöl: "BenQ dulu dipilih karena orang percaya, bahwa sebuah merger 
antara perusahaan Eropa dan Asia merupakan persyaratan ideal untuk secara 
jangka panjang menjamin pekerjaan di Jerman."

Sementara Ketua Dewan Komisaris perusahaan Siemens, Heinrich von Pierer 
menyatakan bahwa tindakan BenQ bukan bagian dari kesepakatan kedua perusahaan 
itu. 

Di pihak lain, BenQ juga membela diri. Di Taipei, juru bicara BenQ, Eric Yu 
mengatakan, perusahaannya sudah berusaha sejauh mungkin untuk menghentikan 
kerugian. Namun gagal. Disebutkan, kerugian ini terjadi terutama karena 
permasalahan di bidang penelitian dan pengembangan. 

Sejak mengambil alih bisnis ponsel Siemens, BenQ sudah merugi 840 juta Euro. 
Akibatnya dua pabrik BenQ, di Meksiko dan Taiwan, terpaksa ditutup. Selain di 
kedua tempat itu, BenQ masih memiliki pabrik di Shanghai, Suzhou dan Brasil. 
Disamping itu, tiga pusat penelitian dan pengembangan di Taiwan, Beijing dan 
Brasil. 

Saling tuding terus berlanjut. BenQ juga menuduh Siemens tidak membantu, ketika 
dimintai pertolongan untuk mengatasi krisis dana yang terjadi. Oleh sebab itu, 
BenQ memutuskan untuk melepaskan bisnis merugi di Jerman ini. Kenyataannya, 
keputusan BenQ disambut di pasar bursa Taipei, yang mencatat kenaikan harga 
saham BenQ sebanyak 6%. 

Saat ini berkas pernyataan pailit yang diajukan BenQ kepada pengadilan München 
sedang diteliti oleh Administrator kasus Pailit, Martin Prager. Mungkin seperti 
yang disebutkan Dewan Pengurus Perusahaan, ia akan menemukan bahwa sisa modal 
BenQ sebesar 25.000 Euro tidak cukup untuk membayar satu hari gaji seluruh 
pegawai Jerman perusahaan itu. 

Namun sementara ini Martin Prager beranggapan, produksi BenQ Mobile masih 
mungkin dilanjutkan sampai akhir tahun. Sesudah itu, bagaimana masa depan para 
buruh pabrik yang di PHK, masih belum diketahui.
. 
 

[Non-text portions of this message have been removed]






______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke