Saya setuju, pa hasyim terlalu global lupa yang lokal. Semoga semua gelar international tidak membuat pa hasyim terbang he2 --- In [email protected], "kh anam" <gus. [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Hasyim lama-lama kog perlu dikritisi: > 1. NU itu malah didirikan di KOTA Surabaya, kota pelabuhan terbesar. Para > sejarawan mengatakan, kebesaran kota Surabaya waktu itu hanya bisa disamakan > dengan Tukyu. Bedanya NU dengan Muhammadiyah adalah bahwa NU didirikan di > perkotaan untuk mempermudah akses informasi dalam pelaksanaan program karena > basis massanya kaum pedesaan, sementara muhammadiyah sebaliknya didirikan > dipedesaan Yogyakarta untuk mengajak orang desa mengikuti pembaharuannya > orang perkotaan. > > 2. Nah, tujuan utama didirikan NU yang berbasis masa pedesaan itu > meliputi tiga hal, yakni dakwah islamiyah melalui pendidikan dan > kepesantrenan, pelayanan kesehatan, dan ekonomi keummatan melalui koperasi > (bukan alfamart: red). Mbah Wahab waktu itu memilih sang juragan Surabaya > yang rumahnya 70-an tapi dermawan bernama KH. Hasan Gipo sebagai ketua NU > agar bisa mengkoordinir dan punya power dalam melaksanakan 3 hal yang > menjadi tujuan NU itu. > > 3. Untuk pak Hasyim: jangan terlalu bangga telah disanjung-sanjung dunia > internasional karena telah mengembangkan prinsip keberislaman yang toleran, > "jinak" dan cinta kemanusiaan. Itu penting, tapi jangan kemudian melupakan 3 > hal yang penting menjadi tujuan utama didirikannya NU. Judul artikel diatas > seharusnya diganti: "Orang kampung yang melupakan kampungnya karena merasa > sudah jadi orang global." > > Salam, > > > On 10/8/06, Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > http://www.indopos.co.id/index.php? act=detail_c&id=250726 > > Senin, 09 Okt 2006, > > Rasa Kampung Menu Global > > > > > > Oleh Hasyim Muzadi > > > > NU didirikan di Kampung Kertopaten, Surabaya. Usianya sudah mencapai 80 > > tahun lebih. Kini konsep dan filosofi NU mulai menjadi trend setter dalam > > wacana dunia. Tragedi 11 September 2001 di AS telah mendorong meningginya > > suhu ketegangan Barat vis-a-vis Islam. > > > > NU termotivasi untuk menyelesaikan problem dunia itu. Guna mengatasi > > masalah tersebut, NU melakukan dua jurus: lewat jalur silaturahmi ke negara > > daerah konflik dan melakukan upaya advokasi institusional, yaitu NU > > membentuk wadah internasional, yang bernama Internasional Conference of > > Islamic Scholars (ICIS). Sudah dua kali ICIS mengadakan konferensi > > internasional di Jakarta, yaitu yang pertama pada 23-25 Februari 2004 dan > > kedua, 20-23 Juni 2006. > > > > Untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah, kami bertemu dengan tokoh > > kunci Timur Tengah: dengan Sekjen Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) > > Dr Abdullah Atturki dan Sekjen OKI (Organization of the Islamic > > Conference/OIC) Ekmeleddin Ihsanoglu, keduanya di Kota Makkah. Kami juga > > bertemu dengan pimpinan Islamic Development Bank (IDB) di Jeddah, Arab > > Saudi. > > > > Saya dua kali ke Thailand guna membantu penyelesaian konflik muslim > > minoritas Thailand Selatan. Pertama, pada Maret-April 2005, yang diterima > > oleh PM Thailand Thaksin Shinawatra, Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, dan > > pejabat tinggi lainnya. Kedua, 11-12 September 2006, sepekan sebelum Thaksin > > dikudeta oleh militer setempat. Kami juga berkunjung ke Takhta Suci Vatikan > > di Roma, Italia, dalam rangka memperkenalkan dan memberikan pemahaman Islam > > moderat yang rahmatan lil'alamien. > > > > Saya juga baru dari New York, Amerika Serikat, berkunjung ke Markas Besar > > Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan kantor sekretariat World Conference of > > Religions for Peace (WCRP/Konferensi Dunia Agama-Agama untuk Perdamaian). > > Kebetulan, akhir Agustus lalu saya terpilih sebagai presiden WCRP di Kyoto, > > Jepang. > > > > Ibarat koki, NU sedang menjajakan konsep dan pemikiran keagamaan yang rasa > > kampung untuk menjadi menu global. Alhamdulillah, baik Sekjen PBB, Kofi > > Annan, maupun jajaran pimpinan WCRP di New York tertarik dengan menu sajian > > NU itu. > > > > Islam Kampung Itu > > > > NU sering diberi sebutan Islam tradisional yang dilawankan dengan Islam > > modernis. Tradisionalis karena basis massa NU di pedesaan, sedangkan > > modernis karena mereka melayani muslim perkotaan. > > > > Di Markas PBB, kami menjelaskan NU yang bisa hidup rukun bersama > > saudara-saudaranya sesama muslim yang berbeda aliran dan mazhab. NU juga > > mampu bertoleransi beragama dengan warga nonmuslim. Dengan sikap seperti > > itu, NU bisa meminimalisasi konflik dan ketegangan antaragama. NU menjaga > > keseimbangan dan keserasian dengan masyarakat lintas budaya dan lintas > > agama. NU menjadi titik temu dan titik tengah elemen-elemen bangsa, serta > > perekat hidup rukun dalam berbangsa dan bernegara. > > > > Menciptakan kerukunan masyarakat multikultur dan multiagama adalah > > kebutuhan umat Islam. Justru Islam lebih mudah berkembang dalam masyarakat > > yang tertib daripada dalam masyarakat kacau balau. > > > > NU berupaya serius, mencari cara-cara yang tepat dalam membawa dan > > mengembangkan agama di tengah kebinekaan Indonesia. Tujuannya, agar tetap > > terjaga pengembangan Islam dalam suasana damai serta persatuan Indonesia > > dalam NKRI. > > > > NU tak mempertentangkan agama dan nasionalisme. Sebab, agama mestinya > > memberikan makna terhadap nasionalisme, sedangkan nasionalisme merupakan > > kerangka dan model perjuangan guna menjaga dan menaikkan martabat bangsa > > Indonesia. Karena itu, di sini berlaku kredo: NU beragama dalam > > keindonesiaan dan berindonesia dalam keagamaan. > > > > Dialog Antarperadaban > > > > Kita mendesak PBB memfasilitasi dan memediatori dialog antarperadaban agar > > tercipta kondisi dunia yang aman, tenteram, dan damai. Dengan begitu, > > ketegangan Islam vis-a-vis Barat secara bertahap dapat diselesaikan. Dalam > > penyelesaian konflik Timur Tengah, misalnya penyelasaian Lebanon pascaagresi > > militer Israel, PBB harus bertindak tegas kepada Israel yang nyata-nyata > > melanggar hukum internasional. > > > > Beruntung PBB segera mengeluarkan resolusi PBB nomor 1701 yang dapat > > menghentikan serangan Israel ke Lebanon. Resolusi tersebut harus ditaati > > semua pihak, terutama Israel yang beberapa kali melanggar. Negara-negara > > Islam mesti berpartisipasi dalam Pasukan Perdamaian PBB untuk menjaga > > perdamaian di Lebanon. > > > > Israel harus mengganti seluruh kerugian yang diderita Lebanon akibat > > serangan militer dan membangun kembali fasilitas dan infrastruktur yang > > rusak. Dalam hal ini, PBB bertindak sebagai koordinatornya. > > > > Mengenai isu nuklir Iran, PBB agar menghormati dan menjamin keinginan tiap > > negara melaksanakan sesuai Traktat Non-Proliferasi yang membolehkan > > mengembangkan teknologi nuklir untuk maksud dan tujuan damai, termasuk Iran. > > Sebaliknya, Iran harus memenuhi komitmennya sebagai negara pihak NPT. AS > > beserta sekutunya hendaknya menjauhi cara-cara kekerasan dalam penyelesaian > > kasus Iran, seperti tindakan yang dilakukan terhadap Iraq dan Afghanistan. > > > > Saya dukung pemerintahan baru Palestina yang melibatkan Partai Fatah. > > Sebaliknya, kita kecam agresi militer Israel di Gaza, Palestina, dan > > penahanan sejumlah anggota kabinet dan Parlemen Palestina. Penghukuman > > kolektif dan penghancuran instalasi sipil oleh Israel jelas bertentangan > > dengan hukum internasional. Agresi dan tindak kekerasan militer Israel > > hendaknya dihentikan dan para pemimpin Palestina yang ditahan hendaknya > > dibebaskan. > > > > Baik Palestina maupun Israel hendaknya kembali ke jalur dialog dan > > negosiasi. Pihak kuartet perlu menggelar kembali proses damai yang terhenti. > > Kita dan semua pihak harus mendukung terbentuknya negara Palestina yang > > berdaulat. > > > > Dalam penanganan Iraq pascaagresi AS, semua pihak harus menghormati > > kedaulatan Iraq sebagai negara merdeka. Karena itu, seluruh pasukan asing di > > Iraq harus ditarik dan digantikan pasukan PBB. PBB hendaknya > > mengoordinasikan seluruh negara untuk pembangunan kembali Iraq. Para > > pemimpin dan seluruh rakyat Iraq harus bersatu dan membangun kembali Iraq > > pascaagresi Amerika ke Iraq. > > > > Hindari Pembajakan Agama > > > > Semua ajaran agama mengajarkan perdamaian, kesejahteraan, dan toleransi. > > Jika terdapat kelompok agama yanag melakukan gerakan antidamai dan > > sebaliknya melakukan tindak kekerasan dan tidak toleran, bisa dipastikan > > saat itu agama sudah dibajak. Karena itu, agama harus dilepaskan dari setiap > > tindakan atau perilaku yang tidak bertujuan untuk agama itu sendiri. Agama > > tidak dapat dijadikan alat untuk kepentingan politik atau ekonomi > > > > Menciptakan perdamaian dan ruang yang harmonis menjadi kewajiban semua > > agama. Menciptakan kehidupan harmonis antarumat beragama tidak harus > > mengorbankan hak menjalankan perintah agama itu sendiri. Agama harus > > dilepaskan dari konflik yang terjadi di beberapa wilayah dan bagian di dunia > > ini. Islam mengajarkan nilai-nilai universal dan menjunjung tinggi > > toleransi, pluralislisme, moderat, dan perdamaian. Islam merupakan berkat > > bagi semua bangsa. > > > > Berkembangnya islamo-fobia karena tindakan dan perbuatan sebagian orang > > yang mengatasnamakan Islam untuk menjustifikasi tindak kekerasan yang > > dilakukan. Padahal, perbuatan tersebut merupakan bentuk kesalahpahaman > > tentang ajaran dan nilai Islam yang sebenarnya. > > > > > > KH A. Hasyim Muzadi, ketua umum PB NU dan Presiden World Conference of > > Religions for Peace (WCRP) > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > ____________________________________________________ __________________ > > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir > > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~~ > > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
