http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=250726
Senin, 09 Okt 2006,
Rasa Kampung Menu Global 


Oleh Hasyim Muzadi 

NU didirikan di Kampung Kertopaten, Surabaya. Usianya sudah mencapai 80 tahun 
lebih. Kini konsep dan filosofi NU mulai menjadi trend setter dalam wacana 
dunia. Tragedi 11 September 2001 di AS telah mendorong meningginya suhu 
ketegangan Barat vis-a-vis Islam. 

NU termotivasi untuk menyelesaikan problem dunia itu. Guna mengatasi masalah 
tersebut, NU melakukan dua jurus: lewat jalur silaturahmi ke negara daerah 
konflik dan melakukan upaya advokasi institusional, yaitu NU membentuk wadah 
internasional, yang bernama Internasional Conference of Islamic Scholars 
(ICIS). Sudah dua kali ICIS mengadakan konferensi internasional di Jakarta, 
yaitu yang pertama pada 23-25 Februari 2004 dan kedua, 20-23 Juni 2006. 

Untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah, kami bertemu dengan tokoh kunci 
Timur Tengah: dengan Sekjen Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) Dr 
Abdullah Atturki dan Sekjen OKI (Organization of the Islamic Conference/OIC) 
Ekmeleddin Ihsanoglu, keduanya di Kota Makkah. Kami juga bertemu dengan 
pimpinan Islamic Development Bank (IDB) di Jeddah, Arab Saudi. 

Saya dua kali ke Thailand guna membantu penyelesaian konflik muslim minoritas 
Thailand Selatan. Pertama, pada Maret-April 2005, yang diterima oleh PM 
Thailand Thaksin Shinawatra, Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, dan pejabat 
tinggi lainnya. Kedua, 11-12 September 2006, sepekan sebelum Thaksin dikudeta 
oleh militer setempat. Kami juga berkunjung ke Takhta Suci Vatikan di Roma, 
Italia, dalam rangka memperkenalkan dan memberikan pemahaman Islam moderat yang 
rahmatan lil'alamien. 

Saya juga baru dari New York, Amerika Serikat, berkunjung ke Markas Besar 
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan kantor sekretariat World Conference of 
Religions for Peace (WCRP/Konferensi Dunia Agama-Agama untuk Perdamaian). 
Kebetulan, akhir Agustus lalu saya terpilih sebagai presiden WCRP di Kyoto, 
Jepang. 

Ibarat koki, NU sedang menjajakan konsep dan pemikiran keagamaan yang rasa 
kampung untuk menjadi menu global. Alhamdulillah, baik Sekjen PBB, Kofi Annan, 
maupun jajaran pimpinan WCRP di New York tertarik dengan menu sajian NU itu.

Islam Kampung Itu

NU sering diberi sebutan Islam tradisional yang dilawankan dengan Islam 
modernis. Tradisionalis karena basis massa NU di pedesaan, sedangkan modernis 
karena mereka melayani muslim perkotaan. 

Di Markas PBB, kami menjelaskan NU yang bisa hidup rukun bersama 
saudara-saudaranya sesama muslim yang berbeda aliran dan mazhab. NU juga mampu 
bertoleransi beragama dengan warga nonmuslim. Dengan sikap seperti itu, NU bisa 
meminimalisasi konflik dan ketegangan antaragama. NU menjaga keseimbangan dan 
keserasian dengan masyarakat lintas budaya dan lintas agama. NU menjadi titik 
temu dan titik tengah elemen-elemen bangsa, serta perekat hidup rukun dalam 
berbangsa dan bernegara. 

Menciptakan kerukunan masyarakat multikultur dan multiagama adalah kebutuhan 
umat Islam. Justru Islam lebih mudah berkembang dalam masyarakat yang tertib 
daripada dalam masyarakat kacau balau. 

NU berupaya serius, mencari cara-cara yang tepat dalam membawa dan 
mengembangkan agama di tengah kebinekaan Indonesia. Tujuannya, agar tetap 
terjaga pengembangan Islam dalam suasana damai serta persatuan Indonesia dalam 
NKRI.

NU tak mempertentangkan agama dan nasionalisme. Sebab, agama mestinya 
memberikan makna terhadap nasionalisme, sedangkan nasionalisme merupakan 
kerangka dan model perjuangan guna menjaga dan menaikkan martabat bangsa 
Indonesia. Karena itu, di sini berlaku kredo: NU beragama dalam keindonesiaan 
dan berindonesia dalam keagamaan. 

Dialog Antarperadaban

Kita mendesak PBB memfasilitasi dan memediatori dialog antarperadaban agar 
tercipta kondisi dunia yang aman, tenteram, dan damai. Dengan begitu, 
ketegangan Islam vis-a-vis Barat secara bertahap dapat diselesaikan. Dalam 
penyelesaian konflik Timur Tengah, misalnya penyelasaian Lebanon pascaagresi 
militer Israel, PBB harus bertindak tegas kepada Israel yang nyata-nyata 
melanggar hukum internasional. 

Beruntung PBB segera mengeluarkan resolusi PBB nomor 1701 yang dapat 
menghentikan serangan Israel ke Lebanon. Resolusi tersebut harus ditaati semua 
pihak, terutama Israel yang beberapa kali melanggar. Negara-negara Islam mesti 
berpartisipasi dalam Pasukan Perdamaian PBB untuk menjaga perdamaian di Lebanon.

Israel harus mengganti seluruh kerugian yang diderita Lebanon akibat serangan 
militer dan membangun kembali fasilitas dan infrastruktur yang rusak. Dalam hal 
ini, PBB bertindak sebagai koordinatornya.

Mengenai isu nuklir Iran, PBB agar menghormati dan menjamin keinginan tiap 
negara melaksanakan sesuai Traktat Non-Proliferasi yang membolehkan 
mengembangkan teknologi nuklir untuk maksud dan tujuan damai, termasuk Iran. 
Sebaliknya, Iran harus memenuhi komitmennya sebagai negara pihak NPT. AS 
beserta sekutunya hendaknya menjauhi cara-cara kekerasan dalam penyelesaian 
kasus Iran, seperti tindakan yang dilakukan terhadap Iraq dan Afghanistan. 

Saya dukung pemerintahan baru Palestina yang melibatkan Partai Fatah. 
Sebaliknya, kita kecam agresi militer Israel di Gaza, Palestina, dan penahanan 
sejumlah anggota kabinet dan Parlemen Palestina. Penghukuman kolektif dan 
penghancuran instalasi sipil oleh Israel jelas bertentangan dengan hukum 
internasional. Agresi dan tindak kekerasan militer Israel hendaknya dihentikan 
dan para pemimpin Palestina yang ditahan hendaknya dibebaskan.

Baik Palestina maupun Israel hendaknya kembali ke jalur dialog dan negosiasi. 
Pihak kuartet perlu menggelar kembali proses damai yang terhenti. Kita dan 
semua pihak harus mendukung terbentuknya negara Palestina yang berdaulat.

Dalam penanganan Iraq pascaagresi AS, semua pihak harus menghormati kedaulatan 
Iraq sebagai negara merdeka. Karena itu, seluruh pasukan asing di Iraq harus 
ditarik dan digantikan pasukan PBB. PBB hendaknya mengoordinasikan seluruh 
negara untuk pembangunan kembali Iraq. Para pemimpin dan seluruh rakyat Iraq 
harus bersatu dan membangun kembali Iraq pascaagresi Amerika ke Iraq. 

Hindari Pembajakan Agama

Semua ajaran agama mengajarkan perdamaian, kesejahteraan, dan toleransi. Jika 
terdapat kelompok agama yanag melakukan gerakan antidamai dan sebaliknya 
melakukan tindak kekerasan dan tidak toleran, bisa dipastikan saat itu agama 
sudah dibajak. Karena itu, agama harus dilepaskan dari setiap tindakan atau 
perilaku yang tidak bertujuan untuk agama itu sendiri. Agama tidak dapat 
dijadikan alat untuk kepentingan politik atau ekonomi

Menciptakan perdamaian dan ruang yang harmonis menjadi kewajiban semua agama. 
Menciptakan kehidupan harmonis antarumat beragama tidak harus mengorbankan hak 
menjalankan perintah agama itu sendiri. Agama harus dilepaskan dari konflik 
yang terjadi di beberapa wilayah dan bagian di dunia ini. Islam mengajarkan 
nilai-nilai universal dan menjunjung tinggi toleransi, pluralislisme, moderat, 
dan perdamaian. Islam merupakan berkat bagi semua bangsa.

Berkembangnya islamo-fobia karena tindakan dan perbuatan sebagian orang yang 
mengatasnamakan Islam untuk menjustifikasi tindak kekerasan yang dilakukan. 
Padahal, perbuatan tersebut merupakan bentuk kesalahpahaman tentang ajaran dan 
nilai Islam yang sebenarnya.


KH A. Hasyim Muzadi, ketua umum PB NU dan Presiden World Conference of 
Religions for Peace (WCRP)



[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke