HAUL KE-106 KIAI SALEH DARAT
Guru Pendiri NU dan Muhammadiyah 
Jum'at, 3 Nopember 2006 17:33 WIB

DALAM kitab Al-hikam yang ditulisnya, Kiai Saleh Darat memaparkan, salah satu 
tanda kewalian seseorang secara lahiriah adalah banyaknya umat yang berziarah 
ke makamnya jika telah meninggal dunia. Adapun secara batiniah, seseorang itu 
mampu menjadi wasilah (perantara) doa umat kepada Allah SWT. 

Kini, bertahun-tahun setelah kematiannya, dua tengara itu justru melekat pada 
diri Kiai Saleh Darat. Setiap 10 Syawal, ribuan orang mengunjungi makamnya yang 
terdapat di kompleks Pemakaman Umum Bergota Semarang. Hampir seluruhnya 
meyakini, ulama besar itu sebagai wasilah. Terlepas dari keyakinan itu, 
banyaknya umat yang hadir tak termungkiri menjadi penanda kebesaran namanya.

Kamis (2/11) haul ulama besar yang terlahir dengan nama Muhammad Shalih itu 
kembali digelar untuk ke-106 kali. Seperti tahun-tahun sebelumnya, umat 
berdatangan, tak hanya dari Semarang, melainkan juga kota-kota lain di Jawa 
Tengah, seperti Tegal, Solo, Pekalongan, Kendal, Kabupaten Semarang, Demak, 
Pati, dan Grobogan. Kebanyakan datang pagi-pagi, namun sebagian sudah menginap 
di tempat itu beberapa hari sebelumnya.

Dipimpin KH Muhammad Muin, kemarin umat yang hadir bersama-sama membaca tahlil. 
Ketua Pengajian Ahad Pagi 1939 itu juga menyampaikan riwayat Kiai Saleh Darat 
dalam melakukan syiar Islam di Jawa dan Nusantara. 

Menurut KH Muhammad Muin, Kiai Saleh Darat lahir di Desa Kedung Jumbleng, 
Kecamatan Mayong, Jepara, sekitar tahun 1820. Dalam kitab-kitab yang 
ditulisnya, dia menggunakan nama Syeikh Haji Muhammad Shalih bin Umar 
Al-Samarani. 

Adapun kata ''Darat'' di belakang namanya adalah sebutan masyarakat untuk 
menunjukkan tempat dia tinggal, yakni di Kampung Darat, Kelurahan Dadapsari, 
Semarang Utara. Ayahnya, KH Umar, adalah ulama terkemuka yang dipercaya 
Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda di wilayah pesisir utara. 

Setelah mendapat bekal ilmu agama dari ayahnya, Saleh kecil mulai mengembara, 
belajar dari satu ulama ke ulama lain. Tercatat KH Syahid Waturaja (belajar 
kitab fikih, seperti Fathul Qarib, Fathul Mu'in, Minhajul Qawim, dan Syarbul 
Khatib).

Belajar di Makkah

Dia juga belajar kepada KH Muhammad Saleh Asnawi Kudus (Tafsir Jalalain 
As-Suyuti), KH Ishaq Damaran (nahwu dan sharaf), KH Abu Abdillah Muhammad Hadi 
Banguni (ilmu falaq), KH Ahmad Bafaqih Balawi (kajian jauharatut Tauhid karya 
Syaikh Ibrahim Al-Laqani dan Minhajul Abidin karya Al-Ghazali), serta KH Abdul 
Gani Bima (kitab Al-Masa'ilus Sittin karya Abul Abbas Ahmad Al-Ghani).

Dia juga diajak ayahnya memperdalam agama di Singapura, sebelum akhirnya menuju 
Makkah. Di Makkah, dia berguru kepada ulama-ulama besar, antara lain Syaikh 
Muhammad Al-Marqi, Syaikh Muhammad Sulaiman Hasballah, Syaikh Sayid Muhammad 
Zein Dahlan, Syaikh Zahid, Syaikh Umar Assyani, Syaikh Yusuf Al-Misri, dan 
Syaikh Jamal Mufti Hanafi. Beberapa santri seangkatannya antara lain KH Muhamad 
Nawawi Banten (Syaikh Nawawi Al-Jawi), dan KH Cholil Bangkalan.

Seusai menuntaskan pendidikannya, dia mendapat kesempatan mengajar, terutama 
kepada para santri yang datang dari Jawa. Satu di antaranya adalah KH Hasyim 
Asy'ari yang kemudian mendirikan Nahdlatul Ulama (NU). Sepulang dari Makkah, 
Muhammad Saleh mengajar di Pondok Pesantren Darat milik mertuanya, KH Murtadlo. 
Semenjak kedatangannya, pesantren itu berkembang pesat.

Para santri berdatangan dari luar daerah. Sebagian di antaranya menjadi ulama 
terkemuka, antara lain KH Mahfudz (pendiri Pondok Pesantren Termas, Pacitan), 
KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), KH Idris (pendiri Pondok Pesantren 
Jamsaren, Solo), KH Sya'ban (ulama ahli falaq dari Semarang), Penghulu Tafsir 
Anom dari Keraton Surakarta, KH Dalhar (pendiri Ponpes Watucongol, Muntilan), 
dan Kiai Moenawir (Krapyak, Yogyakarta).

Dikutip dari Suara Merdeka, 3/11




[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke