BLUNDER AA' GYM v.s WOMEN'S Power

oleh : Herri Permana*

Berita pernikahan (sirri) da'i kondang Aa' Gym dengan istri
keduanya kontak membuat heboh media-media tanah air,
suara pro maupun kontra bermunculan, bahkan beritanya
mengalahkan kehebohan berita selingkuhan anggota DPR.
Di pasar , angkot , mall dll berita ini jadi topik perbincangan
yang seru.

Nama Aa' Gym tidak bisa dipisahkan dengan nama Daarut 
Tauhiid sebuah pesantren yang didirikannya.Bersamaan
dengan melambungnya popularitas Aa' Gym maka nama
Daarut Tauhiid juga ikut melambung.Usahanya makin 
menggurita , dari kopentren yang sekarang berkembang
menjadi supermarket besar sampai stasiun radio dan TV 
swasta ikut didirikanannya.

Ratusan bahkan ribuan orang ikut terbantu nafkahnya
bersamaan dengan naiknya popularitas Aa' Gym.Dari
mulai karyawan DT baik kontrak maupun karyawan tetap
sampai masyarakat sekitar ikut kecipratan rezeki.

Setiap akhir minggu jalanan di depan DT selalu macet
total dipadati oleh ribuan massa yang ingin bersilaturahmi
dengan Aa' Gym dan ini berarti uang.Penulis sendiri
beberapa kali iseng jualan kue di sana , dan cuma tempo
1-2 jam saja sudah bisa jual 80-100 dus dengan keuntungan
4000 per dus , paling jelek aja bisa laku 20-30 dus jadi 
pulangnya bisa langsung ke Ultimus buat borong buku.

Rumah-rumah warga berubah jadi penginapan untuk
tempat menginap para tamu DT yang tidak tertampung
oleh usaha penginapan resmi yang dikelola DT .Bukunya
laris manis terjual demikian juga cendramata lainnya.

Buku trilogi Aa' Gym sangat laris terjual jadi buah tangan,
dan inilah buku terlaris dari semua buku yang diterbitkan 
MQ Publishing.Saya kenal dengan seorang karyawati 
kontrak di DT , gajinya cuma 200-400 ribu sebulan tapi
dia bisa membiayai hidup keluarganya yang dari kalangan
miskin, menjamin biaya pengobatan ayahnya yang sakit 
asma parah juga kuliahnya  yang menginjak tingkat  III 
di sebuah PTS di kota Bandung.

tiu karena dia seorang penjual yang ulet dan tidak mau menerima
kata tidak, dagangan utamanya cuma buku-buku Aa' Gym ,
dengan keuntungan 30-50 % dia bisa meraup keuntungan
1-2 juta tiap akhir pekan , paling jelek pun dia bisa meraup
400 ribu , bayangkan betapa menjualnya Aa' Gym itu.Itulah 
sebabnya saya jadi tidak heran melihat anak-anak pinter 
lulusan S-1 peguruan tinggi ternama mau digaji serendah
itu karena memang sabetannya gede.

Salah satu unit usaha DT , MQ Photo misalnya pemasukan
utamanya yah dari foto-foto Aa' Gym , foto para tamu yang
berfoto bareng dengan Aa' Gym yang selalu didampingi
teh Ninih jadi menu wajib setiap tamu yang berkunjung 
kesana.

Dan dari sekian ribu tamu Aa' Gym setiap minggu sebagian
besarnya adalah kaum ibu-ibu dan remaja putri jumlah
mereka bisa mencapai 80 % dari keseluruan tamu DT.
Dan apa yang membuat mereka suka Aa' Gym , selain
sebagai da'i kondang ia menjadi idola ibu-ibu sebagai icon
suami dan ayah ideal yang sangat mencintai istri dan
anak-anaknya.Itulah sebabnya setiap mereka ingin berfoto
dengan Aa' Gym selalu ngotot supaya teh Ninih istri setianya
ikut difoto, bahkan banyak yang rela menunggu ber jam-jam
bila teh Ninihnya kebetulan ada keperluan lain.

Dan begitu berita perkawinan kedua Aa' Gym ini tersebar sontak
terjadi aksi pemboikotan massal.Seluruh kaum ibu langsung
bersatu , tamu DT yang setiap akhir pekan rata-rata mencapai 
3000 an orang , pada akhir pekan kemarin menurun menurun drastis
jadi cuma tinggal 300 an orang saja itupun sebagian besarnya 
datang kesana untuk mengungkapkan langsung kekesalan
mereka terhadap Aa' Gym.Telpon berdering setiap saat di kantor
DT dari para calon tamu dari seluruh pelosok Indonesia yang
membatalkan kunjungannya ke DT yang juga selalu diikuti ungkapan
kekesalan mereka terhadap Aa' Gym.Buku tentang Aa' Gym pun dibuang
secara demonstratif ke tong sampah.

Blunder Aa' Gym ini ternyata berbuah solidaritas kaum perempuan, 
upayanya menghadirkan Teh Ninih sebagai tameng dari
kemarahan ibu-ibu terhadapnya tidak berbuah hasil.Rupanya
Aa' Gym ini melupakan betapa kuatnya ikatan kaum perempuan
antar sesamanya walaupun mereka tidak saling kenal.Di mata 
kaum perempuan kehormatan seorang pria bukan dikukur 
dari ketampanannya ,kekayaannya , popularitasnya dll tapi 
pada kesetiaannya pada pasangannya.Sehingga sosok pria
tidak setia tidak lagi dianggap berharga di mata kaum perempuan

Dan nampaknya matahari mulai terbenam di DT .40 karyawan
kontrak yang diterima sebelum Ramadhan kemarin saat ini
statusnya jadi tidak jelas.Para karyawan kontrak yang punya
status jelas  pun sudah mulai berhitung bagaimana mereka
bisa bertahan dengan gaji yang tidak layak seperti itu sementara
peluang mereka untuk mendapat tambahan menjadi tertutup
gara-gara ulah tidak populer yang dilakukan bossnya.

Berkurangnya tamu ke DT berarti pemasukan organisasi
pun berkurang , para pegawai kontrak ini pun sadar mereka
dalam waktu tak lama lagi pasti akan kehilangan pekerjaannya.
Pegawai tetap pun akan mendapat giliran.Karena usaha yang
dikembangkan DT dan memberi banyak keuntungan adalah
usaha yang menjual Aa'Gym, sementara unit usaha lainnya
kebanyakan malah layu sebelum berkembang.

Aa' Gym  mungkin bisa bertahan , begitu juga keluarganya.
Tapi ulahnya ini menyengsarakan pula ribuan orang yang
menggantungkan nafkah padanya.Betapa egoisnya sosok
bernama Abdullah Gymnastyar ini.

* Penulis adalah moderator mailing list [email protected]

Kirim email ke