Permesuman di gedung wakil rakyat di Senayan sudah
jadi rahasia umum. Hingga Rabu (6/12) atau sepekan
setelah terbongkarnya skandal anggota Fraksi Partai
Golkar Yahya Zaini dan pedangdut Maria Eva, aroma
permesuman masih terasa.

Di saluran pembuangan air dari Gedung Nusantara I, II,
III, dan IV Gedung DPR, masih bisa ditemukan kondom
bekas terpakai. Pusat pengaturan saluran pembuangan
air itu sendiri terletak persis di depan kafetaria di
dekat lobi gedung Nusantara I. Sekilas, bangunan
penutup saluran pembuangan ini mirip dengan bangunan
gardu listrik. Setiap paginya saluran ini dibersihkan.
"Hampir setiap hari ada saja kondom yang ditemukan,"
ujar pengawas saluran.

Petugas ini memastikan kondom itu berasal dari dalam
gedung DPR karena saluran dari pipa ini tidak
tercampur dengan saluran dari luar gedung. Tapi
petugas ini tidak pernah melihat secara langsung
kegiatan esek-esek di gedung DPR. "Kalau lihat sendiri
belum. Tapi dengar-dengar sudah sering," paparnya.

Berbeda dengan petugas saluran air, petugas pengamanan
dalam (pamdal) gedung menegaskan bahwa semua orang
sudah tahu adanya esek-esek di kompleks ini. "Dulu ada
office boy langsung dipecat lantaran memergoki anggota
dewan (DPR) yang sedang berselingkuh" Ungkapnya.
Karena itulah kini para pegawai kebersihan yang setiap
hari bertugas memasuki ruang kerja anggota DPR pada
bungkam seribu basa. "Itu kan masalah pribadi, jadi
tidak usah dibicarakan" Kata seorang petugas
kebersihan.

Ada empat gedung utama di kompleks rumah wakil rakyat
ini, yakni Gedung Nusantara I, II, III, dan IV. Gedung
Nusantara I yang memiliki 23 lantai juga digunakan
sebagai kantor fraksi-fraksi. Nah, Yahya Zaini yang
belakangan dihebohkan berkantor di lantai 12. Tapi
belakangan suasana lantai 12 rada sepi. Pemandangan di
sana sangat kontras dengan pemandangan di lantai I
yang nyaris ramai setiap hari karena digunakan untuk
rapat. Selain gedung utama untuk rapat, ada juga
bangunan lain seperti gedung sekretariat jenderal,
gedung pelayanan kesehatan, dan kantin.

Sementara itu seorang staf DPR mengatakan bahwa
sejumlah anggota DPR yang suka berselingkuh punya
selera tinggi. Bagi kelompok ini, harga pasangan tidak
jadi soal. Biasanya, kaum perempuan cantik yang
menjadi langganan Senayan merupakan anggota sebuah
jaringan yang bekerja sangat rapi. "Tapi brokernya
atau penyalurnya saya tahu" Kata staf pribadi seorang
anggota DPR tersebut.

"Bahkan ada yang dipekerjakan sebagai staf pribadi.
Nah, kalau bosan, anggota DPR bisa menggantinya kapan
saja dia mau," katanya. "Mereka itu berasal dari satu
jaringan. Bisa ditukar kapan saja, dibawa ke mana
saja, termasuk dalam perjalanan dinas," ujarnya lagi.

Perempuan yang menjadi staf dadakan seperti ini digaji
dari kocek pribadi anggota DPR. "Honornya secara
bulanan, di luar tips harian, di luar tanggungan biaya
rumah kontrakan, dan sebagainya." Katanya.

Anggota DPR yang takut-takut memilih mencari pasangan
dari luar. Perempuan bebas seperti ini bisa ditemukan
di beberapa rusun, dengan tarif termurah Rp 10 juta.
Pascareformasi tahun 1998, gedung DPR tak ubahnya
pasar kaget. Tak bisa lagi dibedakan antara wartawan
yang bertugas mencari berita dan pemasok perempuan
yang berkeliaran di sana. Suasana seperti itu pula
yang bisa mengelabui masuknya perempuan-perempuan
cantik di Senayan. Perempuan seperti itu dikenal
sebagai "sekwilda" alias suka memamerkan sekitar
wilayah dada.

Revan

Building Physics & Acoustics Laboratory 


                
___________________________________________________________ 
Copy addresses and emails from any email account to Yahoo! Mail - quick, easy 
and free. http://uk.docs.yahoo.com/trueswitch2.html

Kirim email ke