Iyaaa... setuju nih, saya prihatin, ketakutan kita yg tradisionalis dan awam ini nampak lebih besar kpd kaum salafiyah dibanding ketakutan kita terhadap manhaj non-muslim seperti liberalisme. asementara kalau baca situs salafiyah, wah seakan-akan kita ini ahli bid'ah yang harus tubat nasukha biar sempurna lagi islamnya
--- In [email protected], izzatul ulya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kayak infotainment saja > Mendingan kita bicarakan yang lain > > Contohnya yang menarik adalah > > Masalah Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jama'ah versi Imam Ibnu > Taymiyah/Syaikh M. Abdul Wahab yang terrepresentasikan > dalam SALAFY dan Imam AL 'Asy'ari/Al Muturidi yang > terpresentasikan dalam NU > > Lalu kita cari perbedaannya, kemudian dimana titik > temunya? Lalu apakah perbedaan terhadap masuk kategori > pokok atau cabang > > Sehingga umat ini bisa menyatu? > Sebab di lapangan sepertinya terjadi persaingan yang > kurang sehat antara NU dan SALAFY/WAHABI > DI beberapa lokasi malah sudah ada yang diusir hingga > dibakar rumahnya > > Inikan lebih menarik karena kita wacanakan dan kita > selesaikan dalam tataran ilmiah/akal bukan okol/otot > > Mayur nuwun nggih > > > > --- Kupretist <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Permesuman di gedung wakil rakyat di Senayan sudah > > jadi rahasia umum. Hingga Rabu (6/12) atau sepekan > > setelah terbongkarnya skandal anggota Fraksi Partai > > Golkar Yahya Zaini dan pedangdut Maria Eva, aroma > > permesuman masih terasa. > > > > Di saluran pembuangan air dari Gedung Nusantara I, > > II, > > III, dan IV Gedung DPR, masih bisa ditemukan kondom > > bekas terpakai. Pusat pengaturan saluran pembuangan > > air itu sendiri terletak persis di depan kafetaria > > di > > dekat lobi gedung Nusantara I. Sekilas, bangunan > > penutup saluran pembuangan ini mirip dengan bangunan > > gardu listrik. Setiap paginya saluran ini > > dibersihkan. > > "Hampir setiap hari ada saja kondom yang ditemukan," > > ujar pengawas saluran. > > > > Petugas ini memastikan kondom itu berasal dari dalam > > gedung DPR karena saluran dari pipa ini tidak > > tercampur dengan saluran dari luar gedung. Tapi > > petugas ini tidak pernah melihat secara langsung > > kegiatan esek-esek di gedung DPR. "Kalau lihat > > sendiri > > belum. Tapi dengar-dengar sudah sering," paparnya. > > > > Berbeda dengan petugas saluran air, petugas > > pengamanan > > dalam (pamdal) gedung menegaskan bahwa semua orang > > sudah tahu adanya esek-esek di kompleks ini. "Dulu > > ada > > office boy langsung dipecat lantaran memergoki > > anggota > > dewan (DPR) yang sedang berselingkuh" Ungkapnya. > > Karena itulah kini para pegawai kebersihan yang > > setiap > > hari bertugas memasuki ruang kerja anggota DPR pada > > bungkam seribu basa. "Itu kan masalah pribadi, jadi > > tidak usah dibicarakan" Kata seorang petugas > > kebersihan. > > > > Ada empat gedung utama di kompleks rumah wakil > > rakyat > > ini, yakni Gedung Nusantara I, II, III, dan IV. > > Gedung > > Nusantara I yang memiliki 23 lantai juga digunakan > > sebagai kantor fraksi-fraksi. Nah, Yahya Zaini yang > > belakangan dihebohkan berkantor di lantai 12. Tapi > > belakangan suasana lantai 12 rada sepi. Pemandangan > > di > > sana sangat kontras dengan pemandangan di lantai I > > yang nyaris ramai setiap hari karena digunakan untuk > > rapat. Selain gedung utama untuk rapat, ada juga > > bangunan lain seperti gedung sekretariat jenderal, > > gedung pelayanan kesehatan, dan kantin. > > > > Sementara itu seorang staf DPR mengatakan bahwa > > sejumlah anggota DPR yang suka berselingkuh punya > > selera tinggi. Bagi kelompok ini, harga pasangan > > tidak > > jadi soal. Biasanya, kaum perempuan cantik yang > > menjadi langganan Senayan merupakan anggota sebuah > > jaringan yang bekerja sangat rapi. "Tapi brokernya > > atau penyalurnya saya tahu" Kata staf pribadi > > seorang > > anggota DPR tersebut. > > > > "Bahkan ada yang dipekerjakan sebagai staf pribadi. > > Nah, kalau bosan, anggota DPR bisa menggantinya > > kapan > > saja dia mau," katanya. "Mereka itu berasal dari > > satu > > jaringan. Bisa ditukar kapan saja, dibawa ke mana > > saja, termasuk dalam perjalanan dinas," ujarnya > > lagi. > > > > Perempuan yang menjadi staf dadakan seperti ini > > digaji > > dari kocek pribadi anggota DPR. "Honornya secara > > bulanan, di luar tips harian, di luar tanggungan > > biaya > > rumah kontrakan, dan sebagainya." Katanya. > > > > Anggota DPR yang takut-takut memilih mencari > > pasangan > > dari luar. Perempuan bebas seperti ini bisa > > ditemukan > > di beberapa rusun, dengan tarif termurah Rp 10 juta. > > Pascareformasi tahun 1998, gedung DPR tak ubahnya > > pasar kaget. Tak bisa lagi dibedakan antara wartawan > > yang bertugas mencari berita dan pemasok perempuan > > yang berkeliaran di sana. Suasana seperti itu pula > > yang bisa mengelabui masuknya perempuan-perempuan > > cantik di Senayan. Perempuan seperti itu dikenal > > sebagai "sekwilda" alias suka memamerkan sekitar > > wilayah dada. > > > > Revan > > > > Building Physics & Acoustics Laboratory > > > > > > > > > ___________________________________________________________ > > > > Copy addresses and emails from any email account to > > Yahoo! Mail - quick, easy and free. > > http://uk.docs.yahoo.com/trueswitch2.html > > > > > > > ______________________________________________________________________ ______________ > Want to start your own business? > Learn how on Yahoo! Small Business. > http://smallbusiness.yahoo.com/r-index >
