huehehehhe

kyainya masih muda, wong NU tulen.
anak kyai dari kecil yg mondok sepanjang hayat,
meski sempat kuliah sekuler di FE Unibraw,
doi lanjut sekolah di al azhar.

kyai muda model modelnya Emha waktu
baru muncul dulu.

mungkin karena di azhar banyak anak salafi dan pksnya,
ujungnya doi juga mengadopsi sebagian cara cara
orang ikhwanul muslimin.

istighotsah malam hari, sebentar aja,
dilanjut diskusi dan tanya jawab model
aa gym atawa emha [gaya padhang mbulanan].

acaranya juga diadakan di basisnya NU di luar malang,
di daerah wajak kalo gak salah.  yg ikut model model
eksekutif mudanya kota malang, wong pada bermobil,
lha wong salesman di aut*20**  :D

kalo anak kecil sih ndak diwajibin ikutan,
cuman karena masih pada umur 25-35 ke atas,
anaknya masih pada kecil kecil, jadi diajak sekalian.
nah kalau yg ini, mungkin jama'ahnya yg udah ikutan
gayanya wong pks yg suka ngajak demo keliling kota
sambil bawa bayi :p




On 12/22/06, Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Istighottsah bukan lagi hak paten NU meskipun awal mulanya yang ngadain
> NU.
> Sekarang, rukyat yang agak cenderung berbau TBC saja menjadi trend dan
> kegemaran baru anak2 muda PK*....
> Kalau lihat model dan gayanya harus pake bayi2 segala saya ko jadi inget
> waktu jaman2 demo di dki ada gerombolan demo ibu2 berbaju putih yang sering
> kali membawa bayinya..:)
> Setau saya di NU tidak pernah ada yang mewajibkan istighotsah..
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Ari Condro
> To: [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>
> Sent: Friday, December 22, 2006 9:52 AM
> Subject: Re: [kmnu2000] Fraksi PKS DPRD Depok diingatkan untuk tidak
> memaksakan ideologi
>
> Kebalikanya, kakak saya di aut*20** di malang, diwajibkan oleh
> supervisornya
> untuk ikut istighotsah tiap minggu ... trusnya, sampai istri dan bayi juga
> wajib dibawa sebulan sekali.
>
> apakah islam tradisional mulai mengadopsi cara cara baru :D
>
> On 12/21/06, Mukhlisin <[EMAIL PROTECTED]<mukhlisin%40polytama.co.id>>
> wrote:
> >
> > Kang Agus Budi R...kemana dikau?
> > Bukan cuma masjid NU tapi DPRD juga sudah disusupi ideologi PKS :)
> >
> > DEPOK, KOMPAS--Fraksi PKS DPRD Depok diingatkan untuk tidak memaksakan
> > ideologi partai dalam birokrasi pemerintahan. Hal ini diingatkan
> Hasbullah
> > Rachmad, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Depok, Senin
> (18/12).
> >
> > Hasbullah memberi contoh, pengajian rutin yang dibawakan guru ngaji dari
> > Fraksi PKS di kalangan birokrasi Pemkot Depok salah satu contoh. "Mereka
> > yang ingin karirnya naik diwajibkan ikut pengajian PKS. Itu benar-benar
> > terjadi," kata Hasbullah.
> >
> > Langkah yang dilakukan Nur Mahmudi dan Fraksi PKS ini, menurut
> Hasbullah,
> > sangat meresahkan pegawai Pemkot Depok.
> >
> > Hasbullah mengatakan, seandainya dia wali kota, dia tidak perlu
> menggelar
> > pengajian semacam itu. "Saya cukup lakukan kontrak politik dengan
> pejabat
> > dinas. Misalnya bisa nggak menerbitkan IMB dalam waktu seminggu? Kalau
> tak
> > mampu, ya kita ganti. Itu untu tingkatkan layanan masyarakat," jelas
> > Hasbullah.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke