gerakan "kudeta" takmir masjid hampir menjadi trend dimanamana,
kelompok PKC--persatuan Katok Cingkrang--memandang kita wong Nahdliyin
adalah ahli bida'ah, khurafat dan masuk neraka,kenapa itu semua luput
dariperhatian kita, masya Allah akan jadi apa negeri ini nantinya ,
makam para wali yang penuh peziarah akan pasti"dibabat habis" . apakah
parasalafunasolihin tidak menangis melihat semau ini , sementara para
pemuka kitamasing masing menyibukkan diri di urusan politik praktis,
lo jadi begini ya kita, PILKADAL-pilihan kep daerah Langsung-- ribut
ada tokoh membela A ada B dsb,sampai ada yang bilang kalaumau jadi
bupati/walikota gubernur haruslah punya jalur jalur yang "terkuasai" A
B C dan D , A-Alim Ulama- B- bajingan-preman- C- Cukong ,investor dan
D- dukun , waduh tiap kandidat punya kiai dong yang " bisa dibeli"
idih nggilani, la kalau sdh bgitu lalu bagaimana pondoknya masjid nya,
masjid para wali wali dulu tidak sedikitpun mau kemasukkan uang
pemerintah, jadi berkah adem rasa memasukinya , pondoknya juga
melahuirkan ulama muhlisin amiilin mujahidin haqqo jihadih, la yang
begitu 2 ha ha ha mana bisa ? karena itu NU harus segera putar arah
kemudia kendalikan diri dan syahwat politik . agar kudeta kudeta itu
bisa dihindari dan masjid pondok lestari , maaf jika kurang berkebnan
tapi harapa dirasdakan yang ane bilang ini setidaknya menedekati haq
kontekstual ya to.,