Assalamu'alaikum wr wb
Saya kemaren main ke DT dan ketemu beberapa teman disana , situasi DT udah
kolaps paska poligaminya Aa' Gym.Sebenarnya dari dulu pun sudah terlihat bahwa
tidak ada bisnis murni di DT yang ada cuma "bisnis agama" .
Penghasilan terbesar di DT itu sebenarnya jualan Aa' Gym.Unit yang paling
banyak memberi keuntungan bagi DT adalah Wisata Rohani dan Pelatihan
Manajemen.Wisata Rohani ini biasanya diikuti majlis2 taklim dengan biaya 25.000
per orang kalo kelas eksklusif jutaan per orang , ramainya hari kamis sampai
minggu dengan tamu mencapai rata-rata 3000 orang per hari kalikan aja 25.000
udah dapet berapa Miliar DT per minggu , ini belum biaya makan , penginapan
dll.Pelatihan Manajemen bayarnya jutaan per orang dengan peserta kebanyakan
dari BUMN dimana Aa' Gym ini cukup baik lobbynya.Sementara unit usaha lain
sebenarnya cuma pelengkap untuk menunjang bisnis utama ini.
Ketika Aa' Gym itu jatuh popularitasnya seperti udah diduga DT cuma mampu
bertahan 3 bulan.Wisata Rohani diboikot majlis-majlis taklim , pelatihan
manajemen diboikot oleh BUMN.Pegawai kontraknya udah mulai dipecat DPU-DT kayak
Rumah Zakat gitu pegawainya dikurangi dari 90 orang jadi tinggal 40 orang
aja.Sementara status sisanya akan ditentukan maret nanti.MQ Corp udah
dibubarkan , Gerai MQ tutup dst.
Keputusan nasib akhir DT akan dievaluasi bulan maret , ada kemungkinan DT
bakal tamat.
Tapi kerapuhan DT sebenarnya adalah pada sektor SDM nya .Sistim posisioning
di DT itu lebih mengutamakan senioritas dibanding proffesionalitas , bayangkan
tingkat manajernya didominasi lulusan SMA sementara orang yang mereka pimpin
kebanyakan S-1 minimal lagi kuliah.
Dan kelanjutannya udah bisa ditebak , sistim DT akhirnya rapuh dan ini udah
tercium pada kasus MQ-Net usaha MLM nya DT yang bisa meraup anggota besar dalam
waktu singkat tapi dalam tempo beberapa bulan aja langsung bubar gara-garanya
top level usaha MLM itu pada gaptek jadinya sistim komputerisasinya kacau balau
sementara tenaga yang pinter malah dipecatin.
Kekurangan intelektualitas kader pimpinan DT itu akhirnya menimbulkan
disharmony di DT.Untuk melindungi diri mereka suka berkoar bahwa DT gak perlu
orang penter tapi orang sholeh , dan kader-kader potensial yang pintar tapi
kritis pun akhirnya banyak yang dipecat dengan alasan "banyak omong".Jadi inget
pengikut satu partai islam yang suka sok sholeh , ini benar-benar penyakit
berbahaya.
Padahal asset terbesar perusahaan itu adalah SDM.Dan keliatan sekarang ketika
krisis kadernya aa' Gym karena ddidominasi kalangan "Yes Man" gak bisa berbuat
banyak buat nyelamatin DT, tapi Aa' Gym nya juga emang parah , coba aja
dengerin ceramahnya di radio atau tausiyahnya di masjid DT tiap senin pagi
bawaannya nyalahin orang melulu.
Jadi kehancuran DT ini sudah bisa ditebak dari dulu cuma butuh satu pemicu
aja dan Alfarini lah yang jadi pemicunya.
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]