mas fathurrahman,
  terus terang ini info yg sedikit mengagetkan bg saya. ya sedih juga jika roda 
perekonomian yg sudah berjalan, harus tersendat-sendat. padahal kan ini penting 
bagi masyarkat sekitar.
  cuman...sy sangat tidak sepakat dengan kalimat anda yg terakhir!
  salam,
  munir ansor DIY

Sayyid Fathurrahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Assalamu'alaikum wr wb
Saya kemaren main ke DT dan ketemu beberapa teman disana , situasi DT udah 
kolaps paska poligaminya Aa' Gym.Sebenarnya dari dulu pun sudah terlihat bahwa 
tidak ada bisnis murni di DT yang ada cuma "bisnis agama" .
Penghasilan terbesar di DT itu sebenarnya jualan Aa' Gym.Unit yang paling 
banyak memberi keuntungan bagi DT adalah Wisata Rohani dan Pelatihan 
Manajemen.Wisata Rohani ini biasanya diikuti majlis2 taklim dengan biaya 25.000 
per orang kalo kelas eksklusif jutaan per orang , ramainya hari kamis sampai 
minggu dengan tamu mencapai rata-rata 3000 orang per hari kalikan aja 25.000 
udah dapet berapa Miliar DT per minggu , ini belum biaya makan , penginapan 
dll.Pelatihan Manajemen bayarnya jutaan per orang dengan peserta kebanyakan 
dari BUMN dimana Aa' Gym ini cukup baik lobbynya.Sementara unit usaha lain 
sebenarnya cuma pelengkap untuk menunjang bisnis utama ini.
Ketika Aa' Gym itu jatuh popularitasnya seperti udah diduga DT cuma mampu 
bertahan 3 bulan.Wisata Rohani diboikot majlis-majlis taklim , pelatihan 
manajemen diboikot oleh BUMN.Pegawai kontraknya udah mulai dipecat DPU-DT kayak 
Rumah Zakat gitu pegawainya dikurangi dari 90 orang jadi tinggal 40 orang 
aja.Sementara status sisanya akan ditentukan maret nanti.MQ Corp udah 
dibubarkan , Gerai MQ tutup dst.
Keputusan nasib akhir DT akan dievaluasi bulan maret , ada kemungkinan DT bakal 
tamat.
Tapi kerapuhan DT sebenarnya adalah pada sektor SDM nya .Sistim posisioning di 
DT itu lebih mengutamakan senioritas dibanding proffesionalitas , bayangkan 
tingkat manajernya didominasi lulusan SMA sementara orang yang mereka pimpin 
kebanyakan S-1 minimal lagi kuliah.
Dan kelanjutannya udah bisa ditebak , sistim DT akhirnya rapuh dan ini udah 
tercium pada kasus MQ-Net usaha MLM nya DT yang bisa meraup anggota besar dalam 
waktu singkat tapi dalam tempo beberapa bulan aja langsung bubar gara-garanya 
top level usaha MLM itu pada gaptek jadinya sistim komputerisasinya kacau balau 
sementara tenaga yang pinter malah dipecatin.
Kekurangan intelektualitas kader pimpinan DT itu akhirnya menimbulkan 
disharmony di DT.Untuk melindungi diri mereka suka berkoar bahwa DT gak perlu 
orang penter tapi orang sholeh , dan kader-kader potensial yang pintar tapi 
kritis pun akhirnya banyak yang dipecat dengan alasan "banyak omong".Jadi inget 
pengikut satu partai islam yang suka sok sholeh , ini benar-benar penyakit 
berbahaya.
Padahal asset terbesar perusahaan itu adalah SDM.Dan keliatan sekarang ketika 
krisis kadernya aa' Gym karena ddidominasi kalangan "Yes Man" gak bisa berbuat 
banyak buat nyelamatin DT, tapi Aa' Gym nya juga emang parah , coba aja 
dengerin ceramahnya di radio atau tausiyahnya di masjid DT tiap senin pagi 
bawaannya nyalahin orang melulu.
Jadi kehancuran DT ini sudah bisa ditebak dari dulu cuma butuh satu pemicu aja 
dan Alfarini lah yang jadi pemicunya.


---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke