http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/opini/ketegangan-militer-as-vs-iran-3.html


News    Opini
Ketegangan Militer AS vs Iran
Senin, 26/02/2007

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran tampak makin 
memanas.Entah berapa kali Presiden AS George W Bush mengancam akan menggelar 
mesin perang ke Teheran.

Sebaliknya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersikukuh menghadapi ancaman 
Washington. Para ulama Iran juga menyatakan siap memanggul senjata melawan 
agresi asing. Seperti diberitakan media massa cetak dan elektronik 
pemerintah Iran telah melakukan sejumlah persiapan jika AS menyerang. Salah 
satu stasiun televisi swasta di Tanah Air (Rabu/20/2/07) misalnya, 
menayangkan latihan perang yang digelar militer Iran di enam belas provinsi 
negara tersebut.

Pemerintah Iran nekat melanjutkan proses uranium enrichment (pengayaan 
uranium), sebuah kebijakan yang jelas menjengkelkan Amerika. Ketua Tim 
Negosiasi Nuklir Iran Ali Larijani menolak tegas penghentian program nuklir 
negaranya seperti diinginkan AS dan Uni Eropa (BBC, 20/2/07). Bagi Bush, 
kebijakan Iran itu sangat membahayakan kepentingan AS di Timur Tengah, 
sehingga Washington berhasrat mengirim paket berisi ribuan bom berbagai 
jenis ke Iran.

Suhu politik yang memanas antara AS dan Iran belakangan ini tak syak lagi 
mengulangi permusuhan kedua negara di masa lalu.Revolusi Iran 1979 di bawah 
komando Sheikh Ayatulloh Khomenie tentu masih menyisakan kenangan buruk di 
mata AS. Saat itu, Kedubes AS di Teheran diserbu kaum revolusioner Iran dan 
bendera Amerika dibakar massa. Para diplomat AS dijadikan sandera selama 444 
hari.

Presiden AS Jimmy Carter memilih upaya negosiasi mengingat Uni Soviet 
mencaplok Afghanistan di tahun yang sama. Sedangkan bagi warga Iran, 
penyanderaan lebih disebabkan oleh ulah Washington yang bertahun-tahun 
melindungi pemerintahan diktator rezim Shah. Jika AS memandang penyanderaan 
atas misi diplomatiknya di Teheran sebagai sebuah pelanggaran Vienna 
Convention 1961, penduduk Iran justru menuding AS terlalu banyak intervensi 
dalam masalah internal mereka.

Alasan Menggempur Iran

Sepertinya masyarakat internasional bakal disuguhi banjir darah akibat nafsu 
perang kelompok neokonservatif AS. Belum pupus dari ingatan bagaimana 
Afghanistan digempur (7 Oktober 2001) dan rezim Taliban gulung tikar (13 
November 2001).Tak lama kemudian, Irak dihujani pelbagai jenis rudal (19 
Maret 2003) dan rezim Saddam dilengserkan (9 April 2003).

Saddam akhirnya tertangkap pada 13 Desember 2003 dan tamat riwayatnya di 
tiang gantungan akhir 2006. Kini, giliran Iran yang dibidik dengan sejumlah 
alasan pula.Walaupun tidak ada bukti Iran memiliki senjata nuklir, 
Washington bersikeras dengan tuduhannya. Pertanyaan besar yang layak 
diajukan adalah: benarkah Iran telah memiliki senjata nuklir? Ketua Badan 
Energi Atom Internasional (IAEA) Mohammaed al- Baradei menegaskan bahwa 
Teheran masih perlu waktu lama lagi untuk membuat bom atom (VOA,20/2/2007).

Namun,pemerintahan Bush tetap menyodorkan tiga hal penting mengapa Iran 
harus dibombardir. Pertama, pemerintah Mahmoud Ahmadinejad dituding 
mengembangkan senjata destruksi massal.Kedua,Teheran ikut mendalangi 
pelbagai aksi teror di Irak yang merenggut banyak nyawa pasukan AS dan 
sekutunya di Negeri 1001 Malam.Ketiga, Iran bersama-sama dengan Suriah 
menjadi state-sponsored terrorism (negara pendukung terorisme) dengan 
menyediakan senjata dan logistik kepada kelompok bersenjata Hizbollah di 
Lebanon.

Sebaiknya Berkaca

Menyikapi panasnya suhu politik global akibat ketegangan AS-Iran,masyarakat 
internasional tampaknya akan kembali menyaksikan “drama pembantaian manusia” 
jika perang tak terelakkan. Para perancang perang di Gedung Putih dan 
Pentagon sebaiknya berkaca pada kenyataan yang ada bahwa invasi militer AS 
di Afghanistan dan Irak terbukti tak segera menyelesaikan perang.

Sejak Taliban lengser dan pemerintahan baru Afghanistan dibentuk pada 
Desember 2002, perang ternyata masih berlanjut sampai sekarang. Keberadaan 
tentara NATO di Kabul dan beberapa provinsi di negeri yang dilanda perang 
selama 23 tahun itu gagal menciptakan keamanan dalam arti yang sesungguhnya. 
Ledakan bom dan serangan gerilya oleh sisa-sisa kekuatan Taliban terjadi di 
mana-mana. Situasi yang jauh lebih parah juga terjadi di Irak.Aksi-aksi bom 
bunuh diri dan konflik bersenjata menjadi pemandangan yang amat lumrah 
sepeninggal Saddam Hussein.

Sudah lebih dari tiga ribu tentara AS dan sekutunya tewas selama pendudukan 
di Irak mulai tahun 2003 lalu. Bisa dibilang “perang ala Vietnam” seakan 
sedang dihadapi tentara AS di Afghan maupun Irak. Jika Bush malah berniat 
menambah jumlah pasukannya di Baghdad, apakah Washington merasa mampu untuk 
melakoni perang dengan Republik Islam Iran? Entahlah. Yang pasti, Presiden 
Bush mungkin sudah kehilangan belas kasihan terhadap ribuan tentara AS yang 
menyabung nyawa secara sia-sia demi “libido perang”para petinggi di Gedung 
Putih dan Pentagon.

Tekanan Domestik dan Internasional

Untuk menghentikan korban jiwa yang berkesinambungan, ada baiknya masyarakat 
Amerika menghentikan ambisi gila para pemimpin mereka. Demonstrasi berskala 
besar seperti pernah dilakukan untuk mengerem perang di Vietnam beberapa 
dekade lalu perlu dilakukan rakyat AS. Ini, jika mereka masih menyayangi 
anak-anak muda AS agar tidak menjadi korban di negeri seberang. Warga AS 
harus berusaha keras menggiring para pemimpin mereka agar menuruti saran 
analis kondang dari Harvard University Joseph Nye bahwa soft power (upaya 
damai) dan bukannya hard power (kekerasan militer) yang wajib dijadikan 
sebagai foreign policy Amerika.

Sedangkan dunia internasional, juga perlu bersatu untuk menekan AS agar 
tidak gegabah mengumbar mesiu setelah Afghanistan dan Irak. Selain PBB, 
sejumlah organisasi regional dan internasional, semisal Uni Eropa,ASEAN,Liga 
Arab,negara-negara nonblok, dan OKI juga harus bersikap tegas terhadap aksi 
unilateral AS.Hal ini terlepas dari fakta bahwa AS adalah negara terkuat di 
dunia secara militer. Meski separuh dari (total USD950 miliar) anggaran 
pertahanan dunia dimiliki AS, tak berarti harus takut bersuara keras 
terhadap Paman Sam. Dan bila Washington pada akhirnya tetap melakukan adu 
senjata dengan Iran, sebaiknya kesemua organisasi tersebut tidak perlu lagi 
mengeluarkan pernyataan bernada mengutuk ataupun mengecam AS, untuk tidak 
menyatakan dikafani selama-lamanya. Wallahu’alam bisshawab.(*)

ABDUL HALIM MAHALLY
Alumnus Political Sciences & International Relations pada International 
Islamic University (IIU) Islamabad.

Berita Lainnya

    * SURAT PEMBACA
    * TAJUK, Kualitas Layanan Bursa
    * Menghilangkan Suap di Lembaga Peradilan
    * MOPS dan Harga BBM
    * SUARA MAHASISWA, Rapor Merah Kabinet
    * SURAT PEMBACA
    * 46 Tahun Pengabdian Kostr

_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke