Salam,
   
  Maaf sebelumnya buat teman2 yang kurang berkenan dengan info ini.
   
  Ada beberapa teman yang menanyakan tentang letter of offer dari uni di Oz 
plus fee application, dan  juga standar bahasa Inggris.
   
  Letter of offer biasanya di dapat stl kita mendaftar di univ yang kita 
inginkan. Untuk calon PhD biasanya ada kolom yang khusus menanyakan berapa 
banyak karya kita yang sudah dipublikasikan, membuat proposal pendek tentang 
riset yang akan kita lakukan, kemudian kita harus mendapatkan rekomendasi dari 
supervisor atau orang yang sangat mengenal kita dan/ atau dari professor di 
universitas yang kita tuju. Misalnya untuk kajian keislaman di ANU, ada Prof 
Greg Fealy, Prof. AMin Saikal, ekonomi, ada Prof Hal Hill, untuk kajian 
perempuan  Prof Kathryn Robinson, di Melbourne Uni ada Tim Lindsay, atau Prof 
Abdullah Saeed, atau Arif Budiman, atau di Wollongong Uni, ada Dr Nadirsyah 
Hosen (syuriyah NU Oz), yang insya Allah sekarang sudah menjadi dosen tetap di 
Univ. Wollongong dan baru saja mendapatkan PR (permanent resident), di 
Queensland ada Julia Howell yang juga mengkaji tentang Islam di Indonesia.
   Mengenai biaya pendaftaran, tiap universitas cukup bervariasi, misalnya di 
ANU ini,application fee nya $ 100 (1 dolar Oz = Rp 700.000), di Flinders Uni, $ 
55, sedangkan di Wollongong, menurut teman2 di sana, sepertinya gak bayar.
  Untuk level bahasa Inggris, minimal (IELTS) 6,5 atau minimal TOEFL 580. 
(Kecuali kalau ada yang sangat mengenal professor disini, dan professornya 
sangat mendukung kawan2 untuk melanjutkan kuliah,lain lagi persoalannya :) , 
biasanya professornya sangat rajin menjawab email2 buat calon student plus 
ikutan mengoreksi proposal, kalau mereka berkenan).
  Untuk ujian IELTS bisa dilaksanakan di banyak provinsi kayaknya. Di Jakarta, 
di Kuningan (IALF), berdekatan dengan dengan wisma Budi, atau di Pondok Indah, 
di Jateng,sepertinya di buka di UNS Solo, Jatim, di IALF Surabaya atau Malang 
(IDP), dan biasanya sebulan diselenggarakan dua kali. Biaya untuk ujian IELTS 
sekitar Rp. 1250.000 an (krn IELTS hanya ada ujian resmi saja). 
   
  Sebagai info, tahun 2006 kemarin, jumlah mahasiswa Indonesia yang diterima 
ALA berjumlah 22 orang, Phd 14 orang, kebetulan dari NU diterima 2 orang. 
   
  Karena ALA ini masih baru, saya yakin peluang teman2 insya Allah masih cukup 
besar untuk bisa diterima. Kalau ADS selain kita menunggu short list yang 
diumumkan 3-4 bulan setelah penutupan pendaftaran (biasanya tutup Agustus), 
lalu uji wawancara dan test IELTS lagi, lalu menunggu dua bulanan lagi untuk 
pengumuman diterima tidaknya, untuk ALA, setelah kita mendaftar "lengkap" bulan 
Mei dan ditutup juni akhir, pengumuman diterima atau tidaknya bulan oktober. 
Setelah itu tinggal persiapan kapan ke OZ.
  Semua biaya living cost dan studi serta persiapan sebelum berangkat, misalnya 
mengurus visa, cek kesehatan dan pesawat plus asuransi kesehatan selama di Oz 
ditanggung Aus Aid sepenuhnya. Khusus untuk ALA ada prestigious leadership 
training. Penggunaan komputer 24 hours free di campus, utk Phd diberi kantor 
khusus dan computer (semuanya bisa mengakses journal2 bergengsi sedunia, secara 
gratis) jatah ngeprint gratis 300 lembar per semester di perpustakaan2( 
sebagian fasilitas komputer sudah menggunakan Window Vista), dan free untuk 
master dan Phd di masing2 fakultas, mendapatkan biaya field research nya full 
(jumlahnya tergantung masing2 fak), kalau harus ke sejumlah negara lain 
biasanya di cover return ticketnya (minus living cost), dibiayai return ticket 
mengikuti satu seminar internasional kemana saja selama program, biasanya Phd, 
misalnya ke Eropa, Amerika atu Middle East, tetapi untuk jurusan science, 
biasanya di cover seluruhnya (khusus untuk ANU, mulai dari
 transport, living cost selama ikut seminar, biarpun berapa kali seminar). Ini 
benefit yang kita dapatkan semuanya kalau teman2 serius mendaftar beasiswa ALA 
atau ADS.
  Keuntungan lain sekolah di Oz, dekat dengan Indonesia, jadi kalau bolak balik 
ke Indo, tidak terlalu berat di ongkos, apalagi insya Allah, sejauh ini banyak 
teman2 yang mudah mencari kerja (part time) di Oz.
  Mengenai makanan, di Sydney, Melbourne, Perth, Queensland tersebar restoran 
Indo dan halal, belum gerai bumbu2 Indonesia/ Pakistan/ Libanon atau butchery 
(tukang potong daging) halal, lumayan bayak. Di canberra, yang cuman 15 ribuan 
penduduknya, ada 4 halal butchery, 2 resto Indo dan supermarket besar jualan 
indomi, kacang garuda, bumbu instan Indo, beras...jadi kawan2 nggak usah 
khawatir kalau nggak bisa makan selain makanan Indo. Di ANU Canberra, Melbourne 
Uni, mempunyai mushola, jadi kalau pas break kuliah, bisa nyempetin sholat dulu 
di Mushola.
   
  Mungkin ini dulu yang bisa saya sampaikan.
   
  Pada saat saya menulis ini, saya baru saja terhentak membaca berita tentang 
musibah pesawat Garuda yang terbelah di Yogya, lebih seratusan meninggal, Din 
syamsuddin selamat, akan tetapi ibunya yang mendengar berita itu langsung 
meninggal dunia. Inna lilllahi wa inna ilayhi raji'un.
  Tragedi demi tragedi....saya hanya bisa menangis dan berucap istighfar......
   
  Semoga ilmu yang kita dapatkan, usaha yang serius kita jalani, dan kepasrahan 
diri kita kepada Yang Kuasa, benar2 bermanfaat untuk kemajuan bangsa 
Indonesia....menapaki masa depan yang lebih baik. Aamiin. 
   
   
  Salam,
   
   
   
   
  Rosa
   
   
   
   
   
  

Rosa Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Salam,

Buat teman2 yang berminat, ada lagi scholarship yang ditujukan buat calon 
master, Phd atau post doctorate, namanya Australian Leadership Award. Beda 
dengan ADS, ALA award in baru dimulai tahun kemarin dan masih akan berlangsung 
sampai 5 tahun. Tiap tahun yang diterima sekitar 300 an, dengan kalkulasi 60 
untuk Phd. Award ini berlaku se Asia Pacific termasuk Indonesia. 
Tidak melalui wawancara atau tes tertulis, tetapi melalui form yang diisi ( 
harus convincing), tidak harus dari government atau researcher/ peg negeri, 
akan tetapi mereka yang dari NGO sangat ditekankan untuk dipertimbangkan juga. 
Syarat lain, teman2 harus sudah bisa mendapatkan letter of offer dari 
universitas manapun di Australia, sebelum mendaftar ALA award. Biasanya 
universitas di Australia mengumumkan penerimaan mahasiswa minimal 8 minggu 
setelah mendaftar. Karena mulai dibukanya pendaftara ALA bulan Mei, saya 
sarankan bagi yang berminat untuk coba mendaftarkan diri dulu ke universitas2 
di Australia (berlaku dua tahun status diterimanya) bulan- bulan ini. Jadi 
kalau nanti ALA mulai pendaftaran, sudah mendapatkan letter of offer terlebih 
dahulu dari uni2 di Australia. Selanjutnya, silahkan dibuka website address 
http://www.ausaid.gov.au/scholar/ala.cfm untuk info lebih jauh tentang syarat2 
detailnya.

Semoga teman2 NU yang belajar ke luar semakin bertambah, dan ilmunya benar2 
bisa dimanfaatkan untuk kaum sarungan yang sebagiannya masih tertinggal dan 
membutuhkan banyak sumbangsih pemikiran dan sdm nya, untuk Islam dan bangsa 
Indonesia...
aamiin.

Salam,



Rosa





Wassalam Rosa Prabowo
Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



         


Wassalam Rosa Prabowo
 Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke